• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 5 Fakta Terbaru Virus Corona di Indonesia

Ini 5 Fakta Terbaru Virus Corona di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Ancaman virus corona (korona) Wuhan atau penyakit COVID-19 sudah di depan mata. Pada Selasa (2/3) kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan virus corona telah memasuki wilayah Indonesia. Hingga saat ini, terdapat dua warga negara Indonesia (WNI) yang positif mengidap COVID-19

Kedua warga Depok, Jawa Barat itu merupakan ibu dan seorang anaknya yang sebelumnya berkontak dengan warga Jepang. Warga Jepang tersebut baru terdeteksi COVID-19 di Malaysia, setelah meninggalkan Indonesia.

Kasus virus corona di Indonesia tak cuma berkaitan dengan virus corona yang menjangkiti kedua orang tersebut. Di balik timbulnya kasus pertama virus corona Wuhan di Indonesia, ada pula serangkaian kejadian lainnya. 

Nah, berikut fakta-fakta mengenai virus corona di Indonesia yang Halodoc himpun dari berbagai sumber:

Baca juga: Virus Corona Masuk ke Indonesia, 2 Orang Positif di Depok!

1. Berada Dalam Kondisi Baik

Menurut Menteri Kesehatan RI dr. Terawan Agus Putranto, kedua warga Depok yang positif mengidap COVID-19 kini berada dalam kondisi baik. Keduanya di isolasi di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso.

“Saya sudah nengok (menjenguk), ngecek, kedua pasien dalam kondisi baik gak ada demam, gak ada sesak, gak ada apa-apa, makan, dan komunikasi baik, kondisi sehat,” katanya seperti dilansir Kemenkes - Sehat Negeriku!

RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso sendiri merupakan rumah sakit rujukan nasional untuk penyakit infeksi. Penanganan yang dilakukan terhadap kedua pasien tersebut sudah sesuai yang disimulasikan. 

Terawan juga mengatakan, perawatan keduanya seperti orang yang terserang flu. Jadi, mereka diberi vitamin dan makanan sehat, bukan antibiotik. Tujuannya jelas, untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya. 

2. Warga Bekasi Meninggal Akibat Corona? 

Seorang warga yang berdomisili di Bekasi, Jawa Barat menjalani perawatan di Rumah Sakit dr Hafidz (RSDH) Cianjur. Pasien suspect virus corona tersebut berkunjung ke Cianjur, usai kembali dari Malaysia. Pagi tadi (3/3) pukul 04:00 WIB, pasien tersebut meninggal di rumah RSDH. 

Pasien tersebut sebenarnya sudah direncanakan untuk di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin (RSHS). Namun, menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes, kondisi pasien terus memburuk. Pada akhirnya suspect corona tersebut meninggal dunia.

Sempat beredar kabar kalau warga Bekasi tersebut meninggal akibat infeksi virus korona Wuhan. Namun, pada pukul 13:28 WIB pasien suspect virus corona tersebut dipastikan tidak terjangkit COVID-19. 

Kabar ini disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto. Kepastian tersebut diketahui setelah sampel pasien diperiksa di laboratorium oleh Kemenkes. 

Kasus Cianjur ini menambah satu jumlah suspect virus corona yang meninggal dunia, tapi dinyatakan negatif dari virus tersebut. Sebelumnya terdapat dua orang, masing-masing satu pasien di RS Badan Pengusahaan Batam, dan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dokter Kariadi, Semarang.

Baca juga: 10 Fakta Virus Corona yang Wajib Diketahui

3. Pasien Virus Corona Bertambah 6 Orang di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta

Selain kedua warga Depok yang positif mengidap COVID-19, RSPI Sulianti Saroso menerima enam pasien baru terkait virus korona. Menurut Direktur utama RSPI Sulianti Saroso, salah satu pasien tersebut berstatus warga negara asing (WNA). 

Dari 6 pasien yang mendapatkan pengawasan, tiga di antaranya memiliki riwayat kontak langsung dengan pasien positif COVID-19. Sementara itu, tiga lainnya merupakan pasien rujukan dari rumah sakit lain. 

