• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Gejala Mimisan yang Dialami Berbahaya

6 Gejala Mimisan yang Dialami Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Tahukah kamu kalau hidung punya banyak pembuluh darah? Hidung mempunyai banyak pembuluh darah yang terletak dekat dengan permukaan di bagian depan dan belakang hidung. Nah, area tersebut sangat rapuh dan mudah berdarah. Bagi kamu yang suka mengupil, sebaiknya mulai kurangi kebiasaan ini karena bisa sebabkan hidung mimisan. 

Mimisan memang jarang menandakan masalah medis yang serius. Tapi, bukan tidak mungkin kondisi ini adalah gejala dari penyakit serius. Oleh sebab itu, kamu perlu tahu gejala mimisan yang menandakan kondisi serius berikut ini. 

Baca Juga : Hati-Hati Cuaca Panas Bisa Sebabkan Mimisan

Gejala Mimisan yang Berbahaya

Mimisan kerap menjadi pertanda adanya masalah. Melansir dari Mayo Clinic, berikut gejala mimisan yang menandai kondisi berbahaya, yaitu:

  • Pendarahan tidak berhenti setelah 20 menit;

  • Mimisan dengan volume darah yang sangat banyak;

  • Mimisan pada anak berusia di bawah 2 tahun;

  • Mimisan yang membuat kesulitan bernapas;

  • Mengalami perdarahan hidung setelah mengalami cedera kepala. Kondisi ini bisa jadi menandai fraktur tengkorak;

  • Curiga hidung mungkin patah atau jika hidung berubah bentuk setelah cedera pada hidung atau kepala.

Kalau kamu mengalami tanda-tanda di atas, cari bantuan medis segera agar diidentifikasi lebih lanjut. Apabila mimisan sering sekali terjadi, kamu harus memeriksakan diri ke dokter untuk dicari tahu penyebabnya. Kalau kamu berencana mengunjungi rumah sakit, kini kamu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan lewat aplikasi.

Baca Juga: Mimisan Bisa jadi Tanda 5 Penyakit Ini

Penanganan Pertama yang Harus Dilakukan

Berikut penanganan pertama yang perlu dilakukan ketika mengalami mimisan, yaitu :

  • Duduk tegak dan condong ke depan. Duduk tegak akan mengurangi tekanan darah di pembuluh darah hidung, sehingga mencegah pendarahan lebih lanjut. Duduk dengan agak condong ke depan juga mencegah kamu untuk menelan darah yang dapat mengiritasi perut.

  • Tiup dengan lembut. Tiup hidung dengan lembut untuk membersihkan darah yang menggumpal. Semprotkan dekongestan hidung ke hidung juga bisa membantu.

  • Jepit hidung. Gunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk menutup kedua lubang hidung, meskipun hanya satu sisi yang berdarah. Selama dijepit, kamu bisa bernapas melalui mulut terlebih dahulu

Jika perdarahan tidak berhenti, ulangi langkah-langkah ini selama 15 menit. Setelah pendarahan berhenti, hindari meniup hidung dan jangan membungkuk selama beberapa jam. Jaga agar kepala  lebih tinggi dari tingkat hati. Ini tips yang bisa dicoba untuk mencegah mimisan, yaitu:

  • Jaga hidung tetap lembap. Jaga hidung tetap lembap, terutama selama bulan-bulan yang lebih dingin ketika udara kering. Untuk membuat hidung lembap, kamu bisa mengoleskan petroleum jelly tipis-tipis atau salep antibiotik dengan cotton swab tiga kali sehari. Semprotan garam saline juga dapat membantu melembapkan selaput hidung yang kering.

  • Memotong kuku. Jika kuku sudah terlihat panjang, segera potong. Orangtua juga wajib memotong kuku anak untuk mencegah cedera hidung saat mengupil

  • Gunakan pelembap udara. Humidifier akan menangkal efek udara kering dengan menambahkan kelembapan ke udara.

Baca Juga: Jangan Panik, Ini Penyebab Mimisan pada Anak

Kalau kamu salah satu orang yang doyan mengupil, sebaiknya jangan sering-sering melakukan kebiasaan ini. Pasalnya, terlalu sering mengupil juga rentan melukai hidung. Selain itu, pastikan pula kuku jari tangan tetap pendek untuk menghindari terjadinya luka.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Nosebleeds.
Revere Health. Diakses pada 2020. When a Nosebleed Is Something More Than Just a Nosebleed.