Ad Placeholder Image

Ini Gejala DBD pada Anak yang Perlu Diwaspadai

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   09 Juni 2026

Ruam kulit merupakan salah satu gejala DBD pada anak yang perlu diwaspadai.

Ini Gejala DBD pada Anak yang Perlu DiwaspadaiIni Gejala DBD pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Ringkasan: Ciri-ciri DBD pada anak ditandai dengan demam tinggi mendadak yang berlangsung selama 2 hingga 7 hari disertai nyeri otot, bintik merah pada kulit, dan penurunan trombosit (keping darah). Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan memerlukan pemantauan medis untuk mencegah komplikasi fatal.

Apa Itu DBD pada Anak?

Demam Berdarah Dengue atau DBD merupakan penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk jenis Aedes aegypti. Kondisi ini sering kali menyerang anak-anak karena sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang dan risiko paparan nyamuk di area sekolah atau taman bermain.

Penyakit ini memiliki spektrum klinis yang luas, mulai dari gejala ringan hingga kondisi berat yang dikenal sebagai Dengue Shock Syndrome (sindrom syok dengue). Pemahaman mengenai fase penyakit sangat penting untuk mencegah risiko fatalitas akibat kebocoran plasma (keluarnya cairan dari pembuluh darah).

“Dengue adalah infeksi virus yang menyebar dari nyamuk ke manusia. Sebagian besar orang yang terkena dengue tidak akan menunjukkan gejala, namun bagi yang menunjukkan gejala, yang paling umum adalah demam tinggi, sakit kepala, nyeri tubuh, mual, dan ruam.” — WHO (World Health Organization), 2024

Ciri-ciri DBD pada Anak

Ciri-ciri DBD pada anak yang paling utama adalah demam tinggi secara tiba-tiba dengan suhu mencapai 39 hingga 40 derajat Celsius. Berbeda dengan flu biasa, demam pada penyakit ini sering kali sulit turun meskipun sudah diberikan obat penurun panas (antipiretik).

Selain demam, terdapat beberapa tanda klinis spesifik yang perlu diperhatikan:

  • Nyeri pada area belakang bola mata (nyeri retro-orbital).
  • Sakit kepala hebat dan nyeri pada persendian serta otot.
  • Munculnya bintik-bintik merah (petechiae) pada kulit yang tidak pudar saat ditekan.
  • Mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan secara drastis.
  • Lemas atau kelelahan ekstrem (fatigue).

Fase kritis biasanya terjadi pada hari ke-3 hingga ke-7 setelah demam dimulai. Pada fase ini, suhu tubuh mungkin menurun namun risiko kebocoran pembuluh darah justru mencapai puncaknya.

Penyebab Demam Berdarah Dengue

Penyebab utama penyakit ini adalah virus Dengue yang terdiri dari empat serotipe (variasi genetik), yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4. Virus tersebut berpindah ke manusia melalui perantara nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus betina.

Nyamuk ini biasanya aktif menggigit pada pagi hari (dua jam setelah matahari terbit) dan sore hari (beberapa jam sebelum matahari terbenam). Penularan terjadi ketika nyamuk menghisap darah penderita yang sudah terinfeksi, lalu membawa virus tersebut dan menyebarkannya ke individu sehat melalui gigitan berikutnya.

Bagaimana Cara Mendiagnosis DBD?

Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan fisik oleh tenaga medis dan serangkaian uji laboratorium guna mendeteksi keberadaan virus atau antibodi. Deteksi dini sangat krusial agar penanganan dapat dilakukan sebelum pasien memasuki fase kritis yang berbahaya.

Metode pemeriksaan laboratorium yang umum digunakan meliputi:

  • Uji NS1 (Non-Structural Protein 1): Digunakan untuk mendeteksi virus pada hari ke-1 hingga ke-5 demam.
  • Uji Antibodi IgG dan IgM: Dilakukan untuk melihat respon kekebalan tubuh terhadap infeksi virus.
  • Pemeriksaan Darah Lengkap: Memantau penurunan kadar trombosit (trombositopenia) dan kenaikan nilai hematokrit (pengentalan darah).

Pengobatan DBD pada Anak

Hingga saat ini belum ada pengobatan antiviral spesifik untuk mengatasi virus Dengue. Fokus utama perawatan adalah meredakan gejala (terapi suportif) dan menjaga hidrasi (asupan cairan) untuk mencegah syok akibat kekurangan cairan tubuh.

Langkah-langkah perawatan standar meliputi pemberian cairan oral secara intensif (air putih, jus buah, atau oralit) dan istirahat total (bed rest). Penggunaan obat penurun panas harus dilakukan secara hati-hati; penggunaan paracetamol diperbolehkan, namun obat jenis NSAID (Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs) seperti ibuprofen atau aspirin harus dihindari karena dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Langkah Pencegahan DBD

Pencegahan merupakan cara paling efektif untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus menggalakkan program 3M Plus sebagai langkah preventif utama di lingkungan rumah tangga.

Metode pencegahan yang direkomendasikan adalah sebagai berikut:

  • Menguras tempat penampungan air secara rutin minimal satu minggu sekali.
  • Menutup rapat semua wadah penyimpanan air agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
  • Mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air hujan.
  • Menggunakan kelambu saat tidur dan memakai lotion antinyamuk pada area kulit yang terbuka.
  • Melakukan vaksinasi dengue (seperti vaksin Qdenga) sesuai saran dokter untuk meningkatkan imunitas tubuh.

“Pencegahan demam berdarah yang paling efektif adalah dengan memutus rantai penularan melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara berkelanjutan di lingkungan tempat tinggal.” — Kemenkes RI, 2024

Kapan Harus ke Dokter?

Orang tua harus segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika ditemukan tanda-tanda peringatan (warning signs) yang muncul saat demam mulai turun. Keterlambatan penanganan pada fase ini dapat menyebabkan kondisi yang mengancam nyawa.

Gejala darurat yang memerlukan tindakan medis segera meliputi:

  • Nyeri perut hebat atau nyeri tekan pada bagian perut.
  • Muntah terus-menerus (minimal 3 kali dalam 24 jam).
  • Perdarahan dari hidung (mimisan) atau gusi.
  • Muncul darah pada urine atau feses.
  • Anak tampak sangat lemas, gelisah, atau mengalami penurunan kesadaran.

Kesimpulan

Memahami ciri-ciri DBD pada anak merupakan langkah awal yang krusial untuk mencegah komplikasi serius. Pengawasan terhadap demam tinggi, tanda perdarahan, dan kecukupan cairan menjadi kunci utama dalam manajemen penyembuhan di rumah maupun di rumah sakit. Segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis medis yang tepat dan akurat.

Konsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.