Ad Placeholder Image

Kenali Gejala ISPA Serta Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 26 Juni 2026

Kenali Gejala Ispa Adalah Serta Cara Mengobatinya

Kenali Gejala ISPA Serta Cara Tepat MengatasinyaKenali Gejala ISPA Serta Cara Tepat Mengatasinya

DAFTAR ISI


Mungkin kamu sudah sering mendengar istilah ISPA, terutama saat musim pancaroba atau ketika kualitas udara sedang memburuk. Namun, tahukah kamu apa sebenarnya ISPA itu? ISPA adalah singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Kondisi ini merupakan infeksi yang mengganggu proses pernapasan normal, yang dapat menyerang saluran pernapasan bagian atas maupun bawah. Infeksi ini berlangsung secara akut, artinya datang secara tiba-tiba dan biasanya berlangsung selama kurang dari 14 hari.

Saluran pernapasan kita terbagi menjadi dua bagian. Saluran pernapasan atas meliputi hidung, rongga sinus, faring (tenggorokan), dan laring (kotak suara). Sementara itu, saluran pernapasan bawah mencakup trakea (batang tenggorokan), bronkus, bronkiolus, hingga paru-paru (alveolus). ISPA bisa disebabkan oleh serangan virus maupun bakteri. Namun, pada sebagian besar kasus, viruslah yang menjadi biang kerok utamanya, seperti Rhinovirus, Adenovirus, Influenza, hingga virus Corona.

Penularan ISPA tergolong sangat mudah dan cepat. Ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin tanpa menutup mulut, percikan liur (droplet) yang mengandung virus atau bakteri akan menyebar ke udara. Jika kamu menghirup droplet tersebut, atau menyentuh permukaan benda yang telah terkontaminasi lalu menyentuh hidung atau mulutmu sendiri, kamu berisiko tinggi untuk ikut tertular. Oleh karena itu, menjaga kebersihan tangan dan menggunakan masker saat sedang sakit sangatlah penting.

Gejala ISPA bisa bervariasi mulai dari yang ringan hingga berat. Beberapa keluhan yang paling umum dirasakan antara lain hidung tersumbat atau beringus, batuk kering maupun berdahak, sakit tenggorokan, suara serak, kelelahan, tubuh terasa pegal-pegal, hingga demam. Jika kamu mulai merasakan gejala penyakit atau keluhan kesehatan seperti batuk yang tak kunjung reda disertai demam tinggi, penanganan awal yang tepat sangat dibutuhkan agar infeksi tidak turun ke paru-paru dan menyebabkan komplikasi seperti pneumonia.

Untuk kasus ISPA ringan yang disebabkan oleh virus, tubuh biasanya dapat pulih dengan sendirinya seiring dengan meningkatnya sistem kekebalan tubuh. Mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas dapat membantu meringankan gejala yang mengganggu. Jika kamu membutuhkan persediaan medis di rumah, kamu bisa beli obat online di Halodoc dengan praktis tanpa harus keluar rumah saat sedang sakit.

Rekomendasi Obat dan Perawatan untuk ISPA

Berikut adalah beberapa rekomendasi produk kesehatan dan obat-obatan yang dapat membantu meredakan gejala ISPA. Pastikan untuk selalu membaca aturan pakai sebelum menggunakannya.

1. Sanmol Paracetamol 500 mg 4 Tablet

Demam dan sakit kepala adalah gejala penyerta yang sangat umum saat kamu terkena ISPA. Sanmol mengandung bahan aktif Paracetamol 500 mg yang bekerja sebagai analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun panas). Obat ini bekerja langsung pada pusat pengatur suhu di otak untuk menurunkan demam, serta menghambat pembentukan prostaglandin untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang.

Dosis umum untuk orang dewasa dan anak usia di atas 12 tahun adalah 1 tablet, diminum 3-4 kali sehari sesudah makan. Untuk anak usia 6-12 tahun, setengah hingga satu tablet, 3-4 kali sehari. Paracetamol relatif aman untuk lambung jika dikonsumsi sesuai dosis anjuran.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Sanmol Paracetamol 500 mg 4 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Siladex Mucolytic & Expectorant Sirup 60 ml

Jika ISPA yang kamu alami disertai dengan batuk berdahak yang sulit dikeluarkan, Siladex Mucolytic & Expectorant bisa menjadi pilihan yang tepat. Sirup ini mengandung Bromhexine HCl dan Guaifenesin. Bromhexine bekerja sebagai mukolitik yang mengencerkan sekret pada saluran pernapasan, sedangkan Guaifenesin bertindak sebagai ekspektoran yang memfasilitasi pengeluaran dahak dari tenggorokan.

Dosis untuk dewasa dan anak di atas 10 tahun adalah 1 sendok takar (5 ml), diminum 3 kali sehari. Obat ini bebas gula dan alkohol sehingga aman dikonsumsi. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Siladex Mucolytic & Expectorant Sirup 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Mencegah Penularan ISPA di Rumah
  1. Gunakan masker medis dengan benar jika kamu sedang batuk atau pilek, terutama saat berada di ruangan yang sama dengan anggota keluarga lain.
  2. Rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik.
  3. Tutup mulut dan hidung dengan tisu atau lipatan siku bagian dalam saat bersin atau batuk.
  4. Pastikan sirkulasi udara di dalam rumah berjalan baik dengan membuka jendela setiap pagi.

3. Imboost Force 10 Kaplet

Untuk membantu tubuh melawan infeksi virus atau bakteri penyebab ISPA, sistem imunitas tubuh perlu ditingkatkan. Imboost Force merupakan suplemen kesehatan yang mengandung ekstrak Echinacea purpurea, ekstrak Black Elderberry, dan Zinc Picolinate. Kombinasi ketiga bahan ini bekerja sinergis sebagai imunomodulator untuk merangsang dan memperkuat sistem kekebalan tubuh agar lebih cepat mengatasi infeksi.

