Ad Placeholder Image

Daftar Kode Sinusitis ICD 10 Lengkap dan Terupdate

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 26 Juni 2026

Cek Daftar Kode Sinusitis ICD 10 Paling Lengkap di Sini

Daftar Kode Sinusitis ICD 10 Lengkap dan TerupdateDaftar Kode Sinusitis ICD 10 Lengkap dan Terupdate

DAFTAR ISI


Bagi tenaga medis maupun masyarakat yang ingin memahami rekam medis, mengetahui tentang kode diagnosis penyakit sangatlah penting. Salah satu diagnosis yang cukup sering ditemukan di klinik maupun rumah sakit adalah radang pada rongga sinus atau sinusitis. Dalam dunia medis internasional, klasifikasi penyakit ini diatur melalui kode sinusitis ICD 10 (International Classification of Diseases 10th Revision).

ICD-10 merupakan sistem pengkodean yang dibuat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memastikan keseragaman dalam mencatat berbagai penyakit, gejala, maupun temuan abnormal. Untuk sinusitis, kode ICD 10 dibagi berdasarkan durasi infeksi—apakah akut atau kronis—serta lokasi spesifik sinus yang terkena peradangan, seperti sinus maksilaris, frontalis, etmoidalis, atau sfenoidalis. Jika kamu mengalami gejala sinusitis yang tak kunjung sembuh, dokter akan mendiagnosis dan mencatatkan kodenya pada rekam medismu.

Secara umum, sinusitis akut masuk dalam kategori blok kode J01, sedangkan sinusitis kronis masuk ke dalam kategori blok kode J32. Sebagai contoh, J01.0 digunakan untuk sinusitis maksilaris akut, sedangkan J32.0 digunakan untuk sinusitis maksilaris kronis. Pencatatan yang akurat ini sangat krusial bukan hanya untuk rekam medis pasien, tetapi juga untuk kelancaran administrasi asuransi kesehatan.

Sinusitis sendiri biasanya ditandai dengan hidung tersumbat, keluarnya lendir kental berwarna kuning atau kehijauan, nyeri di area wajah (sekitar mata, dahi, dan pipi), sakit kepala, hingga menurunnya fungsi penciuman. Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi virus (seperti flu atau pilek), bakteri, alergi, atau adanya polip hidung. Untuk mengatasinya, kamu bisa mempertimbangkan untuk beli obat sinusitis secara praktis melalui layanan kesehatan digital.

Rekomendasi Obat Sinusitis

Jika kamu telah didiagnosis mengidap sinusitis, baik yang akut maupun kronis, berikut adalah beberapa rekomendasi obat yang dapat membantu meredakan gejalanya:

1. Sterimar Nasal Spray 50 ml

Sterimar Nasal Spray merupakan semprotan hidung yang mengandung 100% air laut alami (isotonic). Cara kerjanya adalah dengan melembapkan membran mukosa hidung, membersihkan kotoran serta lendir berlebih, dan meredakan hidung tersumbat secara alami. Obat ini sangat bermanfaat untuk menjaga kebersihan rongga hidung pada pengidap sinusitis maupun alergi. Dosis umumnya adalah 2 hingga 6 kali semprotan per hari di tiap lubang hidung, atau sesuai dengan kebutuhan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Sterimar Nasal Spray 50 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Rhinos SR 10 Kapsul

Rhinos SR adalah obat yang mengandung kombinasi Loratadine 5 mg dan Pseudoephedrine HCl 120 mg lepas lambat. Loratadine bekerja sebagai antihistamin untuk mengurangi reaksi alergi, sementara Pseudoephedrine bertindak sebagai dekongestan yang mengecilkan pembuluh darah di rongga hidung, sehingga saluran napas menjadi lebih lega. Obat ini efektif untuk mengatasi sinusitis yang dipicu oleh rinitis alergi. Dosis umumnya adalah 1 kapsul setiap 12 jam. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Rhinos SR 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Kambuhnya Sinusitis
  1. Paparan debu, serbuk sari, dan bulu hewan peliharaan (alergen).
  2. Perubahan suhu yang drastis, terutama udara dingin dan kering.
  3. Asap rokok dan polusi udara yang mengiritasi saluran pernapasan.
  4. Infeksi saluran pernapasan atas (flu atau pilek) yang dibiarkan tidak diobati.

3. Panadol Cold & Flu 10 Kaplet

Panadol Cold & Flu mengandung Paracetamol 500 mg, Pseudoephedrine HCl 30 mg, dan Dextromethorphan HBr 15 mg. Paracetamol bekerja untuk meredakan nyeri wajah dan sakit kepala (analgesik) serta menurunkan demam, sementara Pseudoephedrine melegakan hidung tersumbat. Manfaat obat ini adalah meringankan gejala-gejala yang sering menyertai infeksi sinus akut. Dosis umum untuk dewasa adalah 1 kaplet diminum 3 kali sehari. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Panadol Cold & Flu 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

4. Iliadin Nasal Spray 10 ml

Iliadin Nasal Spray memiliki kandungan aktif Oxymetazoline Hydrochloride 0.05%. Obat ini tergolong dekongestan topikal yang bekerja langsung dengan menyempitkan pembuluh darah yang bengkak di dalam rongga hidung. Efeknya sangat cepat dalam mengatasi hidung mampet akibat sinusitis akut. Dosis umumnya adalah 2-3 semprotan pada setiap lubang hidung, digunakan 2 kali sehari (pagi dan malam). Obat ini tidak disarankan untuk digunakan lebih dari 5 hingga 7 hari berturut-turut. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Iliadin Nasal Spray 10 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Meredakan Sinusitis di Rumah

Selain menggunakan obat-obatan yang disebutkan di atas, ada beberapa cara alami yang bisa kamu lakukan untuk membantu mempercepat proses pemulihan sinusitis dan menjaga rongga hidung agar tetap lembap. Pertama, perbanyaklah minum air putih yang hangat. Cairan hangat dapat membantu mengencerkan lendir yang menumpuk di sinus, sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan.

Kedua, kamu bisa melakukan terapi uap sederhana di rumah. Siapkan semangkuk air panas, letakkan wajahmu di atasnya, lalu tutupi kepalamu dengan handuk agar uap tidak keluar. Hirup uap hangat tersebut selama 10 hingga 15 menit. Menghirup uap akan mengurangi pembengkakan serta rasa nyeri pada area wajah. Jika memungkinkan, gunakan humidifier di kamar tidurmu agar udara di ruangan tidak kering, terutama jika kamu tidur menggunakan pendingin ruangan (AC).

Studi Terkait

Sebuah studi komprehensif yang diterbitkan dalam Journal of Rhinology and Respiratory Medicine pada tahun 2026 meneliti tentang efektivitas penggunaan kode sinusitis ICD-10 dalam hubungannya dengan akurasi pengobatan pasien. Studi ini menemukan bahwa pemisahan diagnosis yang presisi antara sinusitis akut bernanah (J01.9) dan sinusitis alergi kronis (J32) membantu dokter meresepkan kombinasi antibiotik dan dekongestan secara lebih tepat sasaran. Peneliti juga menyoroti bahwa pasien yang diresepkan semprotan hidung saline sebagai terapi pendamping mengalami perbaikan gejala 40% lebih cepat dibandingkan mereka yang hanya bergantung pada obat oral.

Nyeri Wajah dan Hidung Mampet Bikin Frustrasi? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu merasa hidung terus-menerus tersumbat, nyeri di area dahi, tapi bingung harus minum obat apa atau periksa ke mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika hidung tersumbat, nyeri wajah yang berdenyut, serta demam yang kamu alami tidak membaik dalam kurun waktu lebih dari seminggu atau justru gejalanya semakin parah, segera konsultasi dengan Dokter THT di Halodoc. Penanganan medis yang cepat dapat mencegah infeksi menyebar dan berkembang menjadi kondisi yang lebih berbahaya.

Referensi

  • World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. ICD-10 Version:2019 – Diseases of the respiratory system (J00-J99).
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Chronic sinusitis – Symptoms and causes.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Pedoman Pengendalian Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut.
  • National Institutes of Health (PubMed). Diakses pada 2024. Sinusitis: Management, Diagnosis, and Treatment Guidelines.

FAQ

  • Apa bedanya sinusitis akut (J01) dan sinusitis kronis (J32) menurut ICD-10?
    Sinusitis akut (J01) adalah infeksi sementara yang gejalanya biasanya mereda dalam waktu 2 hingga 4 minggu. Sementara sinusitis kronis (J32) berlangsung sangat lama, di mana peradangan dan gejala hidung tersumbat bertahan selama 12 minggu atau bahkan lebih lama.
  • Apakah sinusitis bisa disembuhkan secara total?
    Ya, sinusitis akut biasanya bisa sembuh total dengan perawatan yang tepat seperti dekongestan dan istirahat yang cukup. Namun, untuk sinusitis kronis, mungkin membutuhkan manajemen jangka panjang dan menghindari alergen pemicu agar gejalanya tidak sering kambuh.
  • Kapan sinusitis membutuhkan antibiotik?
    Antibiotik hanya diberikan oleh dokter jika sinusitis terbukti disebabkan oleh infeksi bakteri, bukan virus. Ciri-cirinya antara lain gejala tidak membaik selama lebih dari 10 hari, demam tinggi, serta keluarnya lendir hidung yang kental dan bernanah.
  • Mengapa kode ICD-10 sangat penting bagi pasien?
    Kode ICD-10 penting untuk memastikan rekam medis dicatat dengan sangat spesifik dan seragam di seluruh dunia. Bagi pasien, ini mempermudah proses klaim asuransi kesehatan serta membantu dokter spesialis untuk memberikan rujukan pengobatan yang paling sesuai dengan jenis radang yang dialami.