Ini Gejala DBD, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahannya
Gejala DBD dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan infeksi dan fase demam.

DAFTAR ISI
- Waspadai Penyebab Penyakit DBD
- Kenali Berbagai Gejalanya
- Pengobatan Penyakit DBD
- Apa Kata Riset?
- Ini Langkah Pencegahan DBD
- Cegah DBD dengan Vaksin Qdenga di Rumah Pakai Halodoc
- FAQ
Demam berdarah dengue (DBD) merupakan infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.
Penyakit ini sering mewabah di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia, dengan memicu gejala ringan hingga berat, yang dalam beberapa kasus bisa berujung pada komplikasi serius seperti syok dengue.
Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab, gejala, pengobatan, serta langkah-langkah pencegahannya agar dapat mengurangi risiko terkena penyakit ini.
Waspadai Penyebab Penyakit DBD
Penyebab utama DBD adalah infeksi virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes.
Nyamuk ini biasanya berkembang biak di genangan air dan aktif menggigit manusia pada pagi dan sore hari.
Selain itu, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena DBD, antara lain:
- Lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk, seperti tempat penampungan air yang tidak tertutup dan tumpukan sampah yang dapat menampung air hujan.
- Kepadatan penduduk yang tinggi, mempercepat penyebaran virus dengue dalam suatu komunitas.
- Imun tubuh yang lemah, terutama pada anak-anak, lansia, dan individu dengan penyakit penyerta.
- Pernah terinfeksi dengue sebelumnya, karena seseorang yang telah terpapar virus dengue dapat mengalami infeksi ulang dengan tipe virus berbeda yang berisiko lebih parah.
Baca juga: Vaksin DBD, Langkah Tepat untuk Cegah Wabah Demam Berdarah.
Kenali Berbagai Gejalanya
Gejala DBD bervariasi tergantung tingkat keparahan infeksi. Secara umum, ada tiga fase penyakit yang perlu diwaspadai:
Fase Demam (Hari 1–3)
- Demam tinggi mendadak (bisa mencapai 40 derajat Celcius)
- Nyeri kepala hebat
- Nyeri di belakang mata
- Nyeri otot dan sendi (disebut juga “breakbone fever”)
- Mual dan muntah
Masa atau Fase Kritis (Hari 4–6)
- Demam mulai menurun, tetapi ini bukan tanda pemulihan
- Muncul bintik merah atau ruam di kulit akibat perdarahan kapiler
- Pendarahan ringan seperti mimisan atau gusi berdarah
- Nyeri perut hebat
- Penurunan jumlah trombosit yang bisa menyebabkan syok dengue jika tidak ditangani segera
Fase Pemulihan (Hari 7–10)
- Suhu tubuh kembali normal
- Nafsu makan membaik
- Kadar trombosit mulai meningkat
- Tubuh mulai kembali bertenaga
Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala-gejala di atas, terutama pada fase kritis, segera cari pertolongan medis untuk mencegah komplikasi serius.
Pengobatan Penyakit DBD
Hingga saat ini, belum ada obat khusus yang dapat membunuh virus dengue. Pengobatan DBD bertujuan untuk mengurangi gejala dan mencegah komplikasi.
Beberapa langkah yang umum dilakukan dalam penanganan DBD meliputi:
- Istirahat total agar tubuh dapat melawan infeksi.
- Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi akibat demam dan muntah.
- Mengonsumsi obat penurun demam, seperti parasetamol (hindari aspirin dan ibuprofen karena dapat meningkatkan risiko perdarahan).
- Rawat inap jika diperlukan, terutama jika pasien mengalami penurunan trombosit drastis atau gejala syok.
- Transfusi darah atau trombosit, dalam kasus DBD berat dengan perdarahan hebat.
Fakta Menarik
1. Virus dengue penyebab DBD ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti, yang biasanya menggigit pada pagi dan sore hari.
