Ad Placeholder Image

Keputihan Pria: Kapan Normal Kapan Infeksi?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 23 Juni 2026

Keputihan pada Laki laki: Normal atau Bahaya?

Keputihan Pria: Kapan Normal Kapan Infeksi?Keputihan Pria: Kapan Normal Kapan Infeksi?

DAFTAR ISI


Berbicara tentang masalah reproduksi, istilah “keputihan” umumnya sangat identik dengan kondisi biologis pada wanita. Pada wanita, keluarnya cairan bening atau putih dari vagina merupakan proses alami untuk membersihkan dan melembapkan organ intim. Namun, bagaimana jika cairan serupa keluar dari organ intim pria? Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa panik, cemas, dan kebingungan.

Faktanya, keluarnya cairan abnormal dari penis atau yang sering diistilahkan masyarakat awam sebagai keputihan pada laki laki adalah kondisi medis yang tidak boleh diabaikan. Berbeda dengan wanita, keluarnya cairan kental dari uretra pria (selain urine dan air mani) hampir selalu mengindikasikan adanya peradangan atau infeksi. Cairan ini bisa berwarna bening, putih susu, kuning, hingga kehijauan, dan sering kali disertai dengan bau yang tidak sedap.

Sangat penting untuk segera memeriksakan diri karena penyebab utama keluarnya cairan ini sering kali berkaitan dengan infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore atau klamidia, maupun infeksi saluran kemih. Mengabaikan kondisi ini tidak hanya membahayakan kesehatan reproduksimu sendiri, tetapi juga berisiko menularkan infeksi kepada pasangan seksual. Mengingat infeksi bakteri ini membutuhkan antibiotik yang harus diresepkan oleh dokter, pengobatan mandiri atau mencoba obat bebas (OTC) sangat tidak dianjurkan demi mencegah resistensi antibiotik.

Lalu, apa sebenarnya penyebab pasti dari kondisi ini, bagaimana cara mengenalinya lebih awal, dan langkah penanganan apa yang tepat? Mari kita bahas secara tuntas dan mendalam pada ulasan di bawah ini!

Apa Itu Keputihan pada Laki-Laki?

Dalam dunia medis, kondisi keluarnya cairan abnormal dari ujung penis (uretra) dikenal dengan istilah urethral discharge. Uretra sendiri merupakan saluran yang berfungsi untuk mengeluarkan urine dari kandung kemih dan juga sebagai saluran keluarnya air mani saat ejakulasi. Pada kondisi normal, uretra pria harusnya dalam keadaan kering atau hanya mengeluarkan sedikit cairan pelumas bening (cairan pre-ejakulasi) saat terangsang secara seksual.

Ketika uretra mengalami peradangan (uretritis), tubuh merespons dengan memproduksi sel darah putih dan lendir untuk melawan infeksi. Kumpulan sel darah putih yang mati, bakteri, dan lendir inilah yang kemudian keluar dari ujung penis berupa nanah atau cairan kental, yang kemudian sering disebut sebagai “keputihan” oleh masyarakat luas.

Penyebab Keputihan pada Laki-Laki

Sebagian besar kasus keluarnya cairan dari penis disebabkan oleh peradangan uretra (uretritis). Uretritis ini dapat dibagi menjadi dua kategori utama berdasarkan penyebabnya, yaitu uretritis gonore dan uretritis non-gonokokal (NGU). Berikut adalah penjelasan dari masing-masing penyebabnya:

1. Gonore (Kencing Nanah)

Gonore adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Ini adalah penyebab paling umum dari keluarnya cairan purulen (mengandung nanah) pada pria. Cairan yang keluar biasanya kental, melimpah, dan berwarna kuning atau kehijauan. Selain itu, penderita biasanya merasakan nyeri yang hebat seperti terbakar saat buang air kecil.

2. Klamidia (Chlamydia)

Klamidia adalah IMS bakteri yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis dan merupakan penyebab utama dari uretritis non-gonokokal. Gejala klamidia terkadang lebih ringan dibandingkan gonore. Cairan yang keluar cenderung berwarna lebih bening, keputihan seperti susu encer, dan volumenya mungkin tidak terlalu banyak. Bahkan, sebagian pria yang terinfeksi klamidia tidak merasakan gejala apa pun (asimptomatik), namun tetap bisa menularkannya kepada pasangan.

3. Trikomoniasis

Berbeda dengan gonore dan klamidia yang disebabkan oleh bakteri, trikomoniasis disebabkan oleh parasit bersel satu yang disebut Trichomonas vaginalis. Penularannya terjadi melalui kontak seksual. Pada pria, infeksi ini bisa menyebabkan keluarnya cairan bening atau keputihan dari penis, rasa gatal di dalam uretra, dan rasa tidak nyaman setelah ejakulasi atau buang air kecil.