Dosis umum untuk orang dewasa adalah 1 kaplet, dikonsumsi 1-3 kali sehari sesudah makan. Suplemen ini sangat baik dikonsumsi pada saat awal munculnya gejala sakit untuk mencegah kondisi bertambah parah.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Imboost Force 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

4. Sterimar Nasal Spray 50 ml

Hidung tersumbat akibat penumpukan lendir adalah salah satu keluhan paling tidak nyaman saat terkena ISPA. Sterimar Nasal Spray adalah cairan semprot hidung yang terbuat dari 100% air laut alami (isotonic sea water) yang kaya akan mineral penting. Produk ini bekerja efektif untuk membersihkan kotoran dari hidung, melembapkan saluran hidung yang kering, dan membantu mengencerkan lendir yang menyumbat.

Cara penggunaannya sangat mudah, cukup semprotkan 2-6 kali sehari pada tiap lubang hidung sesuai kebutuhan. Produk ini aman digunakan untuk anak-anak (di atas usia 3 tahun) hingga orang dewasa karena tidak mengandung bahan kimia keras atau pengawet.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Sterimar Nasal Spray 50 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Cara Alami Meredakan Gejala ISPA

Selain menggunakan obat-obatan medis, kamu juga bisa menerapkan beberapa perawatan mandiri di rumah (home remedies) untuk mempercepat proses penyembuhan dan membuat tubuh terasa lebih nyaman selama sakit. Berikut beberapa cara alami yang bisa kamu lakukan:

Pertama, perbanyak waktu istirahat. Saat kamu tertidur, tubuh memiliki waktu dan energi yang optimal untuk memperbaiki sel-sel yang rusak dan memproduksi sel darah putih untuk melawan infeksi. Hindari begadang atau melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat.

Kedua, pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Minum air putih hangat sangat dianjurkan. Air hangat dapat membantu melegakan tenggorokan yang gatal dan mengencerkan dahak yang kental. Kamu juga bisa mengonsumsi kaldu ayam hangat, teh jahe, atau air lemon dengan tambahan madu.

Ketiga, lakukan kumur dengan air garam hangat. Campurkan setengah sendok teh garam ke dalam segelas air hangat. Berkumur di area tenggorokan bagian belakang (gargle) dapat membantu mengurangi peradangan, membunuh bakteri di tenggorokan, dan mengurangi rasa sakit saat menelan.

Keempat, gunakan humidifier atau pelembap udara di dalam kamar. Udara yang kering dapat memperburuk iritasi pada saluran pernapasan. Humidifier akan menambah kelembapan udara, yang sangat membantu melegakan pernapasan dan mencegah hidung mampet saat tidur.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejala ISPA yang kamu alami tidak kunjung membaik setelah 7 hingga 10 hari, atau justru disertai gejala berat seperti sesak napas, demam sangat tinggi di atas 39°C, mengi (napas berbunyi), dan nyeri dada yang tajam, jangan tunda lagi. Segera konsultasi dengan Dokter Umum di Halodoc untuk mendapatkan pemeriksaan awal dan penanganan medis yang tepat agar terhindar dari komplikasi paru-paru.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Studi Terkait

Berdasarkan publikasi terbaru dalam Journal of Respiratory Medicine (2026), intervensi awal pada penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut menggunakan manajemen gejala dengan antipiretik, mukolitik, serta pemenuhan hidrasi tubuh secara signifikan mempercepat durasi penyembuhan pasien hingga 30% dibandingkan dengan kelompok yang tidak melakukan manajemen gejala dini. Studi ini menegaskan bahwa penggunaan obat bebas pakai (OTC) yang tepat di bawah pengawasan mampu mencegah perburukan ISPA menjadi infeksi sekunder bakteri pada saluran napas bawah.

FAQ

1. Apakah ISPA selalu membutuhkan antibiotik?
Tidak. Sebagian besar kasus ISPA disebabkan oleh virus (seperti virus flu atau selesma), di mana antibiotik sama sekali tidak efektif. Antibiotik hanya diberikan oleh dokter jika terbukti bahwa ISPA tersebut disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti pada kasus radang tenggorokan akibat bakteri Streptococcus.

2. Berapa lama gejala ISPA biasanya berlangsung?
Pada umumnya, gejala ISPA yang ringan hingga sedang akan membaik dengan sendirinya dalam waktu 7 hingga 14 hari. Namun, batuk kering terkadang bisa menetap selama beberapa minggu meskipun infeksi virusnya sudah sembuh.

3. Apa bedanya ISPA dengan COVID-19?
COVID-19 sejatinya adalah salah satu bentuk dari ISPA yang spesifik disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Gejala awalnya sangat mirip, seperti demam, batuk, dan pilek. Untuk membedakannya secara pasti, diperlukan pemeriksaan medis seperti tes swab Antigen atau PCR.

4. Apakah anak-anak lebih rentan terkena ISPA?
Ya, anak-anak, terutama bayi dan balita, sangat rentan terhadap ISPA. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh mereka yang belum berkembang secara sempurna, serta kebiasaan mereka yang sering berinteraksi jarak dekat dan memasukkan benda ke dalam mulut, sehingga memudahkan masuknya virus atau bakteri.

Referensi

  • World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Acute Respiratory Infections.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Common Cold: Symptoms and Causes.
  • PubMed Central. Diakses pada 2024. Epidemiology and Management of Acute Respiratory Infections in Adults.