Habis kencing keluar darah itu kenapa ya pada pria?

DAFTAR ISI
- Memahami Hematuria pada Pria
- Penyebab Umum Kencing Berdarah
- Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai
- Kapan Harus Segera ke Dokter?
- Studi Terkait
- FAQ
Melihat adanya darah dalam urine setelah buang air kecil tentu bisa menjadi pengalaman yang sangat mengkhawatirkan bagi setiap pria. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah hematuria. Darah yang muncul bisa membuat urine berubah warna menjadi merah muda, merah terang, atau bahkan kecokelatan seperti warna teh. Munculnya darah ini menandakan adanya gangguan pada sistem saluran kemih, mulai dari ginjal, ureter, kandung kemih, hingga uretra atau prostat.
Kondisi habis kencing keluar darah itu kenapa ya pada pria sering kali menjadi pertanyaan yang mendesak. Penting untuk dipahami bahwa hematuria bukanlah sebuah penyakit, melainkan sebuah gejala dari kondisi kesehatan lain yang mendasarinya. Beberapa penyebab mungkin bersifat ringan dan mudah diobati, namun ada pula kemungkinan kondisi yang lebih serius seperti infeksi berat, batu ginjal, atau bahkan keganasan yang memerlukan penanganan medis segera.
Mengingat risiko yang ada, pria yang mengalami gejala ini tidak boleh mengabaikannya begitu saja, meskipun darah yang keluar hanya terjadi satu kali atau tidak disertai rasa sakit. Diagnosis dini adalah kunci utama untuk mencegah komplikasi yang lebih parah di masa depan. Jika kamu mengalami hal ini, sangat disarankan untuk segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan evaluasi menyeluruh.
Nah, mau tahu apa saja penyebab dan bagaimana langkah penanganan yang tepat untuk kondisi ini? Berikut ulasannya!
Memahami Hematuria pada Pria
Secara medis, hematuria pada pria dibagi menjadi dua jenis utama berdasarkan cara deteksinya. Pertama adalah hematuria gross (makroskopis), di mana darah dapat terlihat jelas oleh mata telanjang saat kamu buang air kecil. Warna urine bisa berubah menjadi kemerahan atau terdapat gumpalan darah kecil. Kedua adalah hematuria mikroskopis, di mana darah hanya dapat ditemukan melalui pemeriksaan laboratorium (urinalisis) karena jumlahnya yang sangat sedikit sehingga tidak mengubah warna urine secara kasatmata.
Pada pria, saluran kemih memiliki struktur yang lebih panjang dibanding wanita, dan melibatkan organ tambahan yaitu kelenjar prostat. Oleh karena itu, masalah pada prostat sering kali menjadi pemicu utama mengapa darah muncul setelah atau saat berkemih. Selain itu, pria yang aktif secara fisik atau melakukan olahraga intensitas tinggi terkadang juga dapat mengalami hematuria sementara akibat trauma mikroskopis pada kandung kemih.
Penyebab Umum Kencing Berdarah
Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan pria mengalami kencing berdarah. Berikut adalah beberapa penyebab yang paling sering ditemukan dalam praktik klinis:
1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Meskipun lebih sering terjadi pada wanita, pria juga bisa terkena ISK. Bakteri yang masuk ke uretra dan berkembang biak di kandung kemih dapat menyebabkan peradangan. Gejalanya meliputi keinginan buang air kecil yang mendesak, rasa terbakar (nyeri) saat kencing, dan urine yang berbau menyengat serta mengandung darah.
2. Pembesaran Prostat (BPH)
Seiring bertambahnya usia, kelenjar prostat pada pria cenderung membesar. Kondisi ini disebut Benign Prostatic Hyperplasia (BPH). Prostat yang membesar dapat menekan uretra, sehingga menghambat aliran urine dan menyebabkan iritasi atau pecahnya pembuluh darah kecil di area tersebut, yang kemudian mengakibatkan darah dalam urine.
3. Batu Ginjal atau Batu Kandung Kemih
Kristal yang terbentuk dari mineral dalam urine dapat mengeras menjadi batu. Jika batu ini bergerak melalui saluran kemih, permukaannya yang kasar dapat melukai dinding saluran dan menyebabkan perdarahan hebat serta rasa nyeri yang sangat luar biasa (kolik renal).
