• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jenis-Jenis Pemeriksaan Demam Berdarah yang Perlu Diketahui

Jenis-Jenis Pemeriksaan Demam Berdarah yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Memeriksa demam berdarah mungkin adalah suatu hal yang sulit dilakukan. Pasalnya, tanda dan gejalanya bisa mirip dengan penyakit lain. Misalnya penyakit malaria, leptospirosis, dan demam tifoid. Dokter kemungkinan akan bertanya mengenai riwayat medis dan kondisi terakhir pengidap.

Jika kamu mengalami gejala yang mirip dengan demam berdarah, pastikan untuk menjelaskan kondisi terakhir kamu secara terperinci. Penjelasan tersebut termasuk perjalanan wilayah yang kamu kunjungi dan tanggalnya, serta kontak dengan siapa dan apapun, terutama nyamuk.

Pemeriksaan yang Dilakukan Jika Terkena Demam Berdarah

Tes laboratorium tertentu dapat mendeteksi bukti virus dengue, tetapi hasil pemeriksaan keluar lebih lambat untuk membantu keputusan pengobatan langsung. 

1. Molecular Test

Untuk orang dengan gejala infeksi virus dengue, biasanya dapat dideteksi dengan pemeriksaan molekuler untuk 1-7 hari pertama dalam perjalanan penyakit. Pemeriksaan molecular akan melibatkan tes amplifikasi asam nukleat (NAAT). 

NAAT adalah istilah umum yang merujuk pada tes molekuler yang digunakan untuk mendeteksi materi genomik virus. Tes NAAT adalah metode diagnosis yang lebih sering digunakan, karena mereka dapat memberikan bukti infeksi yang dikonfirmasi. 

Baca juga: 5 Gejala DBD yang Tak Boleh Diabaikan

Selama 1-7 hari pertama sejak mengalami gejala, sampel serum apa pun harus diuji dengan NAAT dan untuk IgM dengan pengujian antibodi. Kedua pemeriksaan tersebut bisa dilakukan dengan serum Melakukan kedua tes dapat mendeteksi lebih banyak kasus dari pada hanya melakukan satu tes tes.

Jenis spesimen: serum, plasma, seluruh darah, serta cairan serebrospinal.

2. Pemeriksaan Antigen Virus Dengue

Pemeriksaan antigen virus dengue atau tes NS1 mendeteksi protein NS1 non-struktural dari virus dengue. Protein ini disekresikan ke dalam darah selama infeksi dengue. Pemeriksaan ini telah dikembangkan untuk digunakan dalam serum. Sebagian besar pemeriksaan menggunakan antibodi berlabel sintesis untuk mendeteksi protein NS1 dengue.

NS1 dapat dideteksi selama fase akut infeksi virus dengue. Tes NS1 sama sensitifnya dengan tes molekuler selama 0-7 hari pertama gejala. Setelah hari ke-7, tes NS1 tidak dianjurkan.

Baca juga: Hati-Hati, Kenali Gejala Demam Berdarah

Hasil pemeriksaan ini menunjukkan infeksi dengue tetapi tidak memberikan informasi serotipe. Mengetahui serotipe virus yang menginfeksi tidak diperlukan untuk perawatan pengidap. Namun, jika informasi serotipe diperlukan untuk tujuan pengawasan, sampel harus diuji oleh NAAT. 

Meskipun penelitian menunjukkan bahwa NS1 dapat ditemukan dalam darah lengkap atau plasma, sebagian besar pemeriksaan NS1 telah dikembangkan dan dievaluasi dalam sampel serum. Sementara pengujian gabungan dengan tes antibodi NS1 dan IgM biasanya dapat memberikan hasil diagnostik selama 1-7 hari pertama penyakit, spesimen fase konvalesen kedua harus diperoleh dan diuji untuk IgM saat tes antigen dan antibodi negatif. 

Jenis spesimen: serum.

3. Pemeriksaan Jaringan untuk Virus Dengue

Tes jaringan untuk virus dengue dapat dilakukan pada biopsi atau spesimen autopsi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan memeriksa sampel jaringan dengan menggunakan NAAT. Jenis spesimen pemeriksaan ini memperbaiki hati, ginjal, limpa, dan jaringan paru-paru optimal untuk pengujian virus dengue. 

Hasil Pemeriksaan yang Didapat

Jika hasilnya positif, berarti kamu mungkin telah terinfeksi virus dengue. Hasil negatif artinya kamu tidak terinfeksi. Jika kamu merasa terkena virus dengue atau memiliki gejala infeksi, bicarakan segera pada dokter melalui aplikasi Halodoc tentang tindakan pemeriksaan. 

Baca juga: Lakukan Hal Ini untuk Mengobati Gejala Demam Berdarah

Jika hasil pemeriksaan positif dan kamu memiliki gejala demam berdarah, kamu mungkin perlu pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Bentuk perawatan mungkin termasuk mendapatkan cairan melalui jalur intravena (IV), transfusi darah, jika kamu kehilangan banyak darah, dan pemantauan tekanan darah dengan cermat.

Referensi:
CDC. Diakses pada 2020. Dengue: Testing Guidance.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Dengue fever.