Ad Placeholder Image

Feses Berlendir: Penyebab, Gejala, Kapan Harus ke Dokter?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   25 Februari 2026

Feses Berlendir? Kenali Penyebab & Cara Mengatasinya!

Feses Berlendir: Penyebab, Gejala, Kapan Harus ke Dokter?Feses Berlendir: Penyebab, Gejala, Kapan Harus ke Dokter?

Feses berlendir adalah kondisi yang ditandai dengan keluarnya lendir berlebihan saat buang air besar. Lendir dalam jumlah sedikit dan berwarna bening umumnya normal, namun jika jumlahnya banyak, disertai darah, nanah, nyeri perut, atau perubahan pada kebiasaan buang air besar, kondisi ini bisa menjadi indikasi masalah kesehatan yang lebih serius.

Apa Itu Feses Berlendir?

Feses berlendir adalah kondisi ketika tinja bercampur dengan lendir dalam jumlah yang tidak normal. Lendir diproduksi secara alami oleh usus untuk melancarkan proses pencernaan dan membantu pergerakan feses. Namun, berbagai faktor dapat menyebabkan produksi lendir berlebihan.

Penyebab Feses Berlendir

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan feses berlendir, antara lain:

  • Infeksi Usus: Infeksi bakteri, virus, atau parasit dapat menyebabkan peradangan pada usus dan meningkatkan produksi lendir.
  • Sembelit (Konstipasi) dan Dehidrasi: Kekurangan cairan dapat memicu peningkatan produksi lendir untuk melancarkan pergerakan feses.
  • Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS): Gangguan fungsi usus besar ini dapat menyebabkan perubahan pola buang air besar dan peningkatan produksi lendir.
  • Penyakit Radang Usus (IBD): Penyakit Crohn dan kolitis ulserativa adalah contoh penyakit radang usus yang menyebabkan peradangan kronis dan produksi lendir berlebihan.
  • Wasir (Ambeien): Kondisi ini dapat menyebabkan iritasi dan peradangan pada area rektum, yang dapat memicu produksi lendir.
  • Alergi Makanan dan Intoleransi: Alergi atau intoleransi terhadap makanan tertentu, seperti laktosa atau gluten (penyakit celiac), dapat menyebabkan peradangan pada usus dan meningkatkan produksi lendir.
  • Fibrosis Kistik: Kelainan genetik ini menyebabkan lendir kental menumpuk di berbagai organ tubuh, termasuk usus.
  • Pertumbuhan Gigi pada Bayi: Produksi air liur berlebih selama pertumbuhan gigi dapat mengiritasi usus dan menyebabkan peningkatan lendir pada feses bayi.
  • Kanker Usus: Meskipun jarang, lendir berlebihan dalam feses bisa menjadi salah satu gejala kanker usus.

Gejala Feses Berlendir

Gejala utama dari feses berlendir adalah adanya lendir yang terlihat pada tinja. Gejala lain yang mungkin menyertai meliputi:

  • Sakit perut atau kram perut
  • Perut kembung
  • Perubahan frekuensi atau konsistensi buang air besar (diare atau sembelit)
  • Adanya darah atau nanah dalam tinja
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter jika feses berlendir disertai dengan gejala-gejala berikut:

  • Darah atau nanah dalam tinja
  • Sakit perut yang parah atau kram perut yang tidak tertahankan
  • Perubahan frekuensi atau konsistensi buang air besar yang signifikan dan berlangsung lama
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Demam

Cara Mengatasi Feses Berlendir di Rumah (Sambil Menunggu Konsultasi)

Beberapa langkah yang dapat dilakukan di rumah untuk membantu mengatasi feses berlendir antara lain:

  • Perbanyak Cairan: Minum air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
  • Penuhi Asupan Serat: Konsumsi buah dan sayur untuk membantu melancarkan pencernaan. Namun, hindari konsumsi serat berlebihan jika sedang mengalami sembelit.
  • Makan Teratur dan Bersih: Makan dengan porsi kecil namun sering, konsumsi makanan yang matang sempurna, dan hindari makanan pedas atau berlemak.
  • Hindari Pemicu: Kurangi konsumsi makanan berlemak, berminyak, dan hindari penggunaan obat-obatan tanpa resep dokter.
  • Istirahat Cukup dan Kelola Stres: Hindari stres berlebihan dan pastikan tubuh mendapatkan istirahat yang cukup.

Diagnosis dan Pengobatan Feses Berlendir

Untuk mendiagnosis penyebab feses berlendir, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik dan meminta informasi mengenai riwayat kesehatan serta pola makan. Dokter juga mungkin akan menyarankan pemeriksaan lebih lanjut seperti:

  • Tes Darah: Untuk mendeteksi adanya infeksi atau peradangan.
  • Tes Feses: Untuk memeriksa adanya bakteri, virus, parasit, atau darah dalam tinja.
  • USG: Untuk melihat kondisi organ-organ dalam perut.
  • Endoskopi: Untuk melihat langsung kondisi usus besar.

Pengobatan feses berlendir akan tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Dokter akan menentukan rencana pengobatan yang sesuai berdasarkan hasil diagnosis.

Rekomendasi Halodoc

Feses berlendir bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang perlu diperiksakan ke dokter. Jika mengalami feses berlendir disertai gejala lain seperti sakit perut, perubahan frekuensi BAB, atau adanya darah dalam tinja, segera konsultasikan dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat.