• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jenis-Jenis Degenerasi Makula yang Perlu Diwaspadai

Jenis-Jenis Degenerasi Makula yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Semakin bertambah usia risiko gangguan kesehatan akan semakin besar, salah satunya adalah gangguan penglihatan. Gangguan penglihatan yang berisiko dialami oleh orang-orang yang memiliki usia lanjut adalah degenerasi makula.

Baca juga: Degenerasi Makula adalah Penyakit Turunan, Benarkah?

Degenerasi makula, yang dikenal juga dengan age related macular degeneration adalah gangguan penglihatan yang umum dialami oleh lansia. Umumnya, pengidap degenerasi makula mengalami penglihatan yang menjadi buram sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti membaca, menulis, dan mengenali orang lain.

Ketahui Jenis Degenerasi Makula

Penyakit degenerasi makula lebih umum dialami oleh seseorang yang memasuki lanjut usia atau di atas 60 tahun. Penyakit ini lebih sering dialami oleh wanita dibandingkan pria. Meskipun penyebab utamanya belum diketahui, namun ada beberapa faktor yang memicu degenerasi makula pada lansia, seperti kebiasaan merokok, memiliki kondisi berat badan berlebih atau obesitas, riwayat keluarga dengan kondisi degenerasi makula dan sering terpapar sinar matahari secara langsung.

Pengidap degenerasi makula juga mengalami beberapa gejala. Gejala yang dialami umumnya berbeda dan disesuaikan dengan jenis degenerasi makula yang diidap. Ketahui gejala degenerasi makula berdasarkan jenisnya, yaitu:

  • Degenerasi Makula Basah

Seseorang yang mengalami degenerasi makula basah mengalami gangguan pada pusat pandangan. Tidak hanya itu, kondisi ini membuat titik pandang menjadi lebih redup dari kondisi normal. Hal ini menyebabkan pengidap degenerasi makula basah mengalami kesulitan penglihatan. Degenerasi makula basah umumnya disebabkan karena munculnya pembuluh darah abnormal di belakang retina. 

  • Degenerasi Makula Kering

Umumnya pengidap degenerasi makula kering mengalami gangguan penglihatan, seperti pandangan yang kabur. Kondisi ini menjadi lebih parah dan menunjukan gejala titik pandang menjadi gelap. Umumnya, kondisi ini disebabkan karena lapisan makula yang semakin menipis dan memiliki penurunan fungsi.

Baca juga: Alasan Obesitas Picu Degenerasi Makula

Degenerasi makula merupakan salah satu gangguan penglihatan yang perkembangannya sangat lambat. Umumnya, pengidap tidak menyadari penyakit ini pada mata. Namun, ketika kondisi sudah cukup parah baru gejala dirasakan oleh pengidap degenerasi makula baik degenerasi makula kering maupun basah.

Lakukan pencegahan terhadap penyakit ini dengan rutin lakukan pemeriksaan pada dokter mata agar gangguan kesehatan dapat didiagnosa sejak dini dan pengobatan pun akan lebih mudah dilakukan. Peluang pulih juga akan lebih besar. Lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat atau diskusikan secara langsung dengan dokter mengenai gangguan mata yang dialami melalui aplikasi Halodoc.

Lakukan Pengobatan pada Kondisi Degenerasi Makula

Ada beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk memastikan degenerasi makula yang dialami, di antaranya pemeriksaan dengan optical coherence tomography dan fluorescein angiography. Setelah dipastikan kamu alami degenerasi makula, pengobatan dilakukan dengan tujuan memaksimalkan penglihatan dan mencegah degenerasi makula tidak berkembang menjadi kondisi yang cukup parah.

Baca juga: Idap Degenerasi Makula, Waspada Komplikasi Akibatnya

Pemasangan lensa buatan, terapi laser, dan pemberian suntikan obat anti VEGF menjadi pengobatan medis yang bisa dilakukan. Tidak ada salahnya lakukan perawatan di rumah dengan melakukan gaya hidup sehat dan pola makan sehat. Jangan lupa untuk melindungi mata dari paparan sinar matahari langsung. Kondisi degenerasi makula yang tidak segera diatasi dapat sebabkan kebutaan pada pengidapnya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Wet Macular Degeneration
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Dry Macular Degeneration