Dengan kata lain, total pasien terkait virus corona di RSPI Sulianti Saroso menjadi 8 orang. Dua orang positif COVID-19, dan enam lainnya dalam pengawasan. 

4. 73 Petugas Medis RS Mitra Keluarga Depok Diliburkan

Menurut Direktur RS Mitra Keluarga Depok, sebanyak 73 petugas medis diliburkan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita menyebutkan bahwa instruksi libur itu diterbitkan langsung oleh manajemen RS Mitra Keluarga Depok. 

Menurut Mohammad Idris, Wali Kota Depok, 73 orang tersebut kini dalam pemantauan. Apa sebabnya? Ternyata mereka diduga berinteraksi dengan 2 pasien positif COVID-19, warga Depok yang kini dirawat di RSPI Sulianti Saroso.

Sebelum dirawat di RSPI Sulianti Saroso, keduanya melaporkan keluhan yang dialaminya terkait gejala virus corona ke RS Mitra Keluarga Depok, Jawa Barat. 

Dari 73 orang tersebut, 40 orang menunjukkan gejala sakit (pilek, batuk, dan demam). Sedangkan 33 orang lainnya tak menunjukkan gejala atau keluhan kesehatan.

Baca juga: Cegah COVID-19, Orang Sehat Tidak Perlu Pakai Masker?

5. Terjadi Panic Buying

Virus corona yang masuk ke Indonesia juga berimbas pada kehidupan sosial masyarakat. Kini banyak masyarakat yang melakukan panic buying, alis membeli bahan kebutuhan secara berlebihan. Padahal, tindakan ini justru bisa membuat kepanikan atau fobia lainnya yang sebenarnya tak perlu terjadi. 

Sebelumnya ramai diberitakan antrean pengunjung di pusat perbelanjaan kawasan Kelapa Gading Jakarta. Di sana warga berbondong-bondong membeli bahan-bahan pokok, masker, dan hand sanitizer, setelah dua warga depok terinfeksi COVID-19.

Menyikapi panic buying ini Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto, angkat bicara.  Ia mengatakan masyarakat tak perlu melakukan panic buying, dan berbelanjalah sesuai kebutuhan. 

Sebab, pemerintah memastikan tidak ada kelangkaan barang pokok usai dua warga Depok yang positif terjangkit virus corona Wuhan. Tak hanya itu, Mendag juga menjamin kalau pemerintah akan selalu memantau ketersedian barang.

Mau tahu lebih jauh mengenai virus corona? Atau sulit membedakan gejala COVID-19 dengan flu? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Dengan begitu, kamu tidak perlu ke rumah sakit dan meminimalisir risiko terjangkit berbagai virus dan penyakit. Pastikan sakitmu bukan karena virus corona! Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Detik.com. Diakses pada 2020. RSPI Sulianti Saroso Tangani 1 WNA Pasien Rujukan Terkait Corona 
Detik.com. Diakses pada 2020. Polri Imbau Masyarakat Jangan Panik Soal Virus Corona 
Kemenkes - Sehat Negeriku! Diakses pada 2020. 2 Pasien Positif Covid-19 Dalam Kondisi Baik 
Kompas.com. Diakses pada 2020. Duduk Perkara Petugas Medis RS Mitra Keluarga Depok Diliburkan  
Kompas.com. Diakses pada 2020. Pasien Meninggal di Cianjur Dipastikan Negatif Virus Corona 
Liputan6.com. Diakses pada 2020. Mendag: Masyarakat Tak Perlu Panic Buying, Stok Aman
Pikiran-Rakyat.com. Diakses pada 2020. Usai dari Malaysia, Warga Bekasi yang Berkunjung ke Cianjur Jadi Pasien Suspect Corona Pertama di RSDH
Tirto. Id. Diakses pada 2020. Suspect Corona COVID-19 di Indonesia yang Meninggal Jadi 3 Orang