• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Diremehkan, Ini 4 Komplikasi Akibat Pemfigus

Jangan Diremehkan, Ini 4 Komplikasi Akibat Pemfigus

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Pemfigus merupakan jenis penyakit kulit yang serius dan tidak boleh dianggap remeh. Kondisi ini menyebabkan muncul luka menyerupai bekas lepuh pada beberapa bagian tubuh. Gangguan kulit ini tergolong serius dan ditandai dengan lepuhan yang muncul di kulit. Luka lepuhan bisa muncul pada bagian dalam mulut, tenggorokan, hidung, hingga area kelamin.

Kondisi yang masuk dalam penyakit autoimun ini sebaiknya tidak diremehkan, sebab lepuhan kulit bisa dengan mudah pecah. Luka pemphigus yang pecah bisa meninggalkan bekas luka di kulit dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi. Pemfigus sebenarnya tergolong penyakit langka alias jarang terjadi. Ada banyak komplikasi yang bisa muncul akibat penyakit ini, hingga yang paling parah bisa menyebabkan pengidapnya kehilangan nyawa. 

Komplikasi Pemfigus yang Harus Diwaspadai

Luka pemfigus bisa melepuh dan terbuka, kemudian meningkatkan risiko infeksi bakteri. Saat terjadi infeksi, muncul gejala, seperti rasa nyeri dan panas pada kulit yang terserang, keluar nanah, serta luka yang melebar. Pengobatan harus segera dilakukan untuk meredakan gejala dan mencegah munculnya komplikasi penyakit. Ada berbagai komplikasi yang bisa muncul, di antaranya: 

  1. Sepsis, bakteri yang menginfeksi akibat penyakit ini bisa memicu sepsis. Kondisi ini umumnya terjadi akibat bakteri terus menyerang dan menyebar ke aliran darah.

  2. Infeksi pada kulit juga bisa terjadi. Biasanya, infeksi kulit yang muncul akibat komplikasi pemfigus akan terasa parah, bahkan menyakitkan. 

  3. Malnutrisi, sebab kondisi ini bisa memicu sakit pada tenggorokan. Hal itu bisa mengakibatkan pengidap pemfigus kesulitan menelan makanan dan berujung pada gangguan nutrisi.

  4. Pada tingkat yang parah, komplikasi yang muncul adalah kehilangan nyawa alias kematian. Komplikasi ini terjadi jika penyakit pemfigus tidak ditangani dengan tepat.

Semakin cepat pengobatan dilakukan, maka akan semakin kecil risiko muncul komplikasi akibat penyakit ini. Penyebab penyakit pemfigus hingga kini masih belum diketahui secara pasti. Namun, ada berbagai kondisi yang diduga bisa meningkatkan risiko penyakit ini, di antaranya penggunaan obat-obatan tertentu, sering terkena paparan sinar UV, mengalami stres atau gangguan kesehatan mental lain, memiliki luka bakar, infeksi, hingga faktor usia. 

Risiko penyakit ini juga meningkat pada orang yang mengidap penyakit autoimun lain, terutama myasthenia gravis dan thymoma. Segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit jika menemukan luka melepuh atau gejala penyakit pemfigus lainnya. Selain luka lepuh yang rentan pecah, kondisi ini juga sering ditandai dengan gejala muncul luka berkerak, hingga nyeri pada area luka lepuhan. Pada beberapa kondisi, luka melepuh akibat penyakit ini juga bisa memicu rasa gatal. 

Pemfigus biasanya akan menimbulkan luka pada bahu, dada, dan punggung. Luka juga bisa saja ditemukan pada bagian dalam mata, hidung, mulut, paru-paru, tenggorokan, serta area kelamin. Ukuran luka yang muncul biasanya akan kecil dan mungkin membesar secara bertahap. Seiring berjalannya waktu, luka lepuhan yang muncul mungkin akan bertambah banyak hingga menyelimuti bagian tubuh yang terserang, misalnya kulit kepala, wajah, bahkan di seluruh tubuh. 

Masih penasaran tentang penyakit pemfigus dan apa saja komplikasi yang bisa muncul akibat penyakit ini? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja tanpa ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Pemphigus.
Patient. Diakses pada 2020. Pemphigus.
Rare Diseases. Diakses pada 2020. Pemphigus.