• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Gejala Anemia pada Remaja yang Perlu Diwaspadai

Ini Gejala Anemia pada Remaja yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu kerap merasakan lemas dan mudah lelah? Jika iya, mungkin saja hal tersebut terjadi sebagai gejala dari anemia. Gangguan tersebut terjadi ketika sel darah merah mengalami gangguan yang membuat oksigen tidak menyebar ke seluruh tubuh. Anemia dapat terjadi dalam gangguan akut dan kronis, yang dapat membahayakan.

Umumnya, pengidap anemia adalah orang-orang telah menginjak usia dewasa. Ternyata, gangguan ini juga dapat terjadi pada seseorang yang masih terbilang muda atau disebut juga remaja. Selain itu, penting untuk mengamati gejala anemia yang timbul pada remaja agar dapat mencegah hal yang tidak diinginkan. Berikut beberapa gejala yang harus diperhatikan!

Baca juga: Cari Tahu 7 Gejala Anemia yang Perlu Dihindari

Gejala Anemia yang Harus Diwaspadai Remaja

Memang anemia dapat menyerang semua orang, tidak terkecuali remaja. Hal ini lebih sering terjadi pada remaja perempuan yang sedang mengalami menstruasi. Padahal, saat remaja, tubuh membutuhkan banyak nutrisi termasuk juga zat besi. Ketika kekurangan hal tersebut, remaja dapat mengidap anemia.

Tubuh yang mengalami anemia kesulitan untuk memproduksi sel darah merah pembawa oksigen yang cukup disebabkan oleh kekurangan hemoglobin. Anemia harus benar-benar dianggap hal yang serius agar dapat dicegah. Maka dari itu, penting untuk memeriksakan anak remaja terkait risiko mengidap anemia.

Salah satu hal yang harus diperhatikan pada remaja perempuan yang mengidap anemia adalah gejala yang ditimbulkan. Terdapat beberapa gejala yang harus diwaspadai ketika terjadi karena mungkin saja anemia yang terjadi sudah terbilang parah. Berikut beberapa gejala anemia yang harus benar-benar diperhatikan agar gangguan yang parah dapat dicegah:

  • Sering merasakan sakit pada kepala.
  • Sulit untuk berkonsentrasi.
  • Detak jantung yang cepat dan mengalami sesak napas.
  • Tangan dan kaki bengkak.
  • Mengalami pusing hingga pingsan.

Jika anak ibu mengalami beberapa gejala tersebut, ada baiknya untuk memeriksa terkait gangguan yang disebabkan anemia. Bukan tidak mungkin hal tersebut dapat diatasi dengan konsumsi suplemen tertentu hingga melakukan perubahan gaya hidup agar kondisinya menjadi lebih baik.

Baca juga: Bukan Cuma Mudah Letih, Ini 14 Gejala Anemia Defisiensi Besi

Cara Mencegah Anemia pada Remaja

Anemia yang terjadi dapat dicegah dengan memastikan apabila makanan yang dikonsumsi seimbang. Pastikan seluruh makanan yang dikonsumsi mengandung banyak zat besi agar anemia dapat diatasi. Sumber zat besi yang baik untuk dikonsumsi adalah daging merah, kuning telur, kentang, tomat, kacang-kacangan, hingga kismis.

Sebaiknya konsumsi juga buah atau makanan yang kaya akan vitamin C. Hal tersebut berguna untuk penyerapan zat besi pada tubuh. Meskipun sayuran hijau kaya akan kandungan zat besi, banyak jenisnya yang sulit untuk diserap oleh tubuh. Hal yang paling penting adalah memastikan vitamin C terus tercukupi setiap harinya.

Maka dari itu, penting untuk memperhatikan gejala-gejala dari remaja ketika mengidap anemia. Dengan begitu, gangguan tersebut dapat diatasi secara dini dan tidak menyebabkan kelainan yang tidak diharapkan.

Baca juga: Mudah Lelah, Waspada 7 Tanda Anemia yang Perlu Diatasi

Ibu juga dapat bertanya pada dokter dari Halodoc terkait gejala yang harus diwaspadai pada remaja yang mengidap anemia. Caranya mudah sekali, ibu hanya perlu download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!

Referensi:
Health24. Diakses pada 2020. Is my teenager at risk for anaemia?
Healthy Children. Diakses pada 2020. Anemia in Children and Teens: Parent FAQs.