• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Gejala Alami Infeksi Nosokomial

Ini Gejala Alami Infeksi Nosokomial

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Infeksi nosokomial biasanya disebabkan karena infeksi toksin yang ada di lokasi tertentu, seperti rumah sakit. Infeksi nosokomial digunakan sebagai istilah yang berkaitan dengan infeksi karena perawatan kesehatan di rumah sakit. 

Beberapa gejala dari infeksi nosokomial adalah infeksi saluran kemih, gastroenteritis, meningitis, radang paru-paru, demam, batuk, sesak napas, rasa terbakar dengan buang air kecil atau kesulitan buang air kecil, sakit kepala, mual, muntah, dan diare.

Penyebab dan Gejala Infeksi Nosokomial

Bakteri, jamur, dan virus dapat menyebabkan infeksi nosokomial. Bakteri menjadi penyebab sekitar 90 persen dari kasus infeksi nosokomial. Bakteri, jamur, dan virus dapat berpindah dan menyebar terutama melalui kontak orang ke orang. 

Ini termasuk tangan yang tidak bersih dan instrumen medis, seperti kateter, mesin pernapasan, dan peralatan rumah sakit lainnya. Kasus infeksi nosokomial juga meningkat ketika ada penggunaan antibiotik yang berlebihan dan tidak tepat. Ini dapat mengakibatkan bakteri menjadi kebal terhadap beberapa antibiotik.

Baca juga: Infeksi Virus vs Bakteri, Lebih Berbahaya Mana?

Siapa pun yang dirawat di fasilitas kesehatan berisiko tertular infeksi ini. Selain menjalani perawatan di rumah sakit, beberapa risiko lainnya adalah: 

  1. Kondisi kesehatan teman sekamar saat di rumah sakit.
  2. Usia, terutama jika kamu berusia lebih dari 70 tahun.
  3. Sudah berapa lama kamu menggunakan antibiotik.
  4. Apakah kamu menggunakan kateter urine.
  5. Berapa lama tinggal di ICU.
  6. Pernahkah mengalami koma.
  7. Pernah mengalami syok.
  8. Jenis trauma apa pun yang dialami.
  9. Sistem kekebalan tubuh terganggu.

Risiko juga meningkat jika kamu menjalani perawatan di ICU. Kemungkinan penularan infeksi nosokomial di ICU anak adalah 6,1–29,6 persen. Hampir 11 persen dari sekitar 300 orang yang menjalani operasi berisiko mengalami infeksi nosokomial. 

Informasi lebih detail mengenai gejala dan risiko infeksi nosokomial bisa ditanyakan langsung di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu.  Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Chat with a doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. 

Diagnosis dan Pengobatan Infeksi Nosokomial

Banyak dokter dapat mendiagnosis infeksi nosokomial hanya dengan penglihatan dan gejala saja. Peradangan dan/atau ruam di tempat infeksi juga bisa menjadi indikasi. Jika infeksi terjadi sebelum kamu menjalani perawatan di rumah sakit, menjadi sesuatu yang rumit untuk didiagnosis dan seringnya tidak dianggap sebagai infeksi nosokomial. 

Besar kemungkinan kamu akan diminta untuk melakukan tes darah dan urine untuk mengidentifikasi infeksi. Perawatan untuk infeksi ini tergantung pada jenis infeksi. Dokter akan merekomendasikan antibiotik. 

Baca juga: Ini Penjelasan Sistem Imun yang Kuat Bisa Lawa Virus Corona

Selain itu, dokter akan melepas perangkat seperti kateter secepatnya sesuai kebutuhan medis. Untuk mendorong proses penyembuhan alami dan mencegah dehidrasi, dokter akan mendorong kamu untuk menjalani diet sehat, asupan cairan, dan istirahat.

Pencegahan infeksi nosokomial tidak hanya menjadi bagian edukasi dari pasien, tetapi juga staf rumah sakit. Beberapa langkah umum untuk pengendalian infeksi meliputi:

  1. Skrining ICU untuk melihat apakah orang dengan infeksi nosokomial perlu diisolasi.
  2. Identifikasi jenis isolasi yang diperlukan, yang dapat membantu melindungi orang lain atau mengurangi kemungkinan infeksi lebih lanjut.
  3. Mengamati kebersihan tangan, yang melibatkan mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh orang-orang di rumah sakit.
  4. Mengenakan perlengkapan yang sesuai, termasuk sarung tangan, gaun, dan pelindung wajah.
  5. Membersihkan permukaan dengan benar, dengan frekuensi yang disarankan.
  6. Memastikan kamar berventilasi baik.

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2020. What Are Nosocomial Infections?
Science Direct. Diakses pada 2020. Nosocomial infections: Epidemiology, prevention, control and surveillance.