2. Orang yang pernah terkena DBD justru bisa lebih parah saat terinfeksi ulang dengan serotipe virus dengue yang berbeda.
Apa Kata Riset?
Berdasarkan studi dalam Journal of International Society of Preventive & Community Dentistry, DBD merupakan penyakit virus akut yang disebabkan oleh virus RNA dari keluarga Flaviviridae dan ditularkan oleh nyamuk Aedes.
Gejala dengue bervariasi dari demam tanpa gejala hingga komplikasi serius seperti demam berdarah dan syok.
Meskipun manifestasi oral jarang terjadi, beberapa kasus mungkin menunjukkan gejala oral sebagai satu-satunya manifestasi.
Diagnosis dini dan akurat sangat penting untuk mengurangi angka kematian.
Peneliti juga menyebutkan bahwa dengue telah menjadi masalah kesehatan masyarakat global yang mengancam jiwa, mempengaruhi sekitar 2,5 miliar orang di lebih dari 100 negara.
Oleh karena itu, penting untuk melakukan metode pengendalian nyamuk, mendapatkan vaksin, dan rejimen obat antivirus.
Ini Langkah Pencegahan DBD
Mencegah DBD tentunya lebih efektif dibandingkan mengobatinya.
Kamu bisa ikuti beberapa langkah berikut untuk mengurangi risiko terkena penyakit DBD:
1. Lakukan Pengendalian Populasi Nyamuk
Langkah utama dalam mencegah DBD adalah dengan mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes.
Kamu bisa melakukan langkah 3M yang meliputi:
- Menguras tempat penampungan air seperti bak mandi dan drum.
- Menutup wadah penyimpanan air agar tidak dijadikan sarang nyamuk.
- Mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air.
- Plus langkah tambahan seperti menggunakan kelambu, menanam tanaman pengusir nyamuk, dan menyemprotkan insektisida.
2. Mendapatkan Vaksin Dengue
Vaksin dengue, seperti Dengvaxia dan Qdenga, dapat membantu mencegah infeksi atau mengurangi keparahan gejala jika seseorang terinfeksi.
Namun, perlu diingat bahwa penggunaannya harus berdasarkan rekomendasi dokter.
3. Melindungi Diri dari Gigitan Nyamuk
Kamu bisa mulai gunakan pakaian panjang saat berada di daerah rawan nyamuk, mengoleskan lotion anti nyamuk atau memasang kelambu saat tidur.
Memasang kawat nyamuk di jendela dan ventilasi rumah juga mampu mengurangi risiko terkena gigitan nyamuk.
DBD adalah penyakit yang bisa dicegah dengan langkah-langkah sederhana.
Dengan memahami penyebab, gejala, serta pencegahannya, kamu dapat melindungi diri sendiri dan keluarga dari risiko infeksi virus dengue.
Apabila kamu atau orang terdekat mengalami gejala DBD, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Dokter di Halodoc telah berpengalaman, sehingga mampu memberi saran penanganan DBD maupun informasi vaksin dengue dengan akurat.
Cegah DBD dengan Vaksin Qdenga di Rumah Pakai Halodoc
Kini kamu bisa melakukan vaksinasi demam berdarah dengue untuk keluarga dari rumah melalui layanan Homecare by Halodoc (tersedia di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar).
Nah, berikut ini keunggulan melakukan vaksinasi lewat layanan Homecare by Halodoc:
- Vaksinasi diberikan 100% oleh Dokter Khusus Vaksinasi. Ini Daftar Dokter yang Tangani Layanan Vaksin Homecare by Halodoc.
- Protokol kesehatan ketat.
- Partner resmi produsen vaksin internasional, sehingga vaksin terjamin keasliannya dan sudah terdaftar BPOM.
- Setelah vaksin diberikan, petugas medis akan melakukan observasi kondisi kesehatanmu untuk memastikan tidak ada efek samping yang berbahaya.
