Telinga Mampet dan Berdengung? Tenang, Ini Solusinya!

Telinga Mampet dan Berdengung: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Kapan Perlu ke Dokter
Keluhan telinga mampet dan berdengung (tinnitus) merupakan kondisi umum yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Sensasi ini seringkali terasa tidak nyaman, bahkan bisa disertai dengan penurunan pendengaran sementara. Memahami penyebab dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Apa Itu Telinga Mampet dan Berdengung?
Telinga mampet adalah sensasi telinga terasa penuh atau tersumbat, seolah ada tekanan di dalamnya. Kondisi ini sering membuat suara terdengar tidak jelas. Sementara itu, telinga berdengung atau tinnitus adalah persepsi suara yang berasal dari dalam telinga, seperti desis, deru, atau dengungan, tanpa adanya sumber suara eksternal yang nyata.
Penyebab Umum Telinga Mampet dan Berdengung
Berbagai faktor dapat memicu kondisi telinga mampet dan berdengung. Beberapa penyebab umum meliputi:
- Penumpukan Kotoran Telinga (Serumen Prop)
- Infeksi Telinga (Otitis)
- Pilek, Alergi, atau Sinusitis
- Tinnitus Primer (Telinga Berdenging)
- Penyakit Meniere
- Cedera Kepala atau Leher
Kotoran telinga yang menumpuk dan mengeras dapat menyumbat saluran telinga. Hal ini menimbulkan rasa penuh dan berdenging, serta dapat mengurangi kemampuan mendengar.
Infeksi pada telinga luar (otitis eksterna) atau telinga tengah (otitis media) bisa menyebabkan peradangan dan pembengkakan. Kondisi ini memicu penyumbatan, nyeri, dan kadang disertai keluarnya cairan dari telinga.
Peradangan akibat pilek, alergi, atau sinusitis dapat menyebabkan sumbatan pada saluran Eustachius. Saluran ini menghubungkan telinga tengah dengan bagian belakang hidung, dan sumbatannya membuat telinga terasa “tertutup” atau mampet.
Tinnitus dapat terjadi akibat gangguan pada saraf pendengaran atau masalah pembuluh darah tertentu. Suara desis atau dengungan ini mungkin disertai dengan rasa mampet pada telinga.
Ini adalah gangguan pada telinga bagian dalam yang memengaruhi keseimbangan dan pendengaran. Gejalanya meliputi pusing berputar (vertigo), telinga berdengung, dan penurunan pendengaran.
Trauma atau cedera di area kepala atau leher berpotensi merusak saraf pendengaran. Kondisi ini dapat berujung pada telinga mampet dan berdengung.
Cara Mengatasi Telinga Mampet dan Berdengung Sementara
Jika kondisi telinga mampet dan berdengung disebabkan oleh pilek, alergi, atau penumpukan kotoran telinga ringan, beberapa upaya mandiri dapat dilakukan untuk meredakan gejala:
- Terapi Uap
- Kompres Hangat
- Manuver Valsalva
- Tetesan Minyak Zaitun atau Baby Oil Hangat
Menghirup uap air hangat dari baskom atau saat mandi air hangat dapat membantu mengencerkan lendir atau kotoran. Uap hangat berpotensi membuka saluran yang tersumbat.
Menempelkan kompres hangat di area telinga dapat membantu meredakan ketidaknyamanan. Lakukan tidak lebih dari 20 menit pada setiap sesi.
Cara ini dilakukan dengan mencubit hidung, menutup mulut, lalu mengembuskan napas secara perlahan. Tujuannya adalah membuka saluran Eustachius yang tersumbat.
Jika yakin penyebabnya adalah kotoran telinga yang mengeras dan bukan infeksi, meneteskan sedikit minyak zaitun atau baby oil hangat dapat membantu melunakkan kotoran. Gunakan hanya jika tidak ada indikasi infeksi.
Kapan Harus Segera ke Dokter THT?
Meskipun beberapa penyebab telinga mampet dan berdengung dapat diatasi secara mandiri, penting untuk mewaspadai tanda-tanda yang memerlukan pemeriksaan medis profesional. Segera konsultasikan dengan dokter THT jika mengalami hal berikut:
- Keluhan tidak membaik, bahkan semakin parah.
- Mengalami nyeri hebat pada telinga.
- Terjadi penurunan pendengaran secara mendadak.
- Ada cairan bening atau nanah yang keluar dari telinga.
- Curiga adanya infeksi bakteri atau kondisi medis serius lainnya.
Rekomendasi Medis dari Halodoc
Telinga mampet dan berdengung bisa menjadi gejala dari berbagai kondisi, mulai dari yang ringan hingga serius. Penting untuk mendapatkan diagnosis yang akurat agar penanganan yang diberikan tepat sasaran. Jika mengalami keluhan yang persisten atau disertai gejala berbahaya, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah terhubung dengan dokter spesialis THT untuk mendapatkan saran medis dan rencana penanganan yang sesuai, atau mencari layanan kesehatan terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.



