• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Hal yang Bisa Menyebabkan Depresi setelah Menikah

5 Hal yang Bisa Menyebabkan Depresi setelah Menikah

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Pasangan yang sedang dimabuk cinta tentunya akan sangat menanti-nantikan waktu di mana mereka bisa bersatu dalam sebuah pernikahan. Namun, nyatanya kehidupan pernikahan tidak selalu indah. Menyatukan dua orang dengan karakter dan latar belakang yang berbeda tentu bukan hal yang mudah. Itulah mengapa banyak orang menjadi depresi setelah menikah. Yuk, cari tahu apa saja hal-hal yang dapat membuat depresi setelah menikah di bawah ini.

Kebanyakan pasangan biasanya sangat bersemangat saat mempersiapkan pesta pernikahan mereka. Namun, satu hal yang jarang mereka persiapkan adalah depresi dalam pernikahan. Nyatanya, kehidupan pernikahan tidak selalu diisi oleh hal-hal yang membahagiakan. 

Kekecewaan, perselisihan, dan juga kemarahan kadang-kadang juga dapat menghiasi kehidupan rumah tangga. Tidak jarang tantangan dalam pernikahan tersebut akhirnya membuat seseorang menjadi depresi.

Memahami apa penyebab depresi dalam pernikahan dan cara bagaimana memperbaiki masalah hubungan adalah kunci untuk mempertahankan kesejahteraan diri sendiri maupun hubungan dengan pasangan.

Baca juga: Hati-Hati, 5 Hal Ini Dapat Membuat Pernikahan Renggang

Penyebab Depresi Setelah Menikah

Berikut ini beberapa hal yang dapat menyebabkan depresi setelah menikah:

1. Salah Satu Pasangan Bersikap Dominan

Menurut Susan Heitler Ph.D, seorang dokter yang sudah menangani banyak pasangan, interaksi di mana satu pasangan mengambil peran dominan, sedangkan yang lainnya mengambil peran patuh, cenderung memicu depresi pada pasangan yang memiliki kekuatan yang lebih kecil tersebut atau peran korban. Ketidakcocokan atau ketidakmampuan untuk menjadi partner yang baik bagi satu sama lain juga dapat menjadi pemicu setelah menikah.

2. Perselisihan dan Pertengkaran

Menurut sebuah artikel jurnal di Couple & Family Psychology (Maret, 2013), suami atau istri yang berada dalam pernikahan dengan banyak ketegangan, ketidaksetujuan, atau pertengkaran, 10–25 kali lebih mungkin mengalami depresi daripada orang-orang yang belum menikah atau dalam pernikahan yang kolaboratif.

3. Tantangan Hidup

Saat kehidupan menghadirkan tantangan-tantangan yang tidak terhindarkan, ikatan yang paling kuat sekalipun dapat menjadi goyah. Sebagian besar pasangan sangat menyadari bahwa masalah, seperti kehilangan pekerjaan, kemandulan, masalah kesehatan serius dapat mengganggu kebahagiaan dalam pernikahan.

4. Ketidaksetiaan

Perselingkuhan adalah penyebab ketidakharmonisan dalam rumah tangga yang paling umum. Hal tersebut dianggap sebagai kesalahan dalam pernikahan yang paling fatal yang tidak semua orang bisa mentolerirnya. Pria atau wanita yang tidak setia juga akan membuat pasangannya merasakan sakit hati, kekecewaan, dan kesedihan yang mendalam, hingga tidak jarang berujung pada depresi.

Baca juga: Pasangan Selingkuh, Tinggalkan atau Perbaiki Hubungan?

5. Tidak Ada Komunikasi yang Baik

Depresi juga dapat berkembang pada mereka yang percaya bahwa pasangannya tidak mau bekerja sama untuk mengubah pola perilakunya yang menjadi masalah dalam hubungan pernikahan, serta tidak memiliki komunikasi yang baik untuk menyelesaikan masalah-masalah atau tidak memiliki keterbukaan dalam pernikahan mereka.

Baca juga: Kompromi Kunci Agar Hubungan Asmara Awet

Cara Mengatasi Depresi Setelah Menikah

Depresi dapat mengubah cara seseorang menangani bahkan situasi yang paling biasa sekalipun dan penyakit mental tersebut juga dapat memengaruhi anak-anak, teman-teman dan keluarga besar. Karena itu, depresi yang dialami setelah menikah sebaiknya harus segera ditangani dengan baik.

Untungnya, sekarang ini sudah banyak pilihan perawatan yang tersedia untuk pasangan atau individu yang menghadapi depresi, termasuk terapi dan obat-obatan. Konseling pasangan adalah salah satu pilihan terapi yang tersedia. 

Ini adalah cara yang baik untuk membicarakan dan menyelesaikan masalah di dalam hubungan. Bila seseorang mengalami depresi berat, terapi individual mungkin juga diperlukan untuk membantu mengidentifikasi pemicu yang mendasarinya.

Bila kamu mengalami depresi, kamu bisa coba membicarakan perasaan kamu pada ahli kesehatan mental dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa menghubungi psikolog kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Sparlin Mental Health. Diakses pada 2020. Overcoming Depression Marriage.
Psychology Today. Diakses pada 2020. How to Prevent Your Marriage From Making You Depressed.
Mental Help. Diakses pada 2020. Depression and Marriage.