- Harga vaksin ini mulai dari Rp739.000,-, kamu bahkan bisa melakukan family booking untuk mendapatkan ekstra diskon.
- Semua layanan tes lab terdiri dari pemeriksaan laboratorium dan konsultasi dokter.
- Tanpa biaya tambahan.
- Setelah tindakan, kamu akan mendapat gratis voucher senilai 25rb di Halodoc untuk chat dokter.
Setelah tes, kamu akan mendapatkan voucher 25 ribu untuk konsultasi hasil dengan dokter terpercaya dari Halodoc.
Selain itu, kamu juga bisa dapatkan potongan harga untuk layanan Vaksinasi Dengue (Qdenga) hingga Rp 150ribu dengan kode promo VAKSINDBD3 di Homecare by Halodoc.
Bagi kamu yang belum pernah mendapatkan vaksin dengue, tunggu apa lagi?
Yuk, segera pesan layanan Homecare by Halodoc!
Booking Vaksin DBD di Homecare by Halodoc, Mulai dari Harga Rp739.000!
Kamu bisa hubungi langsung nomor WhatsApp 0888-0999-9226.
Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2025. Dengue and severe dengue.
CDC. Diakses pada 2025. Dengue Virus.
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Dengue fever.
European Centre for Disease Prevention and Control. Diakses pada 2025. Dengue Prevention and Control.
Hasan S, et al. Diakses pada 2025. Dengue virus: A global human threat: Review of literature.
FAQ
1. Apa gejala pertama DBD?
Gejala awal DBD biasanya muncul 4–10 hari setelah gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi.
Nah, beberapa gejala pertama yang sering muncul adalah:
- Demam tinggi mendadak (bisa mencapai 40 derajat Celcius) dan berlangsung selama 2–7 hari.
- Nyeri kepala parah, terutama di sekitar dahi.
- Nyeri otot, sendi, dan tulang (breakbone fever).
- Mual dan muntah.
- Kehilangan nafsu makan.
Gejala DBD juga bisa ditandai dengan ruam merah di kulit, dapat berupa bintik-bintik kecil atau bercak kemerahan.
3. Apa ciri-ciri DBD pada orang dewasa?
Pada orang dewasa, gejala DBD bisa lebih bervariasi dan terkadang mirip dengan flu atau infeksi virus lainnya.
Ciri khas DBD pada orang dewasa antara lain:
- Demam tinggi mendadak tanpa penyebab yang jelas.
- Nyeri otot, sendi, dan tulang yang intens.
- Sakit kepala hebat dan nyeri di belakang mata.
- Mual, muntah, dan lemas.
- Muncul bintik merah atau ruam di kulit akibat kebocoran pembuluh darah.
- Pendarahan ringan seperti mimisan, gusi berdarah, atau muncul lebam tanpa sebab.
Pada kasus berat, bisa terjadi syok dengue yang ditandai dengan tekanan darah turun drastis, kebingungan, atau kesulitan bernapas.
3. Bagaimana ciri-ciri anak kena DBD?
Pada anak-anak, DBD kadang lebih sulit dikenali karena gejalanya bisa lebih ringan dibanding orang dewasa.
Berbagai tanda yang perlu diwaspadai meliputi:
- Demam tinggi yang tiba-tiba dan tidak turun dalam beberapa hari.
- Anak tampak lesu, rewel, atau tidak aktif seperti biasanya.
- Muntah atau kehilangan nafsu makan.
- Sakit kepala, nyeri otot, atau nyeri di belakang mata.
- Tanda pendarahan ringan seperti mimisan atau gusi berdarah.
- Jika sudah parah, anak bisa mengalami tanda syok seperti kulit pucat, tangan dan kaki dingin, serta kesulitan bernapas.
Apabila mencurigai DBD, segera periksakan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, terutama jika demam tidak turun dalam 2–3 hari atau disertai gejala pendarahan.


