• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Fakta Menarik Tentang Penyakit Chagas

4 Fakta Menarik Tentang Penyakit Chagas

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Pernah mendengar tentang penyakit Chagas? Penyakit Chagas juga adalah salah satu penyakit yang perlu kamu waspadai, karena berpotensi membahayakan nyawa. Penyakit ini disebabkan oleh parasit protozoa bernama Trypanosoma cruzi dan ditularkan ke hewan dan manusia melalui kontak dengan feses atau urine dari serangga triatomine, atau yang dikenal juga sebagai “kissing bugs”. Penyakit ini paling sering ditemukan di Amerika, terutama di daerah pedesaan Amerika Latin di mana kemiskinan masih tersebar luas. Yuk, cari tahu fakta menarik lainnya tentang penyakit Chagas di bawah ini.

1. Sekitar 6–7 Juta Orang di Dunia Terinfeksi Penyakit Chagas

Diperkirakan ada sekitar 67 juta orang di seluruh dunia,yang terinfeksi oleh Trypanosoma cruzi, parasit yang menjadi penyebab penyakit Chagas. Kasus penyakit Chagas paling tinggi ditemukan di bagian benua Amerika Latin, dan bukan di Kepulauan Karibia. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, penyakit ini juga sudah ditemukan di Amerika Serikat, Kanada, dan banyak negara Eropa, serta beberapa Pasifik Barat. Penyebaran tersebut bisa terjadi lantaran mobilitas penduduk antara Amerika Latin dan seluruh dunia.

Selain itu, banyak juga orang yang tinggal di Mexico, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan yang terkena penyakit Chagas, di mana sebagian besar pengidap tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi. Hal ini dapat berbahaya, karena bila tidak diobati, infeksi bisa menetap seumur hidup dan dapat mengancam nyawa.

2. Penyakit Chagas Ditularkan Melalui Serangga

Penyakit Chagas yang terjadi di Amerika paling sering disebabkan oleh vektor serangga, yaitu bug triatomine yang membawa parasit Trypanosoma cruzi dan menyebabkan penyakit.

Di Amerika Latin, parasit T.cruzi paling sering ditularkan melalui kontak dengan kotoran atau urin dari serangga triatomine penghisap darah yang terinfeksi. Serangga ini biasanya hidup di dinding atau atap-atap rumah yang dibangun dengan buruk di daerah pedesaan atau pinggiran kota. Mereka bersembunyi di siang hari, tetapi menjadi aktif di malam hari dan menghisap darah mamalia, termasuk darah manusia. Serangga triatomine paling sering menggigit wajah (karena itu penyakit ini disebut juga “kissing bug”). Selain itu, serangga juga dapat buang air besar atau buang air kecil di area dekat gigitan. Parasit yang dibawa serangga, kemudian memasuki tubuh ketika orang yang digigit tersebut secara tidak sadar mengoleskan kotoran atau urin serangga ke dalam mulut, mata, atau kulit yang pecah.

Baca juga: Inilah Gigitan Serangga yang Perlu Diwaspadai

T. cuzi juga dapat ditularkan melalui cara-cara berikut:

  • Mengonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi oleh kotoran atau urine dari triatomine bug yang terinfeksi T.cruzi.

  • Menerima transfusi darah dari orang yang terinfeksi. 

  • Penularan dari ibu yang terinfeksi ke bayi yang baru lahir selama kehamilan atau persalinan.

  • Menerima transplantasi organ dari orang yang terinfeksi.

  • Kecelakaan laboratorium.

3. Infeksi T.cruzi bisa disembuhkan bila pengobatan dilakukan segera setelah terinfeksi

Untuk membunuh parasit, penyakit Chagas dapat diobati dengan benzimidazole dan juga nifurtimox. Kedua obat ini hampir 100 persen efektif untuk menyembuhkan penyakit Chagas bila diberikan segera setelah infeksi pada awal fase akut terjadi, termasuk pada kasus penularan bawaan. Namun, efektivitas kedua obat tersebut berkurang bila pengobatan terlambat dilakukan atau baru dilakukan dalam waktu yang lama setelah seseorang terinfeksi.

Baca juga: Ini 2 Cara Tangani Penyakit Chagas

4. Pengendalian ektor adalah metode yang paling berguna untuk mencegah penyakit chagas

Sampai saat ini belum ada vaksin untuk penyakit Chagas. Pengendalian vektor serangga adalah metode pencegahan yang paling efektif di Amerika Latin. Skrining darah juga diperlukan untuk mencegah infeksi melalui transfusi dan transplantasi organ.

Berikut ini beberapa cara untuk mencegah penyakit Chagas:

  • Menyemprot rumah dan daerah sekitar dengan insektisida.

  • Memperbaiki rumah dan menjaga kebersihan rumah untuk mencegah serangga bersarang.

  • Memasang kelambu di tempat tidur.

  • Menjaga kebersihan yang baik ketika mempersiapkan makanan, menyajikan, mengonsumsi, dan menyimpan makanan.

Baca juga: Waspadai Komplikasi yang Disebabkan Penyakit Chagas

Itulah 4 fakta menarik tentang penyakit Chagas yang perlu kamu ketahui. Bila kamu ingin bertanya-tanya lebih lanjut tentang penyakit ini, gunakan saja aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa menghubungi dokter untuk bertanya-tanya seputar kesehatan kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2020. Chagas disease (American trypanosomiasis).
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2020. Chagas disease.