4. Keganasan (Kanker)
Hematuria tanpa rasa sakit (painless hematuria) pada pria, terutama yang sudah berusia lanjut atau perokok, merupakan tanda peringatan serius untuk kanker kandung kemih, kanker ginjal, atau kanker prostat. Deteksi dini melalui skrining medis sangatlah krusial.
Langkah Pencegahan Gangguan Saluran Kemih
- Minum air putih minimal 2 liter per hari untuk membilas bakteri dan mineral pemicu batu.
- Hindari kebiasaan menahan buang air kecil terlalu lama.
- Lakukan pemeriksaan prostat secara rutin jika kamu berusia di atas 50 tahun.
Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai
Beberapa pria memiliki risiko lebih tinggi mengalami kencing berdarah dibandingkan yang lain. Usia merupakan faktor dominan; pria di atas 50 tahun lebih sering mengalami hematuria akibat masalah prostat. Selain itu, riwayat keluarga dengan penyakit ginjal atau batu saluran kemih juga meningkatkan peluang terjadinya kondisi ini. Kebiasaan merokok dan paparan zat kimia industri tertentu juga diketahui berhubungan erat dengan risiko kanker pada sistem urinaria.
Aktivitas fisik yang terlalu berat, seperti lari jarak jauh (maraton), terkadang dapat memicu hematuria yang dikenal sebagai “jogger’s hematuria”. Hal ini biasanya terjadi karena benturan berulang pada dinding kandung kemih yang kosong saat berlari. Namun, diagnosis ini tetap harus dipastikan oleh dokter untuk menyingkirkan penyebab medis lainnya.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Jika kamu melihat darah dalam urine, jangan menunggu sampai gejala tersebut hilang dengan sendirinya. Segera hubungi tenaga medis jika hematuria disertai dengan nyeri punggung bawah yang hebat, demam, menggigil, atau kesulitan buang air kecil (retensi urine). Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, tes urine, hingga pemeriksaan penunjang seperti USG, CT scan, atau sistoskopi untuk melihat kondisi di dalam kandung kemih secara langsung.
Untuk mendukung kesehatan saluran kemih secara umum atau menangani keluhan ringan setelah mendapatkan diagnosis dokter, kamu bisa beli obat online di Halodoc. Tersedia berbagai produk kesehatan, vitamin, dan suplemen yang 100% asli dan siap diantar langsung ke rumah kamu tanpa harus keluar rumah.
Studi Mengenai Hematuria pada Pria
The Journal of Urology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa hematuria makroskopis pada pria di atas usia 40 tahun memiliki kaitan yang signifikan dengan penemuan keganasan pada saluran kemih sebanyak 10-20% kasus.
Studi ini menekankan pentingnya evaluasi urologis yang komprehensif meskipun darah hanya muncul satu kali. Penggunaan alat diagnosis modern seperti CT-Urography terbukti sangat membantu dalam mengidentifikasi penyebab perdarahan yang tidak terdeteksi oleh pemeriksaan fisik biasa.
FAQ
1. Apakah kencing berdarah pada pria selalu berbahaya?
Tidak selalu, namun harus selalu dianggap serius. Bisa jadi karena infeksi ringan, tetapi bisa juga menjadi tanda awal kanker atau batu ginjal yang memerlukan penanganan khusus.
2. Apa perbedaan darah segar dan darah kecokelatan dalam urine?
Darah segar (merah) biasanya menunjukkan perdarahan aktif di saluran kemih bagian bawah (kandung kemih atau uretra), sedangkan warna kecokelatan sering kali menandakan darah yang sudah lama atau berasal dari ginjal.
3. Bolehkah mengobati kencing berdarah dengan obat herbal saja?
Sangat tidak disarankan sebelum penyebab pastinya diketahui. Pengobatan tanpa diagnosis dokter berisiko menunda penanganan kondisi serius yang membahayakan nyawa.
4. Apakah merokok berhubungan dengan kencing berdarah?
Ya, merokok adalah faktor risiko utama kanker kandung kemih. Zat beracun dalam rokok diserap ke darah dan dikeluarkan melalui urine, yang dapat merusak lapisan dinding kandung kemih.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Blood in urine (hematuria).
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Hematuria (Blood in Urine).
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Diakses pada 2026. Hematuria (Blood in the Urine).
Healthline. Diakses pada 2026. What Causes Blood in Male Urine?
## Khawatir dengan Darah yang Muncul Saat Buang Air Kecil? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu mendapati adanya darah saat atau sesudah kencing dan merasa khawatir? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.








