• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Keliru, Ini Perbedaan Deodoran dan Antiperspiran
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Keliru, Ini Perbedaan Deodoran dan Antiperspiran

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Deodoran dan Antiperspiran

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 26 Oktober 2022

“Antiperspiran dan deodoran memiliki perbedaan utama pada cara kerjanya. Sebagai contoh, deodoran menawarkan dua bentuk perlindungan terhadap bau dengan sifat antimikroba untuk mengurangi jumlah bakteri.”

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Deodoran dan AntiperspiranJangan Keliru, Ini Perbedaan Deodoran dan Antiperspiran

Halodoc, Jakarta – Mencegah bau tidak sedap akibat keringat pada tubuh tentunya merupakan hal yang penting dilakukan sebelum keluar rumah. Apalagi jika kamu lebih sering beraktivitas di luar ruangan. Nah, deodoran dan antiperspiran mungkin menjadi produk wajib perawatan tubuh untuk mencegah bau tidak sedap. Namun, banyak orang yang menganggap kedua produk tersebut merupakan hal yang sama. 

Padahal, perlu diketahui kalau deodoran dan antiperspiran sebenarnya merupakan barang yang berbeda, karena memiliki fungsi yang berbeda. Nah, agar dapat lebih memahaminya dan tidak salah memilih produk, yuk, ketahui perbedaan antara deodoran dan antiperspiran di sini!

Perbedaan Utama Deodoran dan Antiperspiran

Antiperspiran dan deodoran memiliki perbedaan utama pada cara kerjanya. Sebagai penjelasan, deodoran menutupi bau, sementara antiperspiran mengurangi seberapa banyak tubuh berkeringat. Kedua produk akan bekerja di mana pun mereka digunakan pada tubuh, paling sering di ketiak. 

Sering kali, deodoran dan antiperspirant digabungkan dalam satu produk. Di sisi lain, deodoran dianggap kosmetik, tetapi antiperspiran berada di bawah klasifikasi obat. Karena itu, antiperspiran diatur oleh  Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). 

Artinya, produksi antiperspirant perlu mengikuti kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan oleh badan tersebut. Misalnya seperti kewajiban untuk memiliki tanggal kadaluarsa pada label kemasan. ‌

Deodoran menawarkan dua bentuk perlindungan terhadap bau. Pertama adalah sifat antimikroba yang berfungsi untuk mengurangi jumlah bakteri yang dapat menghasilkan bau tidak sedap. Sementara itu, perlindungan kedua dari deodoran adalah wewangian yang menutupi bau yang dihasilkan. 

Untuk antiperspiran, produk ini berfungsi untuk memblokir kelenjar ekrin pada tubuh. Nah, perlu diketahui bahwa kelenjar ekrin merupakan kelenjar yang menghasilkan keringat. 

Baik antiperspiran maupun deodoran disetujui sebagai produk yang aman untuk penggunaan sehari-hari, tanpa menimbulkan risiko efek samping yang berbahaya. Selain itu, penting untuk dicatat bahwa FDA dan National Cancer Institute merilis pernyataan bahwa deodoran dan antiperspiran tidak terkait dengan peningkatan risiko kanker. 

Meski begitu, keduanya memiliki kandungan bahan-bahan seperti aluminium, paraben triclosan, propylene glycol, dan paraben yang dapat menimbulkan dampak negatif tertentu. Sebagai contoh, phthalates yang diketahui dapat mengganggu sistem endokrin, terutama pada pria

Manfaat lain dari Penggunaan Produk ini

Secara umum, penggunaan deodoran dan antiperspiran memang bertujuan untuk menghindari bau tidak sedap dan keringat berlebih. Namun, perlu diketahui bahwa penggunaan produk tersebut, khususnya antiperspiran, juga dapat memberikan manfaat lainnya, yaitu menjaga kelembapan. 

Hal ini lantaran, keringat merupakan mekanisme pendinginan yang dapat membantu tubuh melepaskan panas berlebih. Nah, ketiak merupakan area tubuh yang memiliki kepadatan kelenjar keringat yang lebih tinggi, jika dibandingkan area tubuh lainnya. 

Berdasarkan cara kerja antiperspiran yang memblokir kelenjar ekrin pada tubuh, kamu dapat mengurangi keringat sehingga menjaga kelembapan ketiak, sekaligus mengurangi bau badan. Sebab, keringat yang berlebih pada ketiak membuat kulit menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk hinggap.  

Itulah penjelasan mengenai perbedaan antara deodoran dan antiperspiran. Meski nampak serupa, kedua produk tersebut memiliki fungsi yang berbeda pada tubuh. 

Deodoran bekerja dengan cara menutupi bau, sementara antiperspiran bekerja dengan mengurangi seberapa banyak tubuh berkeringat dengan memblokir kelenjar ekrin pada tubuh. 

Untuk penggunaannya, tentu saja semuanya kembali pada kenyamanan dan kecocokan masing-masing. Namun, ingatlah bahwa berkeringat dan memiliki bau yang tidak sedap di waktu tertentu merupakan hal yang bersifat alamiah. 

Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar keduanya, atau memiliki keluhan kesehatan, segeralah hubungi dokter. Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa tanya dokter tepercaya untuk mendapatkan informasi atau saran medis yang dibutuhkan. Tentunya melalui fitur chat/video call secara langsung pada aplikasinya. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi: 
WebMD. Diakses pada 2022. Difference Between Deodorant And Antiperspirant.
Healthline. Diakses pada 2022. Benefits and Risks of Deodorants vs. Antiperspirants. 
Kompas. Diakses pada 2022. Deodorant dan Antiperspirant, Apa Perbedaannya?