Ad Placeholder Image

Kenapa Mata Berair dan Merah? Ini Alasannya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 07 Mei 2026

Terjawab! Kenapa Mata Berair dan Merah Terus?

Kenapa Mata Berair dan Merah? Ini Alasannya!Kenapa Mata Berair dan Merah? Ini Alasannya!

Penyebab Mata Berair dan Merah yang Perlu Diwaspadai

Mata berair dan merah adalah keluhan umum yang sering dialami banyak orang. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan, mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan menandakan adanya masalah kesehatan mata yang lebih serius. Mata menjadi merah karena pembuluh darah di permukaan mata melebar sebagai respons terhadap iritan, alergen, atau infeksi. Sementara itu, produksi air mata berlebih terjadi sebagai upaya alami mata untuk membersihkan diri atau melindungi dari kerusakan.

Definisi Mata Berair dan Merah

Mata berair dan merah merupakan kondisi di mana mata mengalami iritasi atau peradangan yang ditandai dengan peningkatan produksi air mata (lakrimasi) dan kemerahan pada sklera (bagian putih mata). Gejala ini bisa muncul secara tiba-tiba atau bertahap, dan seringkali disertai dengan rasa gatal, perih, atau sensasi mengganjal pada mata.

Berbagai Penyebab Kenapa Mata Berair dan Merah

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan mata menjadi berair dan merah. Memahami penyebabnya penting untuk menentukan penanganan yang tepat.

  • Alergi

    Reaksi alergi adalah penyebab umum mata berair dan merah. Paparan alergen seperti serbuk sari, debu, bulu hewan, atau jamur dapat memicu respons kekebalan tubuh yang menyebabkan mata gatal, merah, dan mengeluarkan air.

  • Iritasi

    Mata dapat meradang dan berair akibat paparan iritan lingkungan. Asap rokok, polusi udara, bahan kimia dalam kosmetik, atau bahkan air klorin dari kolam renang bisa memicu iritasi dan menyebabkan mata merah dan berair.

  • Infeksi (Konjungtivitis)

    Infeksi pada mata, sering disebut konjungtivitis atau mata merah, bisa disebabkan oleh virus atau bakteri. Konjungtivitis virus umumnya menyebabkan mata berair jernih, sedangkan konjungtivitis bakteri dapat disertai kotoran mata berwarna kuning atau hijau. Kedua jenis infeksi ini sangat menular.

  • Mata Kering

    Meskipun terdengar paradoks, mata kering dapat menyebabkan mata berair. Saat mata tidak memproduksi cukup air mata berkualitas baik, mata akan mencoba mengompensasi dengan memproduksi air mata berlebih yang tidak memiliki komposisi seimbang, sehingga menyebabkan mata terasa kering, merah, dan sering berair.

  • Cedera Ringan Kornea

    Goresan atau cedera kecil pada kornea, lapisan terluar bening mata, bisa disebabkan oleh benda asing, gesekan lensa kontak, atau trauma ringan. Cedera ini dapat memicu nyeri, kemerahan, dan produksi air mata yang meningkat.

  • Penggunaan Lensa Kontak yang Tidak Benar

    Pemakaian lensa kontak yang tidak higienis, terlalu lama, atau tidak sesuai dengan ukuran mata dapat menyebabkan iritasi, infeksi, dan kurangnya oksigenasi pada mata. Ini seringkali bermanifestasi sebagai mata merah, berair, dan terasa tidak nyaman.

  • Peradangan Mata Lainnya

    Beberapa kondisi peradangan juga dapat menyebabkan mata merah dan berair. Blefaritis adalah peradangan pada kelopak mata yang menyebabkan mata merah, gatal, dan bengkak. Uveitis adalah peradangan pada bagian tengah mata (uvea) yang lebih serius dan bisa disertai nyeri serta sensitivitas terhadap cahaya.

Pengobatan Umum Mata Berair dan Merah

Penanganan mata berair dan merah tergantung pada penyebabnya. Untuk kasus ringan yang disebabkan alergi atau iritasi, kompres dingin dan tetes mata bebas resep mungkin bisa membantu. Namun, jika gejala tidak membaik atau disertai nyeri hebat, penurunan penglihatan, atau keluarnya nanah, segera cari bantuan medis.

  • Mencuci mata dengan air bersih atau larutan garam steril.
  • Menghindari paparan alergen atau iritan.
  • Menggunakan tetes mata lubrikan (air mata buatan) untuk mata kering.
  • Melepas lensa kontak dan membersihkannya dengan benar, atau berhenti menggunakannya sementara.
  • Mengonsumsi obat antihistamin jika penyebabnya alergi.

Pencegahan Agar Mata Tidak Berair dan Merah

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengurangi risiko mata berair dan merah.

  • Menghindari alergen dan iritan sebisa mungkin.
  • Menjaga kebersihan tangan dan tidak menyentuh mata.
  • Menggunakan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan atau di lingkungan berdebu.
  • Menggunakan lensa kontak sesuai petunjuk dokter dan menjaga kebersihannya.
  • Mengistirahatkan mata secara teratur, terutama saat menatap layar digital.
  • Menjaga hidrasi tubuh dengan minum air yang cukup.

Kapan Harus ke Dokter untuk Mata Berair dan Merah?

Jika mata berair dan merah tidak membaik dalam beberapa hari, memburuk, atau disertai gejala seperti nyeri hebat, pandangan kabur, sensitivitas terhadap cahaya, atau demam, segera konsultasikan dengan dokter mata. Diagnosis dan penanganan dini dapat mencegah komplikasi serius.

Untuk informasi kesehatan mata lebih lanjut atau jika membutuhkan konsultasi, gunakan aplikasi Halodoc. Dokter spesialis mata Halodoc siap memberikan rekomendasi medis yang akurat dan berbasis bukti untuk kondisi mata yang dialami.