• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Masih Harus WFH setelah Lebaran? Ini Tipsnya

Masih Harus WFH setelah Lebaran? Ini Tipsnya

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Semua orang pasti berharap hanya di tahun 2020 saja suasana hari Lebaran akan berbeda. Berkat pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh virus jenis baru, SARS-CoV-2, kini masyarakat Indonesia dilarang mudik, dan cuti bersama untuk Lebaran digeser ke akhir tahun. Alhasil, para pekerja di Indonesia banyak yang masih disibukkan dengan pekerjaan sekitar hari raya Idulfitri.

Namun, kamu patut bersyukur sebab dengan kemajuan teknologi, banyak pekerja yang bisa bekerja dari rumah (work from home) dan ini tidak mengurangi produktivitas mereka. Penelitian yang dilakukan oleh Telework Research Network menyebutkan bahwa orang Amerika yang bekerja secara eksklusif dari rumah, sebanyak 54 persen di antaranya mengaku lebih bahagia daripada mereka yang tidak bisa bekerja dari rumah.

Bekerja di saat libur Lebaran tampaknya menjadi sebuah tantangan yang cukup berat bagi banyak orang. Sebab biasanya kita tengah menikmati waktu liburan dan berkumpul dengan keluarga. Namun, buat kamu yang masih harus WFH setelah Lebaran, ada beberapa tips yang bisa membantu agar tetap produktif.

Baca juga: Sering Tunda Pekerjaan saat WFH, Ini Cara Mencegahnya

Pilih Lokasi Kerja

Cobalah untuk menemukan sendiri tempat yang dikhususkan untuk bekerja. Pastikan juga tempat itu nyaman, dan bisa buat kamu konsentrasi saat bekerja. Hindari bekerja di atas kasur, karena ini akan mengganggu produktivitas. Bekerja pada sebuah tempat khusus membuat kamu tetap melakukan tugas dan tidak terganggu. Namun ingat, pandemi COVID-19 tidak akan usai hanya karena kamu bosan. Jadi, usahakan untuk tetap bekerja di rumah, bukan di café atau tempat umum lainnya. 

Tetap Terhubung dengan Teman 

Kamu mungkin lebih mudah untuk menjadi produktif tanpa rekan kerja yang banyak bicara. Namun, interaksi sosial seperti dengan rekan kerja dapat mengurangi perasaan terisolasi dan kesepian. Dr. Thuy-vy Nguyen dari Universitas Durham mempelajari efek kesendirian dan berpendapat, efek psikologis dari bekerja jarak jauh sering diabaikan. Padahal ini merupakan faktor penting dalam kesejahteraan mental dan ikatan tim. Untuk membantu mengisi kesepian, sebaiknya kamu tetap terhubung dengan kolega kamu, bisa dengan video call atau pesan teks.

Buat Rencana

Ketika bekerja, kamu juga harus menjaga jadwal harian yang lebih terstruktur dari biasanya. Sebab biasanya jadwal kita dipengaruhi oleh orang lain. Coba buat rencana aktivitas harian, dan kamu bisa menyelinginya dengan aktivitas lain, seperti berbelanja, berjemur, menonton film, dan sebagainya. 

Baca juga: Cegah Burnout saat WFH dengan 6 Cara Ini

Buat Rutinitas Pagi

Ini adalah kunci untuk membuat work from home terasa lebih mudah. Berpura-puralah sebagai seorang pelari Olimpiade dan lakukan rutinitas pagi seperti pemanasan untuk sebuah perlombaan. Jangan buang waktu. Jangan gampang memulai pekerjaan dan pastikan kamu mendapatkan me-time. Bangun, mandi, dan mulailah beraktivitas. Jangan langsung buka e-mail saat bangun tidur. Terpenting, buat rencana kegiatan pada malam sebelumnya. 

Ingat Semua Orang Bekerja Secara Berbeda

Manajer harus ingat bahwa tidak setiap karyawan benar-benar ingin bekerja dari rumah, perubahan ini dapat membuat stres bagi sebagian orang. Kunci untuk tetap produktif dan lancar sata bekerja dari rumah adalah komunikasi.

Jika manajemen benar-benar memaksa orang untuk bekerja di rumah hingga batas waktu yang tidak ditentukan, maka berikan karyawan informasi sebanyak mungkin dapat meringankan beban yang ia miliki. 

Baca juga: Ibu Pekerja, Lakukan Ini agar Produktif saat WFH

Itulah tips untuk kamu yang masih harus bekerja dari rumah usai Lebaran. Namun, jika kamu mulai merasa stres akibat kondisi ini, kamu bisa bicarakan masalah kesehatan mental kamu dengan psikolog di Halodoc. Ambil smartphone kamu sekarang dan dapatkan saran dari psikolog untuk membantu mengatasi stres selama masa karantina. Mudah, bukan? Yuk, gunakan aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Inc. Diakses pada 2020. 10 Ways to Make Working From Home More Productive (and Free Up More Time for Yourself).
Psychology Today. Diakses pada 2020. The #1 Most Important Secret to Working From Home.
Time. Diakses pada 2020. 5 Tips for Staying Productive and Mentally Healthy While You're Working From Home.