• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Anger Management Diperlukan?

Kapan Anger Management Diperlukan?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Anger Management merupakan proses belajar mengenali tanda-tanda seseorang menjadi marah dan mengambil tindakan untuk menenangkan diri untuk menghadapi situasi dengan cara yang produktif. Anger management bukan berarti mencegah atau menahan perasaan marah. Kemarahan merupakan emosi yang normal dan sehat saat kamu tahu bagaimana mengekspresikannya dengan cepat, itulah tujuan dari anger management

Ada berbagai cara dan sumber untuk belajar keterampilan anger management. Belajar keterampilan perilaku merupakan bagian penting dari anger management. Ada sejumlah buku yang menawarkan informasi mengenai cara mengelola kemarahan. 

Baca juga: Emosi Meledak-Ledak, Tanda Mental yang Tidak Stabil?

Saat yang Tepat Memulai Anger Management

Ketika kamu akan menerapkan anger management, hal pertama yang harus yang disadari adalah mengenali pemicu dan tanda-tanda fisik emosional yang terjadi ketika kamu mulai marah. Mengenali dan mengelola tanda-tanda peringatan sejak dini merupakan langkah penting dalam mengendalikan amarah kamu. Perhatikan gejalanya dan buat daftar berikut:

  • Stres yang biasanya memicu atau memperburuk amarah, seperti frustasi dengan orang disekitar, tekanan keuangan, masalah lalu lintas, atau masalah dengan rekan kerja. 

  • Tanda fisik bahwa perasaan marah mulai meningkat, misalnya jadi kurang tidur, mengencangkan rahang, jantung berdebar, atau mengemudi terlalu cepat. 

  • Tanda-tanda emosional bahwa kemarahan mulai meningkat, seperti ada perasaan ingin berteriak pada seseorang atau ingin benar-benar mengungkapkan apa yang ingin dikatakan.

Kamu juga bisa menanyakan soal anger management pada psikolog di Halodoc. Tanpa perlu repot, komunikasi dengan psikolog dapat dilakukan kapan dan di mana saja. Ayo, download aplikasinya sekarang juga!

Secara umum, konseling manajemen kemarahan berfokus pada pembelajaran keterampilan perilaku spesifik dan cara berpikir, sehingga seseorang dapat mengatasi kemarahan. Jika seseorang memiliki kondisi kesehatan mental lain, seperti kecemasan, depresi, atau kecanduan, kamu mungkin perlu mengatasi masalah ini supaya metode anger management menjadi efektif. 

Baca juga: Dianggap Sepele, Menahan Marah Pengaruhi Kesehatan Mental

Tujuan dari konseling anger management yaitu untuk melatih pribadi seseorang untuk:

  • Identifikasi situasi yang cenderung membuat kamu merespons faktor kemarahan dengan cara yang tidak agresif sebelum kamu marah. 

  • Pelajari keterampilan khusus untuk digunakan dalam situasi yang kemungkinan memicu kemarahan. 

  • Kenali saat kamu tidak dapat berpikir logis mengenai suatu situasi dan koreksi pemikiran. 

  • Tenangkan diri ketika kamu mulai merasa kesal, misalnya dengan menggunakan keterampilan relaksasi atau beristirahat. 

  • Ekspresikan perasaan dan kebutuhan emosional dengan tegas (tetapi tidak agresif) dalam situasi yang membuat kamu merasa marah. 

  • Fokus pada pemecahan masalah dalam situasi yang membuat frustasi, alih-alih menggunakan energi untuk marah, kamu akan belajar bagaimana mengarahkan energi untuk menyelesaikan situasi tersebut. 

  • Berkomunikasi secara efektif untuk meredakan amarah dan menyelesaikan konflik. 

Baca juga: Si Kecil Suka Marah-Marah? Ini 5 Tips Mengatasinya

Manfaat Anger Management

Meningkatkan kemampuan untuk mengelola amarah memiliki beberapa manfaat. Kamu akan merasa seolah-olah memiliki kendali lebih besar ketika menghadapi tantangan yang lebih kompleks. Dengan mengetahui cara mengekspresikan diri saat marah tidak akan membuat kamu merasa frustasi menahan amarah untuk menghindari menyinggung seseorang. Anger management dapat bermanfaat untuk:

  • Mengkomunikasikan kebutuhan seseorang. Pelajari cara mengenali dan berbicara tentang hal-hal yang membuat kamu frustasi daripada membiarkan amarah memuncak. Mengetahui cara mengekspresikan diri dapat membantu untuk menghindari kata-kata atau tindakan impulsif dan menyakitkan. Dengan begitu konflik akan terselesaikan dan hubungan positif dapat dipertahankan. 

  • Untuk mempertahankan kesehatan. Stres yang disebabkan oleh perasaan marah yang berkelanjutan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, seperti sakit kepala, sulit tidur, masalah pencernaan, masalah jantung, dan tekanan darah tinggi. 

  • Mencegah masalah psikologis dan sosial yang terkait dengan kemarahan. Contohnya termasuk depresi, masalah di tempat kerja, dan mengalami hubungan yang bermasalah. 

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Anger Management
Good Therapy. Diakses pada 2019. Anger Management