Ad Placeholder Image

Daftar Kode ICD Konjungtivitis Terbaru Paling Lengkap

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 26 Juni 2026

Cek Daftar Kode ICD Konjungtivitis Lengkap dan Terbaru

Daftar Kode ICD Konjungtivitis Terbaru Paling LengkapDaftar Kode ICD Konjungtivitis Terbaru Paling Lengkap

DAFTAR ISI


Mata merah, berair, dan terasa gatal adalah gejala umum dari konjungtivitis. Kondisi yang sering disebut sebagai pink eye ini terjadi ketika konjungtiva, yaitu selaput bening yang melapisi bagian putih mata dan kelopak mata bagian dalam, mengalami peradangan. Konjungtivitis bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, dan sering kali sangat menular jika disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.

Dalam dunia medis, setiap penyakit memiliki kode klasifikasi internasional untuk memudahkan diagnosis, pencatatan rekam medis, dan keperluan asuransi. Klasifikasi ini diatur oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sistem International Classification of Diseases (ICD). Jika kamu melihat rekam medismu, dokter mungkin akan menuliskan kode icd konjungtivitis untuk merujuk pada kondisi mata merah yang kamu alami.

Secara umum, konjungtivitis diklasifikasikan di bawah blok kode H10 dalam sistem ICD-10. Namun, karena penyebab mata merah sangat beragam—mulai dari infeksi bakteri yang menghasilkan kotoran mata pekat, alergi debu, hingga infeksi virus—kode tersebut dipecah lagi menjadi beberapa sub-kategori yang lebih spesifik. Mengetahui diagnosis yang tepat sangat penting agar kamu bisa mendapatkan penanganan dan obat tetes mata yang sesuai dengan penyebabnya.

Rekomendasi Obat Mata untuk Konjungtivitis

Pengobatan konjungtivitis sangat bergantung pada penyebab utamanya. Berikut adalah beberapa rekomendasi obat tetes mata yang sering digunakan untuk meredakan gejala mata merah, gatal, dan iritasi ringan. Pastikan untuk selalu membaca aturan pakai sebelum menggunakannya.

1. Rohto Tetes Mata 7 ml

Rohto Tetes Mata merupakan obat tetes mata yang mengandung Tetrahydrozoline HCl 0.05%. Obat ini bekerja sebagai dekongestan mata yang efektif untuk meredakan mata merah akibat iritasi ringan, seperti terkena debu, asap, angin, atau setelah berenang. Sensasi dinginnya memberikan efek segar dan nyaman pada mata yang lelah dan meradang ringan.

Dosis umum penggunaan adalah 1-2 tetes pada setiap mata yang sakit, sebanyak 3 hingga 4 kali sehari. Hindari penggunaan jangka panjang secara terus-menerus. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Rohto Tetes Mata 7 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Insto Regular Tetes Mata 7.5 ml

Insto Regular mengandung bahan aktif Tetrahydrozoline HCl 0.05% dan Benzalkonium Chloride. Obat ini diformulasikan untuk mengatasi mata merah dan rasa perih yang disebabkan oleh iritasi mata ringan karena paparan debu, asap kendaraan, atau terlalu lama menatap layar komputer. Kandungan aktifnya bekerja cepat menyempitkan pembuluh darah di mata sehingga kemerahan berkurang.

Dosis yang dianjurkan adalah 2-3 tetes pada mata yang mengalami iritasi, sebanyak 3-4 kali sehari atau sesuai kebutuhan. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Insto Regular Tetes Mata 7.5 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Mencegah Penularan Konjungtivitis
  1. Cuci tangan secara rutin menggunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah menyentuh area wajah.
  2. Hindari mengucek mata dengan tangan kosong agar bakteri atau virus tidak menyebar.
  3. Jangan berbagi barang pribadi seperti handuk, sarung bantal, kacamata, atau kosmetik mata (maskara, eyeliner) dengan orang lain.
  4. Ganti sarung bantal dan sprei secara rutin selama mata masih terinfeksi.

3. Cendo Fenicol Tetes Mata 5 ml

Cendo Fenicol adalah obat tetes mata antibiotik yang mengandung Chloramphenicol 0.25%. Obat ini bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi pada mata. Sangat efektif digunakan untuk mengobati konjungtivitis bakterialis, yang biasanya ditandai dengan mata merah disertai kotoran mata (belek) berwarna kuning atau kehijauan yang kental.

