• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gangguan Kepribadian Ambang Picu Penyalahgunaan NAPZA

Gangguan Kepribadian Ambang Picu Penyalahgunaan NAPZA

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Mengalami perubahan suasana hati bisa dibilang menjadi kondisi yang wajar dialami oleh siapa saja, apalagi jika mengalami pengalaman yang menyedihkan atau menyenangkan. Namun, sebaiknya perhatikan perubahan suasana hati yang cukup sering kamu alami dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan mental, salah satunya gangguan kepribadian ambang.

Baca juga: Anak-anak Bisa Mengidap Gangguan Kepribadian Ambang?

Gangguan kepribadian ambang atau yang dikenal dengan borderline personality disorder merupakan gangguan mental yang menyebabkan pengidapnya mengalami perubahan suasana hati yang tidak menentu, citra diri yang selalu berubah, hingga perilaku impulsif. Biasanya, kondisi ini muncul saat memasuki usia menjelang dewasa. Tentunya perawatan perlu dilakukan dengan tepat agar tidak menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya adalah penyalahgunaan NAPZA.

Kenali Gejala dari Gangguan Kepribadian Ambang

Melansir dari Help Guide, untuk mendeteksi adanya gangguan kepribadian ambang, ahli kesehatan mental umumnya akan mengelompokkan gejala dari kondisi ini menjadi beberapa kelompok. Biasanya, seseorang dideteksi alami gangguan kepribadian ambang ketika mengalami lima atau lebih dari kelompok gejala yang disebutkan. 

Berikut adalah beberapa kelompok gejala yang perlu diketahui terkait kondisi kesehatan mental ini.

1.Takut Ditinggalkan

Pengidap gangguan ini akan merasa takut ditinggalkan. Bahkan, untuk hal-hal yang kecil, seperti kerabat atau teman yang pulang terlambat dapat membuat pengidap mengalami cemas dan panik yang berlebihan. Pengidap juga akan melakukan berbagai usaha agar ia tidak ditinggalkan yang justru memiliki efek sebaliknya.

2.Hubungan yang Tidak Stabil

Pola hubungan yang tidak stabil dimana pengidap mengidolakan seseorang, tetapi tiba-tiba berpikir bahwa orang tersebut akan berbuat jahat.

3.Perubahan Citra Diri

Citra diri yang selalu berubah dan tidak konsisten.

4.Impulsif

Pengidap gangguan ini rentan mengalami perilaku impulsif dan berisiko. Biasanya, pengidap akan melakukan berbagai hal untuk mencari sensasi dan berbahaya. Gejala impulsif yang dialami dilakukan untuk membantu pengidap merasa lebih baik, tetapi kondisi ini dapat merugikan orang lain. Salah satu kegiatan impulsif yang umum dilakukan, seperti berbelanja barang yang tidak mampu dibeli hingga penyalahgunaan NAPZA.

Baca juga: Mood Tidak Stabil Menandakan Gangguan Kepribadian Ambang

5.Rentan Menyakiti Diri Sendiri

Pengidap gangguan kepribadian ambang sangat rentan memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri hingga bunuh diri.

6.Perubahan Suasana Hati

Kondisi ini menjadi gejala yang sangat khas pada pengidap gangguan kepribadian ambang. Pengidap gangguan ini akan memiliki emosi yang tidak stabil.

7.Merasa Sepi dan Sendirian

Seseorang dengan gangguan ini kerap menceritakan perasaannya yang terasa kosong atau hampa. Mereka juga akan merasa bahwa mereka kesepian dan sendirian. Biasanya, mereka akan merasa bukan siapa-siapa sehingga merasa tidak nyaman berada ditengah lingkungan sosial.

8.Emosi yang Meledak-ledak

Perubahan suasana hati terkadang menyebabkan emosi yang meledak-ledak dan tidak dapat dikontrol.

9.Merasa Curiga

Pengidap gangguan ini juga akan rentan merasa curiga terhadap orang lain dan berisiko alami gangguan paranoid.

Itulah beberapa kelompok gejala dari gangguan kepribadian ambang. Tidak ada salahnya segera kunjungi rumah sakit terdekat jika kamu atau kerabat terdekat mengalami beberapa gejala terkait gangguan ini.

Gangguan Kepribadian Ambang dan Penyalahgunaan NAPZA

Penyebab gangguan kepribadian ambang belum diketahui dengan jelas hingga saat ini. Namun, beberapa pemicu dapat menyebabkan kondisi ini, seperti faktor lingkungan yang negatif, kondisi genetik, kelainan pada fungsi otak, serta adanya gangguan kesehatan mental lainnya.

Baca juga: Ini Komplikasi Kesehatan Akibat Gangguan Kepribadian Ambang

Pendeteksian gangguan ini dengan tepat tentunya dapat menentukan pengobatan yang perlu dilakukan. Beberapa jenis psikoterapi dinilai efektif untuk mengatasi kondisi ini, seperti dialectical behavior therapy, schema focused therapy, hingga terapi psikodinamis. 

Pengobatan yang tepat tentunya dapat meningkatkan kualitas hidup pengidap dan menghindari berbagai risiko komplikasi. Pengidap gangguan kepribadian ambang nyatanya dapat mengalami gangguan lain, seperti depresi, gangguan bipolar, gangguan kecemasan, hingga penyalahgunaan NAPZA.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Borderline Personality Disorder.
Help Guide. Diakses pada 2020. Borderline Personality Disorder.
National Institute of Mental Health. Diakses pada 2020. Borderline Personality Disorder.