• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kebiasaan Tidur Setelah Makan Bisa Picu Asam Lambung Naik

Kebiasaan Tidur Setelah Makan Bisa Picu Asam Lambung Naik

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kebiasaan Tidur Setelah Makan Bisa Picu Asam Lambung Naik

Halodoc, Jakarta - Setelah makan terlalu banyak, kamu akan sering merasa mengantuk tidak lama kemudian. Banyak orang yang mengakalinya dengan mengonsumsi kopi yang dipercaya dapat menahan bahkan mencegah rasa kantuk agar tubuh tetap produktif. Namun, tidak sedikit juga orang yang langsung meletakkan badan di atas kasur dan tertidur. Padahal, kebiasaan tersebut dapat menjadi salah satu pemicu terjadinya asam lambung. Ulasan lengkapnya bisa dibaca di bawah ini!

Tidur Setelah Makan Termasuk Salah Satu Pemicu Asam Lambung

Gastroesophageal reflux, atau disebut juga penyakit asam lambung, adalah gangguan yang terjadi akibat aliran balik asam dari lambung ke kerongkongan. Kondisi ini normal jika terjadi sesekali, tetapi apabila terlalu sering, maka akan berdampak buruk bagi kesehatan kamu. Hal ini dapat membuat kamu merasakan mulas saat dalam posisi berbaring ketika akan tidur.

Baca juga: Asam Lambung Bisa Picu Serangan Jantung, Benarkah?

Beberapa kebiasaan yang kerap dilakukan dapat meningkatkan risiko yang menjadi pemicu asam lambung. Bahkan, banyak orang yang tidak sadar jika hal tersebut seharusnya dihentikan karena dapat mengalami masalah yang lebih buruk pada lambung. Salah satu kebiasaan yang perlu diubah adalah kebiasaan tidur setelah makan. Namun, bagaimana hal tersebut dapat terjadi?

Jika kamu kerap tidur setelah makan sesuatu yang mengenyangkan, maka dapat menjadi salah satu kebiasaan pemicu asam lambung. Terlebih lagi jika sebelumnya kamu mengonsumsi makanan yang berlemak. Posisi berbaring berarti kamu tidak lagi mendapatkan manfaat gravitasi untuk membantu menjaga isi perut tetap berada di tempatnya. Asam lambung dan sisa-sisa makanan dapat naik ke dada dan kerongkongan saat tubuh dalam posisi tiduran.

Maka dari itu, jika kamu benar-benar harus tetap dalam posisi berbaring setelah makan, cobalah untuk miring ke arah kiri. Selain itu, kamu juga dapat meninggikan tubuh bagian atas untuk membantu menjaga isi perut tetap di tempat yang seharusnya. Dengan begitu, risiko yang dapat menyebabkan penyakit asam lambung ini dapat dicegah. Pencegahan akan selalu lebih baik dibandingkan pengobatan.

Jika kamu memiliki pertanyaan terkait segala hal yang dapat menjadi pemicu asam lambung, dokter dari Halodoc akan memberikan penjelasan dan solusi mengatasinya. Caranya mudah, cukup dengan download aplikasi Halodoc dan dapatkan kemudahan terkait akses kesehatan tanpa perlu ke luar rumah!

Baca juga: Apa Saja Ciri Ciri Asam Lambung Naik?

Lalu, apa saja kebiasaan lainnya yang dapat menjadi pemicu terjadinya asam lambung naik? Berikut ini ulasan lengkapnya:

1. Mengonsumsi Minuman Berkarbonasi

Salah satu hal yang dapat menjadi pemicu asam lambung adalah mengonsumsi minuman berkarbonasi, seperti soda atau bir. Gelembung pada minuman tersebut berisi karbon dioksida yang dapat membuat seseorang bersendawa. Gas tersebut perlu dikeluarkan karena dapat tersangkut di usus yang menyebabkan kembung. Dampak yang lebih buruk dapat terjadi saat seseorang lebih banyak minum bir dibandingkan soda karena kandungan alkohol di dalamnya.

2. Makan Dalam Porsi Besar

Seseorang yang makan dengan porsi banyak dapat menyebabkan peregangan pada perut. Hal tersebut dapat membuat kamu merasakan kenyang sekaligus kembung. Dampak buruk lainnya adalah timbulnya tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah (LES). Bagian tersebut berguna untuk membuka dan menutup agar memungkinkan makanan masuk ke perut. Terlalu banyak tekanan pada LES dapat membuatnya terbuka dan memungkinkan isi perut bocor hingga kembali ke kerongkongan.

Baca juga: Begini Cara Alami untuk Redakan Gejala Asam Lambung

Itulah pembahasan mengenai kebiasaan tidur setelah makan dapat menjadi salah satu pemicu terjadinya asam lambung naik. Maka dari itu, kamu harus benar-benar mengubah atau menghentikan kebiasaan tersebut untuk kesehatan tubuhmu. Dengan begitu, risiko untuk mengalami penyakit asam lambung dapat dikurangi bahkan dicegah sebelum terjadi.

Referensi:
Gastroenterology Consultant. Diakses pada 2020. 7 Bad Eating Habits That Cause Indigestion, Acid Reflux and Stomach Bloating.
Sleep Foundation. Diakses pada 2020. GERD and Sleep.