• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tanpa Gejala, Idris Elba Terinfeksi Virus Corona

Tanpa Gejala, Idris Elba Terinfeksi Virus Corona

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Virus corona merupakan jenis virus yang dapat menyebabkan penyakit pernapasan pada manusia dan hewan. Infeksi virus corona menyebabkan gangguan pernapasan. Hingga hari ini, virus corona masih menjadi kekhawatiran dunia. Seakan tidak memandang bulu, virus corona telah menginfeksi bintang film Marvel, yaitu Idris Elba. 

Idris Elba diketahui terinfeksi virus corona tanpa mengalami gejala. Hal ini diumumkannya melalui twitter pribadinya. Pada dasarnya tanda dan gejala virus corona dapat muncul dua hingga 14 hari setelah paparan, yaitu demam, batuk, napas pendek atau sulit bernapas.

Tanpa Gejala, Setiap Orang Berpotensi Membawa Virus

Diketahui bahwa virus corona menyebar terutama oleh orang-orang yang sudah menunjukkan gejala, seperti demam, batuk, atau kesulitan bernapas. Jika yang terjadi selalu seperti ini, maka orang yang jelas sakit dapat diidentifikasi dan diisolasi, sehingga membuatnya lebih mudah untuk mengendalikan wabah. 

Baca juga: WHO Resmi Nyatakan Corona sebagai Pandemi

Lalu, mengapa Idris Elba bisa dinyatakan terinfeksi virus corona tanpa mengalami gejala? Bukan hanya dialami oleh Idris Elba, terdapat 82 kasus di Massachusetts dimulai oleh orang yang belum menunjukkan gejala, dan lebih dari setengah lusin penelitian menunjukkan bahwa orang tanpa gejala menyebabkan sejumlah besar infeksi. 

Penyebaran virus tanpa gejala dikenal sebagai penularan asimptomatik, hal ini dapat terjadi meski itu bukan faktor yang signifikan dalam penyebaran virus. Penyebaran tanpa gejala bukan pendorong utama dari penyebaran virus corona baru. Hanya saja setiap orang tetap harus waspada, karena orang terinfeksi tanpa gejala tetap bisa memperparah infeksi virus corona pada orang lain. 

Alasan Social Distance Diperlukan 

Karena kondisi ini, social distance diperlukan untuk sementara waktu. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan, karena orang sehat atau tanpa mengalami gejala sekalipun dapat menjadi media perantara virus corona yang berbahaya bagi orang lain. 

Pertahankan jarak atau social distance setidaknya 1 meter antara kamu dan siapa saja yang batuk dan bersin. Mengapa? Ketika seseorang batuk atau bersin, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil dari hidung atau mulut mereka yang mungkin mengandung virus. Jika kamu terlalu dekat, kamu bisa menghirup tetesan air, termasuk virus corona jika orang tersebut mengalami batuk. 

Baca juga: Hadapi Virus Corona, Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan

Social distance memang bisa menjadi hal yang tidak menyenangkan dan mengecewakan. Apalagi saat begitu banyak acara, festival, dan pertemuan lainnya dibatalkan. Namun, ada alasan kesehatan masyarakat untuk tindakan ini. Pembatalan berbagai acara dan social distance dapat membantu menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit yang memungkinkan sistem perawatan kesehatan untuk lebih siap merawat pengidap dari waktu ke waktu. 

Social distance sengaja dilakukan untuk meningkatkan ruang fisik antara orang-orang untuk menghindari penyebaran penyakit. Dengan berjarak setidaknya 2 meter dari orang lain dapat mengurangi peluang kamu menerima virus corona.

Contoh lain dari social distance yang memungkinkan untuk menghindari kerumunan yang lebih besar atau ruang ramai yaitu:

  • Bekerja dari rumah alih-alih di kantor (work from home).
  • Belajar di rumah atau menutup sekolah sementara dan beralih ke kelas online
  • Membatalkan atau menunda konferensi dan rapat besar.

Baca juga: Cerita Orang-Orang yang Sembuh dari Corona 

Meski sedang menjalani social distance, kamu tetap perlu mengambil langkah-langkah pencegahan lain yang tidak kalah penting. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan tindakan pencegahan standar untuk menghindari virus pernapasan dengan langkah berikut:

  • Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air, atau gunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol.
  • Tutupi mulut dan hidung dengan siku atau tisu saat batuk atau bersin.
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut jika tangan sedang tidak bersih. 
  • Hindari kontak dengan dengan siapapun yang sakit.
  • Hindari berbagi piring, gelas, tempat tidur, dan barang-barang rumah tangga lainnya jika kamu sakit. 
  • Bersihkan dan disinfeksi permukaan yang sering kamu sentuh.

Itulah yang perlu kamu ketahui mengenai pencegahan virus corona. Jika kamu masih merasa sehat, sebaiknya hindari sementara tempat-tempat rami. Jika tidak enak badan, demam, batuk, dan sesak napas, sebaiknya segera bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk diagnosis yang lebih tepat. 

Selama social distance ini kamu tetap bisa berbicara dengan dokter tanpa harus ke luar rumah, karena ada aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasinya sekarang juga di Google Play atau Apps Store!

Referensi:
WHO. Diakses pada 2020. Coronavirus disease (COVID-19) advice for the public.
John Hopkins. Diakses pada 2020. Coronavirus, Social Distancing and Self Quarantine.