• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Fakta-Fakta Tentang Demam Berdarah yang Perlu Diketahui

Fakta-Fakta Tentang Demam Berdarah yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Demam berdarah merupakan infeksi yang ditularkan oleh nyamuk dan dapat menyebabkan penyakit seperti flu dan demam yang parah. Demam berdarah disebabkan oleh empat virus yang berbeda dan disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. 

Orang yang mengalami demam berdarah dapat mengalami gejala yang ringan hingga berat. Gejala yang parah termasuk sindrom syok dengue (DSS) dan demam berdarah dengue (DBD). Untuk penyembuhannya biasanya memerlukan rawat inap. Pencegahan adalah hal terbaik untuk menghindari gigitan nyamuk. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai demam berdarah berikut adalah beberapa fakta mengenai demam berdarah.

1. Gejala Khas Bintik Merah di Kulit

Beberapa orang yang mengalami demam berdarah tidak menunjukkan gejala. Meskipun begitu, empat sampai sepuluh hari setelah digigit nyamuk, tubuh akan mengalami demam hingga 40 derajat celsius. Demam terjadi bersamaan dengan sakit kepala parah, nyeri otot dan sendi serta di area belakang mata.

Gejala khas pengidap demam berdarah memiliki gejala khas. Pada pengidap demam berdarah akan muncul ruam atau bintik merah pada kulit yang terjadi akibat pendarahan. Jika ditekan, bintik ini tidak akan pudar. Bintik merah ini biasanya muncul sekitar 2-5 hari setelah demam. Selain itu, pengidap demam berdarah akan mengalami mimisan dan perdarahan ringan di gusi. 

Baca juga: Jangan Anggap Remeh, Alasan Demam Berdarah Bisa Berakibat Fatal

2. Sulit Dibedakan dengan Demam Biasa

Demam memang menjadi awal dari gejala DBD. Sayangnya, masih banyak orang yang terkecoh dengan demam flu biasa yang umum terjadi di musim hujan, bahkan hampir tidak bisa dibedakan. Maka itu jika pada hari ketiga demam tidak menghilang, sebaiknya di hari keempat pengidap melakukan tes darah. Pasalnya, demam yang tidak kunjung turun harus diwaspadai.Ini bisa menjadi gejala penyakit DBD.

3. Terdapat Tiga Fase

Ada tiga tahapan yang akan terjadi saat seseorang mengidap berdarah, yaitu:

  • Fase demam. Fase saat virus berada dalam aliran darah dapat menyebabkan demam tinggi. Tingkat demam dan viremia akan saling berkesinambungan satu sama lain. Pada fase ini, demam pertama akan muncul sekitar tiga atau empat hari setelah gigitan nyamuk. 
  • Fase Kritis. Pada fase ini terjadi berbagai kebocoran plasma secara tiba-tiba di dalam perut. Pengidap berdarah akan menunjukkan tanda-tanda penyempitan intravaskuler atau pendarahan berat dan harus segera dirujuk ke rumah sakit. 
  • Fase Penyembuhan. Di fase terakhir ini, kebocoran plasma berhenti sejalan dengan reabsorpsi plasma dan cairan. Tanda-tanda yang menunjukkan masuknya fase penyembuhan yaitu kembalinya nafsu makan, denyut nadi stabil, urine meningkat, dan pemulihan ruam karena virus dengue. 

Baca juga: Lakukan Hal Ini Untuk Mengobati Gejala Demam Berdarah

4. Memiliki Fase Kritis

Penyakit demam berdarah mungkin akan menghilang dalam waktu 24 jam ke depan saat ada tanda seperti rendahnya jumlah sel darah putih. Dalam kondisi tersebut, leukosit hanya akan memiliki WBC<5.000 sel/mm3 dibandingkan dengan leukosit normal, yaitu WBC 5.000-10.000 sel/mm3 atau biasa disebut dengan new-onset leukopenia.

Lalu, tanda lainnya yaitu terjadinya limfositosis artinya peningkatan limfosit. Terakhir yaitu peningkatan limfosit atipik, yang berarti limfosit plasma biru meningkat. Dengan menghilangnya demam, menandakan bahwa pengidap DBD sedang masuk fase kritis. 

5. Berpotensi Menimbulkan Komplikasi

Pengidap demam berdarah kemungkinan dapat mengalami komplikasi seperti kerusakan pembuluh darah yang dapat menyebabkan perdarahan. Demam berdarah yang tidak segera mendapatkan penanganan, bisa menyebabkan berbagai komplikasi serius. Mulai dari kejang, kerusakan hati, jantung, otak, paru-paru, syok, hingga kegagalan sistem organ yang dapat mengancam jiwa. 

6. Masih Bisa Dicegah

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah demam berdarah. Cara ini dikenal sebagai 3M, yaitu:

  • Mengurang tempat penampungan air.
  • Menutup tempat penampungan air.
  • Mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti. 

Baca juga: Catat, 6 Makanan untuk Menyembuhkan Demam Berdarah

Selain itu, kamu bisa melakukan langkah lain seperti memasang kawat antinyamuk di ventilasi rumah, mengatur cahaya yang cukup di dalam rumah, menanam tumbuhan pengusir nyamuk, hingga menaburkan bubuk abate pada penampungan air yang sulit di kuras. 

Jika kamu mengalami gejala yang mirip dengan penyakit demam berdarah, sebaiknya segera bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan penangan segera. Yuk, download aplikasinya sekarang!

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. Everything you need to know about Dengue fever