• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali 8 Gejala Syok Anafilaktik yang Harus Diwaspadai

Kenali 8 Gejala Syok Anafilaktik yang Harus Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Ketika membicarakan alergi, kira-kira apa yang muncul dibenakmu? Gatal-gatal, bentol, ruam, batuk-batuk, dan hidung tersumbat? Bagaimana dengan sesak napas yang bisa berakibat fatal? Hati-hati, dalam beberapa kasus alergi bisa mematikan lho. Kok bisa?

Dalam dunia medis, kondisi ini disebabkan oleh reaksi yang ditimbulkan syok anafilaktik. Jangan main-main dengan kondisi ini, sebab syok anafilaktik bisa mengakibatkan kehilangan kesadaran atau bahkan kematian pada pengidapnya. Hal yang bikin resah, reaksinya bisa terjadi dalam hitungan detik atau menit dari paparan alergen. Tuh, seram kan?

Singkat kata, seseorang yang mengalami syok anafilaktik perlu mendapatkan penanganan medis segera. 

Nah, pertanyaannya, seperti apa sih syok anafilaktik yang bisa dialami oleh pengidapnya? 

Baca juga: Cara Mendeteksi Syok Anafilaktik Sejak Dini

Pembengkakan hingga Sesak Napas

Pada awalnya sih gejala syok ini memang terlihat seperti gejala alergi biasa. Pengidapnya akan mengalami ruam pada kulit dan pilek. Akan tetapi, setelah 30 menit berlalu, barulah ada sejumlah gejala serius yang mulai terlihat. 

Nah, berikut ini gejala syok anafilaktik yang perlu diperhatikan:

  1. Pembengkakan pada bibir dan lidah.

  2. Sakit perut. 

  3. Terasa melayang, ingin pingsan, bahkan sampai kehilangan kesadaran.

  4. Bengkak di tenggorokan atau kesulitan menelan.

  5. Mual, muntah, dan diare.

  6. Timbulnya sensasi kesemutan pada kepala, mulut, tangan, dan kaki.

  7. Jantung berdebar-debar, keringat dingin, pucat, dan denyut nadi lemah. 

  8. Sesak atau mengi.

Tekanan darah orang yang mengalami syok anafilaktik bisa turun secara tiba-tiba, dan saluran udara terhambat sehingga mengganggu pernapasan. Nah, inilah kondisi yang bisa mengancam nyawa pengidapnya. 

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Seperti penjelasan di atas, syok anafilaktik merupakan kondisi kegawat daruratan medis yang mesti segera ditangani. Oleh sebab itu, bila dirimu menemukan ada seseorang yang mengalami kondisi ini, segeralah hubungi petugas medis untuk mendapatkan bantuan.

Ketika tiba di rumah sakit, biasanya dokter akan memberikan suntikan epinephrine untuk mengatasi syok anafilaktik. Pengobatan syok anafilaktik memiliki banyak tujuan. Mulai dari meredakan gejala, mencegah syok anafilaktik terulang kembali, dan komplikasi. 

Nah, berikut beberapa pertolongan awal yang akan dilakukan dokter untuk menstabilkan kondisi pasien. 

  • Membebaskan jalan napas.

  • Memberikan oksigen tambahan.

  • Memberikan cairan infus.

  • Memberikan obat adrenalin atau epinephrine.

  • Terus mengevaluasi kondisi pasien secara berkala. 

Baca juga: Hindari 7 Makanan Ini untuk Mencegah Syok Anafilaktik

Kerusakan Otak sampai Kematian

Syok anafilaktik tak pandang bulu, enggak mengenal usia dan jenis kelamin. Dengan kata lain, bisa menyerang siapa pun. Hanya dalam hitungan menit sistem kekebalan tubuh bisa bereaksi dan membuat pembengkakan pada wajah, jantung berdebar, ruam dan gatal, sampai susah bernapas.

Dalam beberapa kasus, syok anafilaktik bisa menyebabkan berbagai komplikasi serius, bila pasien terlambat ditangani. Nah, berikut ini beberapa komplikasi yang bisa mengancam: 

  • Kerusakan otak.

  • Aritmia, gangguan yang terjadi pada irama jantung.

  • Syok kardiogenik, jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh.

  • Serangan jantung.

  • Kematian

Nah, yakin masih mau meremehkan alergi yang bisa menimbulkan syok kardiogenik? 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Medscape. Diakses pada 2020. Anaphylaxis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases & Conditions. Anaphylaxis.
Healthline. Diakses pada 2020. Anaphylactic Shock: What You Need to Know.