Ad Placeholder Image

Feses Berwarna Hijau pada Bayi: Normal Atau Bahaya?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   07 Mei 2026

Feses Berwarna Hijau pada Bayi, Normal Kok! Ini Sebabnya

Feses Berwarna Hijau pada Bayi: Normal Atau Bahaya?Feses Berwarna Hijau pada Bayi: Normal Atau Bahaya?

Apa Arti Feses Berwarna Hijau pada Bayi?

Warna feses bayi dapat menjadi indikator penting kesehatan pencernaannya. Feses bayi umumnya berwarna kuning mustard, namun seringkali orang tua menemukan feses bayi berwarna hijau. Kondisi feses berwarna hijau pada bayi tidak selalu menandakan masalah serius. Ada beberapa penyebab feses hijau yang normal dan tidak memerlukan penanganan khusus, tetapi ada juga situasi yang membutuhkan perhatian medis.

Pemahaman mengenai penyebab feses hijau, baik yang normal maupun yang perlu diwaspadai, sangat membantu orang tua untuk mengambil tindakan yang tepat. Artikel ini akan menjelaskan secara rinci tentang feses berwarna hijau pada bayi, kapan kondisi ini normal, dan kapan perlu mencari bantuan dokter.

Penyebab Feses Hijau pada Bayi yang Normal

Banyak faktor yang dapat menyebabkan feses bayi menjadi hijau. Berikut adalah beberapa penyebab umum yang seringkali normal dan tidak perlu dikhawatirkan:

  • Konsumsi Makanan Tertentu pada MPASI

    Jika bayi sudah memulai Makanan Pendamping ASI (MPASI), konsumsi sayuran hijau seperti bayam, brokoli, atau kacang polong dapat menyebabkan fesesnya berwarna hijau. Pigmen klorofil dalam sayuran ini tidak sepenuhnya dicerna dan keluar bersama feses.

  • Jenis Susu Formula

    Beberapa jenis susu formula, terutama yang memiliki kandungan zat besi tinggi, dapat menyebabkan feses bayi berwarna hijau gelap. Zat besi yang tidak sepenuhnya diserap tubuh dapat memberikan warna hijau pada feses. Formula khusus seperti susu kedelai atau formula hipoalergenik juga dapat menghasilkan feses dengan nuansa hijau.

  • Ketidakseimbangan ASI (Foremilk-Hindmilk Imbalance)

    Pada bayi yang disusui, feses hijau bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan antara foremilk dan hindmilk. Foremilk adalah ASI awal yang encer dan tinggi laktosa, sedangkan hindmilk adalah ASI akhir yang kaya lemak dan lebih padat nutrisi. Jika bayi terlalu banyak mengonsumsi foremilk dan kurang mendapatkan hindmilk, pencernaannya bisa lebih cepat, menyebabkan empedu yang memberikan warna hijau pada feses tidak sempat berubah menjadi cokelat.

  • Pencernaan yang Cepat

    Kadang-kadang, feses hijau dapat terjadi karena makanan melewati saluran pencernaan bayi terlalu cepat. Hal ini membuat pigmen empedu, yang awalnya berwarna hijau sebelum dipecah oleh bakteri di usus, tidak memiliki cukup waktu untuk berubah warna menjadi kuning atau cokelat seperti biasanya.

  • Suplemen Zat Besi

    Bayi yang mengonsumsi suplemen zat besi, baik secara langsung maupun melalui ASI dari ibu yang mengonsumsi suplemen tersebut, mungkin mengalami perubahan warna feses menjadi hijau kehitaman.

Kapan Harus Waspada? Tanda Bahaya Feses Hijau pada Bayi

Meskipun seringkali normal, feses hijau pada bayi juga bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang memerlukan perhatian. Orang tua perlu waspada jika feses hijau disertai dengan gejala berikut:

  • Diare

    Jika feses hijau sangat cair, berbusa, dan terjadi lebih sering dari biasanya, ini bisa menjadi tanda diare. Diare pada bayi dapat menyebabkan dehidrasi dengan cepat dan memerlukan penanganan medis.

  • Rewel atau Perubahan Perilaku

    Bayi yang tiba-tiba menjadi sangat rewel, mudah tersinggung, atau menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan bisa jadi mengalami ketidaknyamanan atau nyeri akibat masalah pencernaan.

  • Muntah

    Muntah yang persisten, terutama jika disertai dengan feses hijau, dapat mengindikasikan infeksi pencernaan atau masalah lain yang lebih serius.

  • Tidak Mau Menyusu atau Minum Susu

    Penolakan terhadap ASI atau susu formula, disertai lesu atau kurang aktif, adalah tanda penting bahwa bayi mungkin sedang sakit.

  • Penurunan Berat Badan atau Gagal Tumbuh

    Jika feses hijau persisten disertai dengan bayi yang tidak naik berat badan sesuai grafik pertumbuhan, hal ini perlu dievaluasi oleh dokter untuk mencari penyebab malabsorpsi nutrisi.

  • Gejala Alergi atau Intoleransi

    Feses hijau berbusa atau berlendir, terutama jika disertai ruam, eksim, atau darah dalam feses, bisa menjadi tanda alergi makanan atau intoleransi terhadap komponen tertentu dalam ASI atau susu formula.

  • Infeksi

    Infeksi bakteri atau virus pada saluran pencernaan dapat menyebabkan feses hijau, seringkali disertai demam, diare, dan muntah.

Langkah Selanjutnya: Kapan Harus ke Dokter?

Memahami perbedaan antara feses hijau yang normal dan yang perlu diwaspadai sangat penting. Jika orang tua merasa khawatir atau melihat adanya gejala penyerta yang disebutkan di atas, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter anak. Pemeriksaan oleh profesional medis dapat membantu mendiagnosis penyebab pasti dan memberikan penanganan yang tepat jika diperlukan.

Dokter mungkin akan menanyakan tentang pola makan bayi, riwayat kesehatan, dan melakukan pemeriksaan fisik. Terkadang, sampel feses mungkin perlu dianalisis untuk menyingkirkan infeksi atau kondisi lain. Jangan menunda konsultasi jika bayi menunjukkan tanda-tanda dehidrasi atau sangat sakit.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Feses berwarna hijau pada bayi dapat menjadi hal yang normal karena faktor makanan, susu formula, atau pola menyusui. Namun, penting untuk mengenali tanda-tanda peringatan seperti diare, muntah, rewel, atau kurangnya nafsu makan yang menyertai feses hijau. Jika kekhawatiran muncul, mencari nasihat medis adalah langkah terbaik. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kesehatan bayi atau jika ada gejala yang mencurigakan, segera manfaatkan layanan konsultasi dengan dokter anak di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang akurat.