Ad Placeholder Image

Diastolik Rendah Bahayakah? Kenali Batas Aman dan Gejala

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Mei 2026

Bahayakah Diastolik Rendah? Waspadai Gejalanya!

Diastolik Rendah Bahayakah? Kenali Batas Aman dan GejalaDiastolik Rendah Bahayakah? Kenali Batas Aman dan Gejala

Bahayakah Diastolik Rendah? Memahami Risiko dan Penanganannya

Tekanan darah diastolik rendah, sering disebut hipotensi diastolik, memang bisa menjadi kondisi yang berbahaya. Terutama jika angka konsisten berada di bawah 60 mmHg dan disertai gejala tertentu, ini dapat mengindikasikan adanya masalah serius pada tubuh. Namun, pada beberapa kasus, tekanan diastolik rendah tanpa gejala mungkin juga bukan merupakan indikasi kondisi yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

Apa Itu Tekanan Darah Diastolik Rendah?

Tekanan darah diukur dalam dua angka, sistolik (angka atas) dan diastolik (angka bawah). Angka sistolik mewakili tekanan saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sementara itu, angka diastolik mengukur tekanan di pembuluh darah arteri saat jantung beristirahat di antara setiap detak. Tekanan diastolik yang rendah berarti tekanan di arteri saat jantung relaksasi terlalu rendah.

Normalnya, tekanan darah diastolik berada dalam kisaran 60 hingga 80 mmHg. Jika tekanan ini secara konsisten di bawah 60 mmHg, kondisi tersebut dianggap sebagai tekanan darah diastolik rendah.

Kapan Diastolik Rendah Berbahaya? Gejala yang Perlu Diwaspadai

Tekanan diastolik rendah menjadi berbahaya jika konsisten di bawah 60 mmHg dan disertai dengan gejala tertentu. Gejala-gejala ini menunjukkan bahwa organ vital mungkin tidak menerima aliran darah yang cukup.

  • Pusing atau sakit kepala ringan
  • Lemas dan mudah lelah
  • Pandangan kabur
  • Mual
  • Kulit dingin dan lembap
  • Pingsan atau kehilangan kesadaran sementara

Apabila gejala-gejala ini muncul, terutama jika pingsan terjadi, penting untuk segera mencari pertolongan medis. Kondisi ini dapat mengindikasikan bahwa jantung dan organ vital lainnya tidak mendapatkan suplai darah dan oksigen yang memadai.

Potensi Risiko Jangka Panjang

Kurangnya aliran darah yang cukup ke jantung dan organ vital akibat diastolik rendah yang persisten dapat menimbulkan beberapa komplikasi serius. Salah satunya adalah iskemia, yaitu kondisi di mana pasokan darah ke suatu jaringan atau organ tidak memadai.

Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menyebabkan serangan jantung. Risiko gagal jantung juga meningkat karena jantung harus bekerja lebih keras untuk menjaga aliran darah yang cukup. Oleh karena itu, pemantauan dan penanganan yang tepat sangat krusial.

Penyebab Umum Tekanan Darah Diastolik Rendah

Tekanan darah diastolik yang rendah bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa penyebab yang sering ditemui meliputi:

  • Dehidrasi: Kekurangan cairan dalam tubuh dapat mengurangi volume darah, yang berdampak pada penurunan tekanan darah.
  • Masalah nutrisi: Kekurangan vitamin dan mineral esensial, seperti B12 dan folat, dapat memengaruhi produksi sel darah merah dan berujung pada anemia, salah satu penyebab hipotensi.
  • Efek samping obat-obatan: Beberapa jenis obat, seperti diuretik, obat untuk tekanan darah tinggi, atau obat antidepresan tertentu, bisa menurunkan tekanan darah.
  • Masalah jantung: Kondisi seperti gagal jantung, bradikardia (detak jantung terlalu lambat), atau masalah katup jantung dapat memengaruhi kemampuan jantung memompa darah secara efektif.
  • Kondisi medis lain: Gangguan endokrin, infeksi berat (sepsis), atau reaksi alergi parah (anafilaksis) juga dapat menjadi pemicu.

Penanganan Tekanan Darah Diastolik Rendah

Penanganan tekanan darah diastolik rendah bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan gejala. Jika tidak ada gejala dan kondisi dianggap normal, pemantauan berkala mungkin cukup.

Namun, jika ada gejala atau kondisi berbahaya, dokter akan mencari penyebab yang mendasarinya. Penanganan bisa meliputi penyesuaian dosis atau jenis obat, penambahan asupan cairan, perubahan pola makan, atau penanganan kondisi medis tertentu.

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan penggunaan obat untuk meningkatkan tekanan darah atau memperbaiki fungsi jantung.

Pencegahan dan Rekomendasi Medis Halodoc

Meskipun tidak semua kasus diastolik rendah dapat dicegah, beberapa langkah dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Ini termasuk:

  • Mencukupi asupan cairan dengan minum air putih yang cukup setiap hari.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan cukup garam (sesuai anjuran dokter).
  • Menghindari perubahan posisi tubuh yang terlalu cepat, seperti bangun tidur mendadak.
  • Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan kesehatan jantung.
  • Memantau tekanan darah secara berkala, terutama jika memiliki riwayat hipotensi atau kondisi medis lainnya.

Jika mengalami gejala tekanan darah diastolik rendah yang mengkhawatirkan atau memiliki kekhawatiran terkait kondisi kesehatan jantung, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah berbicara dengan dokter spesialis untuk mendapatkan diagnosis dan rencana penanganan yang tepat.