• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Kecanduan Alkohol Berisiko Terkena Sindrom Mallory Weiss

Alasan Kecanduan Alkohol Berisiko Terkena Sindrom Mallory Weiss

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Pola hidup yang tidak sehat dapat menyebabkan tubuh rentan terserang penyakit. Kurang olahraga, terlalu sering begadang, konsumsi makanan yang tidak sehat, merokok, dan sering mengonsumsi minuman beralkohol adalah penyebab imunitas tubuh seseorang melemah dan membuat penyakit lebih mudah menyerang. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah sindrom Mallory-Weiss.

Kelainan ini terjadi ketika muncul robekan pada bagian kerongkongan yang berbatasan dengan lambung. Jika mengalaminya, kamu sering muntah dan buang air besar berdarah. Memang, kondisi ini akan membaik dengan sendirinya sekitar 10 hari tanpa memerlukan penanganan khusus. Jika perdarahan terjadi terus-menerus, kamu harus segera mendapatkan penanganan. 

Alasan Kecanduan Alkohol Picu Sindrom Mallory Weiss

Kamu harus tahu bahwa sindrom Mallory-Weiss biasanya terjadi karena berbagai faktor yang menyebabkan peningkatan tekanan pada saluran pencernaan bagian atas, seperti muntah yang tidak berhenti dan berlangsung dalam waktu yang lama. Masalah ini bisa terjadi, salah satunya sering mengonsumsi alkohol secara berlebihan alias kecanduan alkohol

Baca juga: Konsumsi Alkohol Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Alkohol memiliki sifat panas ketika masuk ke lambung yang membuat kamu akan merasa hangat setelah mengonsumsinya. Jika konsumsinya berlebihan, tentu saja tidak akan berdampak baik bagi tubuh, karena bisa menyebabkan luka pada bagian kerongkongan dan lambung yang mengarah pada sindrom Mallory-Weiss. Selain konsumsi alkohol berlebih, kelainan ini bisa terjadi pada wanita yang mengalami hiperemesis gravidarum atau bulimia. 

Gejala dan Komplikasi Sindrom Mallory Weiss

Sayangnya, sindrom ini tidak selalu menunjukkan gejala, terlebih apabila tingkatannya masih terbilang ringan. Jika sudah parah, gejala yang biasa muncul seperti muntah disertai darah atau serpihan yang mirip dengan bubuk kopi, buang air besar berdarah atau berwarna gelap, nyeri pada ulu hati, pusing, lemas, sesak napas, wajah menjadi lebih pucat, dan bahkan pingsan. 

Baca juga: Enggak Minum Alkohol, Mungkinkah Terkena Perlemakan Hati?

Kamu harus segera melakukan pengobatan ke dokter apabila mengalami kondisi tersebut. Terlebih, jika kamu turut mengalami gejala seperti tukak lambung, gastritis erosif berat, perforasi atau pecahnya esofagus, sindrom Boerhaave, dan sindrom Zollinger-Ellison. Supaya lebih mudah, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk membuat janji dengan dokter spesialis pilihan di rumah sakit terdekat, sehingga pengobatan bisa segera dilakukan. 

Pasalnya, komplikasi yang terjadi sebagai akibat dari sindrom Mallory-Weiss yang tidak ditangani terbilang cukup serius. Perdarahan yang terjadi bisa membuat seseorang mengalami anemia, syok hipovolemik, hipoksia, hingga kematian. Namun, tindakan pengobatan yang dilakukan juga tidak lepas dari risiko dan efek samping. Jadi, pastikan kamu sudah bertanya terlebih dulu dengan dokter. 

Pencegahan Sindrom Mallory Weiss

Salah satu cara untuk mencegah terjadinya sindrom Mallory-Weiss adalah berhenti mengonsumsi minuman beralkohol. Gantilah dengan perbanyak minum air putih untuk mencegah terjadinya robekan pada kerongkongan. Perbanyak istirahat dan kurangi begadang. Perbanyak konsumsi makanan sehat dan hindari makanan yang bisa memicu terjadinya luka pada saluran pencernaan bagian atas, seperti kerupuk, kacang, dan makanan dengan rasa pedas. Jangan lupa, biasakan berolahraga, ya!

Baca juga: Ini Dampak Negatif Kecanduan Alkohol pada Tubuh



Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2019. Mallory-Weiss Syndrome.
Drugs. Diakses pada 2019. Mallory-Weiss Syndrome.
Medscape. Diakses pada 2019. Mallory-Weiss Syndrome.