• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kemenkes Tetapkan Status KLB Virus Corona, Siapa yang Rentan Terserang?

Kemenkes Tetapkan Status KLB Virus Corona, Siapa yang Rentan Terserang?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Pada Selasa (3/3) pemerintah Indonesia telah menetapkan kasus penyebaran virus corona (korona) jenis SARS-CoV-2, sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Virus yang menyebabkan penyakit COVID-19 ini, setidaknya sudah menjangkit dua orang di wilayah Depok, Jawa Barat. Kini keduanya diisolasi di RSPI Sulianti Saroso.

Dengan ditetapkannya status virus corona sebagai KLB, maka penanganan kasus tersebut sepenuhnya diambil oleh negara. Menurut  Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma’ruf, pembiayaan pelayanan kesehatan akibat virus corona dibebankan kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Achmad Yurianto, sebelum ditetapkan KLB, Kemenkes sudah melaksanakan kegiatan siaga darurat pandemi COVID-19. 

Ia juga mengatakan, penanganan virus korona ini berada di atas KLB. Ia juga menambahkan, penanganan penyebaran virus corona jenis baru ini sudah masuk siaga darurat pandemi. 

Nah, dengan ditetapkannya KLB virus corona atau COVID-19 kita tentu perlu semakin berhati-hati. Bagaimana caranya? Banyak upaya yang bisa dilakukan, mulai dari menerapkan pola hidup sehat, hingga memperkuat sistem kekebalan tubuh. 

Selain itu, bagi mereka yang masuk ke dalam kelompok yang rentan terserang virus corona, juga tak boleh abai. Namun, sudah tahu siapa saja yang menjadi top targets atau berisiko terserang virus ini? Yuk, simak ulasannya di bawah ini. 

Baca juga: 10 Fakta Virus Corona yang Wajib Diketahui

1. Awas, Lansia Lebih Rentan

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Republik Rakyat Tiongkok, telah  merilis data epidemiologi mengenai COVID-19. Data ini meneliti  lebih dari 44 ribu kasus COVID-19 di Tiongkok.

Mau tahu kelompok usia yang paling rentan terhadap serangan virus korona Wuhan? Menurut riset dari total 44.672 kasus, 73 persen pasiennya berusia di atas 40 tahun. Hanya 2 persen saja yang usianya di bawah 20 tahun. Dengan kata lain, semakin tinggi usia seseorang, maka risiko terjangkit infeksi virus ini pun semakin besar. 

Tingkat kematian COVID-19 berkaitan erat dengan usia di atas. Angka kematian paling tinggi terjadi pada kelompok lansia (80 tahun ke atas), sekitar 14,8 persen. Sedangkan usia 70–79 tahun sekitar 8 persen, dan 60–69 tahun sebesar 3,6 persen. Lalu, bagaimana dengan usia produktif? Total kematian pada kelompok usia 10–39 tahun sekitar 0,2 persen. 

2. Pasien Mayoritas Laki-Laki

Data awal yang dikumpulkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Republik Rakyat Tiongkok, menunjukkan kalau pria lebih rentan terhadap infeksi virus corona Wuhan. Pria yang terinfeksi COVID-19, meninggal dua kali lebih sering ketimbang wanita yang terinfeksi. Selain itu, kasus virus corona juga lebih banyak dialami oleh laki-laki. Akan tetapi, masih membutuhkan studi lebih lanjut untuk membuat kesimpulan yang baik. 

Baca juga: Virus Corona Masuk ke Indonesia, 2 Orang Positif di Depok!

3. Perokok Harus Waspada

Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) 2019, sekitar 47,6 persen pria Tiongkok merupakan perokok. Sementara itu, wanita yang merokok hanya sebesar 1,8 persen. Menurut studi di atas, wanita juga umumnya memiliki respons imun yang lebih kuat daripada pria. 

Ingat, zat-zat beracun dalam rokok tak hanya membuat tubuh mudah terserang penyakit, tetapi juga membuat proses penyembuhan menjadi lebih lama. Gawatnya lagi, zat-zat kimia dalam rokok juga merusak sistem kekebalan tubuh. Nah, kondisi inilah yang membuat tubuh rentan terserang virus, termasuk virus corona Wuhan.

4. Pengidap Penyakit Kronis 

Selain tiga hal di atas, ada lagi kelompok lainnya yang rentan terhadap virus corona. Menurut studi seseorang yang terinfeksi virus korona, dan memiliki penyakit kronis lebih berisiko mengalami kematian. Dalam dunia medis, hal ini disebut dengan komorbiditas, penyakit yang terjadi secara simultan (pada waktu yang bersamaan). 

Menurut data pemerintah Tiongkok, pasien infeksi virus COVID-19 dengan penyakit kardiovaskular memiliki tingkat kematian sekitar 10 persen. Sementara itu, diabetes sebesar 7,3 persen, penyakit saluran pernapasan 6,3 persen, tekanan darah tinggi 6 persen, dan kanker 5,6 persen.

Baca juga: Cegah COVID-19, Orang Sehat Tidak Perlu Pakai Masker?

Nah, sudah tahukan kelompok yang rentan terhadap serangan virus korona. Yuk, pastikan sakitmu bukan karena virus corona. Bila mencurigai diri atau anggota keluarga mengidap infeksi virus corona, atau sulit membedakan gejala COVID-19 dengan flu, segeralah tanyakan pada dokter. 

Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Dengan begitu, kamu tidak perlu ke rumah sakit dan meminimalkan risiko terjangkit berbagai virus dan penyakit.

Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Chinese journal of Epidemiology. Diakses pada 2020. The epidemiological characteristics of an outbreak of 2019 novel coronavirus diseases (COVID-19) in China 
CNN Indonesia.com. Diakses pada 2020. Kemenkes: Penanganan Wabah Corona telah Lampaui Status KLB.
Kompas.com. Diakses pada 2020. Setelah Penularan Virus Corona Berstatus Kejadian Luar Biasa.
Kompas.com. Diakses pada 2020. Kemenkes Tetapkan Status KLB Untuk Virus Corona.
Web MD. Diakses pada 2020. Coronavirus' Top Targets: Men, Seniors, Smokers.
The Journal of the American Medical Associationt. Diakses pada 2020.  Characteristics of and Important Lessons From the Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) Outbreak in China.