Dosis umumnya adalah 1-2 tetes pada mata yang terinfeksi setiap 2 jam selama 2 hari pertama, kemudian dikurangi menjadi 3-4 kali sehari sesuai petunjuk dokter. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Cendo Fenicol Tetes Mata 5 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Memahami Kode ICD-10 untuk Konjungtivitis

Bagi tenaga kesehatan, menentukan diagnosis yang presisi sangat penting. Dalam sistem ICD-10, konjungtivitis masuk dalam kategori penyakit pada mata dan adneksa (H00-H59). Kode utama untuk peradangan konjungtiva adalah H10. Berikut adalah rincian spesifik yang sering digunakan:

  • H10.0 (Mucopurulent conjunctivitis): Digunakan untuk konjungtivitis bakterial yang menghasilkan banyak kotoran mata pekat (mukopurulen).
  • H10.1 (Acute atopic conjunctivitis): Kode untuk mata merah yang disebabkan oleh reaksi alergi akut.
  • H10.2 (Other acute conjunctivitis): Klasifikasi untuk konjungtivitis akut jenis lain.
  • H10.3 (Acute conjunctivitis, unspecified): Digunakan jika kondisi mata merah akut belum diketahui pasti penyebabnya.
  • H10.4 (Chronic conjunctivitis): Untuk peradangan konjungtiva yang berlangsung lama atau berulang.
  • H10.8 (Other conjunctivitis): Mencakup konjungtivitis jenis lain, termasuk beberapa kasus yang disebabkan oleh virus.
  • H10.9 (Conjunctivitis, unspecified): Kode umum jika diagnosis detail belum ditegakkan.

Cara Merawat Mata Merah di Rumah

Selain menggunakan obat tetes mata, kamu bisa mempercepat proses penyembuhan dan mengurangi rasa tidak nyaman dengan beberapa perawatan rumahan sederhana. Pertama, gunakan kompres dingin atau hangat. Kompres dingin sangat baik untuk meredakan rasa gatal dan bengkak akibat konjungtivitis alergi. Sementara itu, kompres hangat menggunakan kapas bersih yang dicelupkan ke air matang hangat dapat membantu melunakkan kotoran mata yang mengeras pada konjungtivitis bakterial.

Kedua, hentikan sementara penggunaan lensa kontak. Jika kamu rutin memakai softlens, lepas segera saat mata mulai terasa perih dan merah. Buang lensa kontak yang sudah terpapar infeksi dan gunakan kacamata sementara waktu. Ketiga, lindungi mata dari paparan iritan. Gunakan kacamata hitam saat keluar rumah untuk melindungi mata dari debu, angin, dan silau matahari yang dapat memperparah peradangan konjungtiva.

Studi Terkait

Penelitian terus berkembang untuk menemukan pola penyebaran penyakit mata. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Global Journal of Ophthalmology and Vision Science pada awal tahun 2026 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kasus konjungtivitis virus (dengan diagnosis ICD-10 H10.8) sebesar 15% di wilayah urban Asia Tenggara akibat perubahan iklim dan peningkatan polusi udara. Studi tersebut menekankan bahwa selain pengobatan medis, intervensi kebersihan lingkungan dan penggunaan telemedicine terbukti efektif mempercepat pasien mendapatkan diagnosis awal dan resep obat yang tepat tanpa harus memicu penularan di ruang tunggu rumah sakit.

Punya Keluhan Mata Merah yang Tak Kunjung Sembuh? Tanya ke HILDA Dulu!

Mata merahmu makin gatal dan bengkak, tapi bingung harus pakai obat apa atau periksa ke mana? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mata merahmu disertai dengan rasa nyeri yang hebat, sensitif terhadap cahaya, pandangan menjadi kabur, atau tidak membaik setelah 3 hari perawatan di rumah, segera konsultasi dengan Dokter Mata di Halodoc.


Referensi

  • WHO. Diakses pada 2026. ICD-10 Version:2019 – H10 Conjunctivitis.
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Pink eye (conjunctivitis) – Symptoms and causes.
  • Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Pengendalian Penyakit Infeksi Mata.
  • PubMed Central. Diakses pada 2026. Epidemiology and Management of Acute Conjunctivitis.

FAQ

  • Apa itu kode ICD-10 untuk mata merah?
    Kode ICD-10 umum untuk mata merah atau konjungtivitis adalah H10. Kode ini memiliki sub-kategori seperti H10.0 untuk infeksi bakteri dan H10.1 untuk alergi.
  • Apakah konjungtivitis bisa sembuh sendiri?
    Ya, konjungtivitis yang disebabkan oleh virus ringan biasanya dapat sembuh sendiri dalam waktu 1 hingga 2 minggu. Namun, jika disebabkan oleh bakteri, diperlukan obat tetes mata antibiotik.
  • Bolehkah saya menggunakan obat tetes mata sembarangan?
    Tidak disarankan. Obat tetes mata yang mengandung steroid atau antibiotik harus digunakan sesuai resep dokter agar tidak menimbulkan komplikasi pada kornea mata.
  • Bagaimana cara membedakan mata merah karena alergi dan bakteri?
    Mata merah karena alergi biasanya sangat gatal, berair bening, dan terjadi pada kedua mata. Sedangkan karena bakteri sering ditandai dengan kotoran mata pekat (belek) berwarna kuning atau hijau yang membuat kelopak mata menempel saat bangun tidur.