• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jarang ke Dokter, Ini 7 Penyebab Umum Sakit Gigi

Jarang ke Dokter, Ini 7 Penyebab Umum Sakit Gigi

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Sakit gigi bisa dibilang merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum di dunia. Hampir semua orang pernah mengalami kondisi ini setidaknya sekali seumur hidup. Meski begitu, penyebab sakit gigi dapat berbeda-beda pada masing-masing orang dan mungkin saja tidak pernah disadari sebelumnya.

Namun umumnya, sakit gigi terjadi karena ada masalah pada bagian gigi atau gusi. Masalah tersebut sebaiknya tidak diabaikan, agar tidak menjadi kondisi yang lebih buruk. Apalagi, adanya kerusakan pada gigi juga bisa menjadi penyebab umum sakit gigi. Jika tidak segera diobati, dapat terjadi abses yang bisa berkembang menjadi infeksi serius.

Baca juga: Ini Waktu yang Tepat Bawa Anak ke Dokter Gigi

Penyebab Umum Sakit Gigi yang Perlu Diketahui

Berikut beberapa penyebab umum sakit gigi yang perlu diketahui:

1. Gigi Sensitif

Coba perhatikan, jika gigi kamu terasa senat-senut tajam setiap habis makan dan minum yang panas atau dingin, tandanya kamu punya gigi sensitif. Kondisi ini bisa menjadi salah satu penyebab sakit gigi yang kamu alami, lho. Gigi sensitif dapat terjadi karena adanya kondisi resesi gusi, yaitu turunnya garis gusi sehingga akar gusi terlihat, atau penipisan enamel gigi. Prosedur perawatan gigi, seperti cabut gigi maupun pemasangan kawat gigi atau gigi palsu, juga dapat memicu terjadinya gigi sensitif.

2. Kebiasaan Menggeretakkan Gigi (Bruxism)

Kebiasaan menggeretakkan gigi atau bruxism dapat merusak saraf-saraf di dalam mulut, yang akhirnya menjadi penyebab terjadinya sakit gigi. Apalagi jika kamu sering mengeluh nyeri tumpul di belakang kepala atau rahang. Tanda lainnya, gigi juga terasa lebih sensitif, berubah warna jadi agak kusam, hingga permukaan teratasnya rata dan licin akibat kebiasaan ini. Namun, kebanyakan orang tidak sadar akan kebiasaan ini, terutama saat tidur. 

4. Gigi Bungsu

Bagi beberapa orang, tumbuhnya gigi bungsu adalah penyebab utama sakit gigi yang mereka alami. Hal ini karena gigi bungsu sering kali tumbuh dalam posisi miring, sehingga mendorong gigi geraham yang sudah ada, atau tumbuh berdesakan di tempat tertentu. Sakit gigi akibat gigi bungsu bisa berupa nyeri berdenyut tajam tiba-tiba, yang berlangsung sebentar atau lanjut berhari-hari. Tidak jarang pula, gigi bungsu bisa sampai menyebabkan sakit kepala hebat dan nyeri rahang.

Baca juga: Jangan Diabaikan, Ini Tanda Harus Segera Periksa Gigi

5. Karies Gigi

Karies gigi adalah kondisi pembusukan gigi, yang juga menjadi penyebab umum sakit gigi. Pada tahap awal, pembusukan lapisan terluar gigi (enamel) biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, seiring berjalannya waktu, pembusukan dapat menggerogoti lapisan bagian dalam gigi (dentin dan email), sehingga gigi mengeropos dan membentuk lubang. 

Lalu pada stadium lanjut, pembusukan dapat menyerap lapisan terdalam gigi (pulp) yang memunculkan infeksi dengan rasa sakit yang sangat tajam. Infeksi gigi ini dapat menyebabkan pembentukan abses di bawah akar gigi, hingga kematian gigi. Karies gigi lebih sering dialami anak-anak karena kebiasaan mereka makan makanan manis atau orang yang jarang menyikat gigi. 

6. Lepasnya Tambalan Gigi

Ketika tambalan gigi melonggar, patah, retak, atau lepas, rasa sakit akibat gigi yang bolong bisa kembali menyerang setiap makan atau minum. Nyerinya dapat cukup tajam yang timbul-tenggelam atau senat-senut saat menggigit area tersebut. Kamu juga mungkin merasa bahwa gigi yang sakit tersebut menjadi sangat sensitif.

7. Penyakit Gusi

Penyakit gusi atau gingivitis juga dapat menjadi salah satu penyebab umum sakit gigi. Kondisi ini dapat disebabkan oleh penumpukan plak gigi di sekitar gusi. Kemudian, peradangan akibat bakteri dalam plak bisa mengakibatkan gusi merah membengkak yang terasa amat sakit, hingga mungkin berdarah. Jika tidak ditangani dengan benar, penyakit gusi ini lama-lama bisa menyebabkan abses dan membuat kamu memiliki bau mulut kronis (periodontitis). 

Periodontitis dapat merusak jaringan lunak dan tulang yang mendukung gigi. Akibatnya, gusi akan mulai surut dan gigi dapat melonggar, sehingga perlu dicabut. Setelah surut, gusi tidak akan tumbuh kembali. Parahnya lagi, infeksi ini dapat menyebar dan menyebabkan kerusakan gigi lebih lanjut. Infeksi juga bisa menjalar hingga bagian tubuh lain dan menyebabkan kematian. 

Baca juga: Begini Cara Jaga Kesehatan Mulut dan Gigi Si Kecil

8. Gigi Patah atau Retak

Terkadang, kamu mungkin sudah terlanjur sakit gigi tetapi tidak jelas apa penyebabnya. Tidak ada gigi yang bolong atau nyeri di gusi sedikit pun. Sakit gigi dengan nyeri tumpul tanpa alasan jelas dapat menandakan bahwa gigi mengalami retak atau patah. Namun, patahannya mungkin terlalu kecil untuk dapat dilihat oleh mata telanjang, sehingga tidak pernah diketahui.

Ketika retakannya parah, saraf di bagian dalam atau bawah gigi bisa terkena hingga barulah menyebabkan rasa ngilu yang menyakitkan. Keretakan gigi ini mungkin terjadi karena kebiasaan mengunyah yang buruk, menggeretakkan gigi, cedera gigi, melemahnya gigi karena tambalan besar, dan sebagainya. Terlebih, retakan gigi tersebut bisa jadi tempat persembunyian bagi bakteri untuk kerusakan dan masalah gigi lebih lanjut.

Itulah 7 penyebab umum sakit gigi yang perlu diketahui. Agar terhindar dari masalah pada gigi dan mulut, kamu sebaiknya selalu menjaga kebersihannya, dengan cara sikat gigi minimal 2 kali sehari dan rutin periksa ke dokter gigi. Dengan memeriksakan diri ke dokter gigi secara rutin, semua masalah pada gigi dapat dideteksi sedini mungkin, sehingga kamu dapat terhindar dari berbagai masalah serius pada mulut dan gigi. 

Nah, karena biasanya antrian di dokter gigi itu lama sekali, kamu bisa mengakalinya dengan aplikasi Halodoc. Caranya, download aplikasi Halodoc di ponselmu, lalu temukan fitur untuk buat janji dengan dokter gigi di rumah sakit. Dengan begitu, kamu bisa memeriksakan diri ke dokter gigi, tanpa perlu lama mengantri. 

Referensi:
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Toothache.
Verywell Health.  Diakses pada 2020. Why Is Your Tooth Hurting?
Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Need to Know About Toothaches.
American Association of Endodontists. Diakses pada 2020. Tooth Pain.