Benjolan Hernia pada Balita? Ini yang Perlu Mama Tahu

Hernia pada Balita: Mengenali Gejala, Jenis, dan Penanganan yang Tepat
Hernia pada balita adalah kondisi kesehatan yang perlu perhatian orang tua. Kondisi ini terjadi ketika organ dalam, seperti usus, menonjol melalui dinding otot yang lemah. Tonjolan ini sering kali terlihat sebagai benjolan dan umumnya muncul di area selangkangan atau pusar.
Memahami gejala dan jenis hernia pada balita sangat penting. Penanganan yang cepat dan tepat dapat mencegah komplikasi serius. Meskipun beberapa jenis hernia dapat sembuh sendiri, sebagian besar memerlukan intervensi medis.
Apa Itu Hernia pada Balita?
Hernia pada balita merupakan kondisi medis yang ditandai dengan munculnya benjolan. Benjolan ini terbentuk akibat sebagian organ dalam, paling sering usus, yang keluar dari posisi normalnya. Organ tersebut menekan dan menonjol melalui celah atau area dinding otot perut yang lemah.
Area yang paling sering terkena adalah selangkangan, yang disebut hernia inguinalis. Selain itu, hernia juga dapat terjadi di area pusar yang dikenal sebagai hernia umbilikalis. Benjolan ini bisa terlihat atau terasa, terutama saat balita menangis atau mengejan.
Jenis dan Gejala Hernia pada Balita
Dua jenis hernia yang paling umum terjadi pada balita adalah hernia inguinalis dan hernia umbilikalis. Kedua jenis ini memiliki lokasi dan karakteristik gejala yang berbeda.
Hernia Inguinalis
Hernia inguinalis adalah jenis hernia yang muncul di area selangkangan. Benjolan seringkali terlihat lebih jelas saat balita menangis, batuk, atau mengejan. Pada anak laki-laki, benjolan ini dapat meluas hingga ke skrotum, yaitu kantung yang membungkus testis.
Biasanya, benjolan ini bisa kembali masuk saat balita rileks atau saat ditekan dengan lembut. Namun, jika benjolan tidak bisa masuk kembali atau disertai gejala lain, perlu perhatian medis segera.
Hernia Umbilikalis
Hernia umbilikalis ditandai dengan benjolan lunak di area pusar. Benjolan ini cenderung membesar saat balita menangis, batuk, atau tegang. Sebaliknya, benjolan akan mengempis saat balita tenang atau berbaring.
Hernia umbilikalis seringkali tidak menimbulkan rasa sakit pada balita. Kebanyakan kasus hernia umbilikalis pada balita dapat sembuh dengan sendirinya sebelum usia 4-5 tahun. Namun, observasi ketat tetap diperlukan.
Gejala Umum yang Perlu Diwaspadai
Selain munculnya benjolan, ada beberapa gejala lain yang mungkin menyertai hernia pada balita. Gejala-gejala ini dapat mengindikasikan bahwa kondisi hernia memerlukan penanganan medis segera. Berikut adalah gejala umum yang perlu diwaspadai:
- Benjolan yang tiba-tiba muncul atau menjadi lebih besar.
- Bayi tampak rewel dan menangis tanpa henti.
- Perut balita terlihat kembung.
- Balita sering muntah.
- Benjolan tidak dapat ditekan kembali ke dalam perut (inkarserata).
- Benjolan mengalami perubahan warna, seperti menjadi merah, ungu, atau gelap. Ini bisa menjadi tanda kondisi berbahaya (strangulasi) yang membutuhkan tindakan darurat.
Penyebab Hernia pada Balita
Penyebab hernia pada balita umumnya terkait dengan perkembangan struktur tubuh selama di dalam kandungan. Pada sebagian besar kasus, hernia adalah kondisi bawaan lahir.
Hernia inguinalis terjadi ketika jalur kecil antara perut dan skrotum (pada anak laki-laki) atau labia (pada anak perempuan) tidak menutup sempurna setelah lahir. Ini menciptakan celah tempat usus dapat menonjol.
Sementara itu, hernia umbilikalis terjadi akibat penutupan yang tidak sempurna pada cincin otot di sekitar pusar. Cincin ini seharusnya menutup setelah tali pusar dilepaskan. Peningkatan tekanan di dalam rongga perut, seperti saat menangis, batuk, atau mengejan, juga dapat memicu munculnya benjolan hernia.
Komplikasi Hernia pada Balita
Komplikasi paling serius dari hernia pada balita adalah inkaserasi dan strangulasi. Inkaserasi terjadi ketika organ yang menonjol terjepit di dalam kantung hernia dan tidak dapat kembali ke rongga perut. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri hebat dan obstruksi usus.
Jika benjolan yang terjepit tidak segera ditangani, aliran darah ke organ tersebut bisa terganggu. Kondisi ini disebut strangulasi, dan sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan permanen atau kematian jaringan (nekrosis). Strangulasi adalah kondisi darurat medis yang memerlukan operasi segera.
Diagnosis dan Penanganan Hernia pada Balita
Diagnosis hernia pada balita umumnya dilakukan melalui pemeriksaan fisik oleh dokter. Dokter akan meraba benjolan dan meminta balita untuk menangis atau batuk agar benjolan lebih terlihat jelas. Terkadang, pemeriksaan tambahan seperti USG mungkin diperlukan untuk mengkonfirmasi diagnosis.
Penanganan Hernia Inguinalis
Hernia inguinalis pada balita hampir selalu memerlukan tindakan operasi. Operasi bertujuan untuk mendorong organ yang menonjol kembali ke dalam perut dan menutup celah pada dinding otot. Prosedur ini biasanya aman dan efektif untuk mencegah komplikasi di masa depan.
Penanganan Hernia Umbilikalis
Sebagian besar hernia umbilikalis pada balita tidak memerlukan operasi karena sering sembuh sendiri. Dokter biasanya akan merekomendasikan observasi hingga balita berusia 4-5 tahun. Namun, operasi akan dipertimbangkan jika hernia besar, menimbulkan gejala, atau tidak menutup setelah usia tertentu.
Pencegahan Hernia pada Balita
Hernia pada balita umumnya bersifat bawaan lahir sehingga sulit untuk dicegah sepenuhnya. Namun, deteksi dini dan penanganan yang cepat adalah kunci untuk mencegah komplikasi serius. Orang tua disarankan untuk selalu memantau kondisi balita.
Segera konsultasikan dengan dokter jika menemukan benjolan abnormal di area selangkangan atau pusar balita. Perhatian terhadap kebersihan dan nutrisi balita juga penting untuk menjaga kesehatan umum.
Jika balita menunjukkan gejala hernia seperti benjolan yang timbul saat menangis atau mengejan, rewel, perut kembung, atau muntah, segera cari pertolongan medis. Kondisi seperti benjolan yang berubah warna atau tidak bisa kembali masuk adalah tanda darurat.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai hernia pada balita atau jika memiliki kekhawatiran terkait kesehatan buah hati, disarankan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak melalui Halodoc. Aplikasi Halodoc dapat membantu menghubungkan dengan dokter profesional yang siap memberikan diagnosis dan rekomendasi penanganan yang tepat.