4. Infeksi Saluran Kemih (ISK) dan Prostatitis

Meski tidak ditularkan melalui hubungan seksual, infeksi bakteri umum yang masuk melalui saluran kemih (seperti E. coli) juga dapat menyebabkan peradangan. Pada beberapa kasus, peradangan kelenjar prostat (prostatitis) juga bisa menyebabkan keluarnya cairan dari uretra. Hal ini biasanya dibarengi dengan rasa nyeri di panggul, punggung bawah, atau area antara skrotum dan anus (perineum).

Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai
  1. Sering berganti pasangan seksual tanpa menggunakan kondom.
  2. Memiliki riwayat penyakit infeksi menular seksual sebelumnya.
  3. Memiliki pasangan yang sedang mengidap infeksi menular seksual.
  4. Berhubungan seksual dengan pekerja seks komersial.
  5. Kurangnya menjaga kebersihan organ intim.

Gejala Penyerta yang Perlu Diwaspadai

Keluarnya cairan abnormal dari penis jarang terjadi sendirian. Biasanya, kondisi ini akan disertai dengan serangkaian keluhan lain yang menunjukkan tingkat keparahan infeksi. Gejala penyerta yang wajib kamu waspadai meliputi:

  • Disuria: Sensasi panas, perih, atau terbakar yang sangat mengganggu saat buang air kecil.
  • Gatal atau iritasi: Rasa tidak nyaman yang muncul dari dalam saluran kemih.
  • Kemerahan dan bengkak: Bagian ujung penis (glans) dan lubang kencing (meatus uretra) tampak kemerahan, meradang, dan sedikit membengkak.
  • Nyeri pada testis: Jika infeksi menyebar ke saluran epididimis, salah satu atau kedua testis akan terasa nyeri dan membengkak (epididimitis).
  • Bercak pada pakaian dalam: Ditemukannya bercak noda berwarna kekuningan atau kehijauan pada celana dalam setelah bangun tidur.

Diagnosis dan Penanganan Medis

Mengingat setiap penyebab (baik bakteri maupun parasit) membutuhkan jenis antibiotik yang berbeda, sangat dilarang untuk menggunakan antibiotik tanpa pengawasan dokter. Penggunaan obat sembarangan justru dapat memicu resistensi bakteri (bakteri kebal terhadap obat) sehingga penyakit semakin sulit disembuhkan dan menimbulkan komplikasi serius seperti kemandulan atau infeksi prostat kronis.

1. Proses Diagnosis

Untuk mendiagnosis kondisi ini secara akurat, dokter biasanya akan melakukan serangkaian pemeriksaan, seperti tes urine dan pengambilan sampel cairan (swab) dari uretra. Sampel ini akan diuji di laboratorium, menggunakan metode mikroskopis atau NAAT (Nucleic Acid Amplification Test) untuk mengidentifikasi bakteri spesifik penyebab infeksi.

2. Penanganan Medis

Setelah jenis bakteri atau parasit diketahui, dokter akan meresepkan antibiotik khusus, yang mana obat-obatan ini termasuk dalam golongan Obat Keras (berlabel lingkaran merah). Obat seperti Azithromycin, Doxycycline, Ceftriaxone, atau Metronidazole biasanya menjadi pilihan lini pertama, tergantung pada patogen penyebab. Ingat, kamu harus menghabiskan seluruh dosis antibiotik yang diberikan dokter meskipun gejalanya sudah menghilang, agar infeksi benar-benar tuntas.

Kabar baiknya, demi kenyamanan dan privasi, setelah berkonsultasi dan mendapatkan resep elektronik dari dokter, kamu dapat langsung menebus resep tersebut dan beli obat online di Halodoc. Pesanan obat dari apotek resmi akan diantar langsung ke rumahmu.

Cara Mencegah Keputihan pada Laki-Laki

Pencegahan selalu menjadi langkah terbaik. Mengingat penyebab paling umum dari keluarnya cairan pada penis adalah Infeksi Menular Seksual (IMS), langkah utama untuk mencegahnya adalah mempraktikkan seks yang aman. Berikut adalah beberapa langkah pencegahan yang dapat kamu terapkan:

  • Gunakan Kondom: Gunakan pelindung ini dengan benar setiap kali berhubungan seksual, baik vaginal, anal, maupun oral.
  • Setia pada Pasangan: Hubungan monogami yang saling menguntungkan dengan pasangan yang tidak terinfeksi adalah cara efektif mencegah IMS.
  • Cek Kesehatan Rutin: Jika kamu aktif secara seksual, terutama jika memiliki lebih dari satu pasangan, sangat disarankan untuk melakukan skrining IMS setidaknya setahun sekali.
  • Jaga Kebersihan Intim: Bersihkan area penis secara rutin dengan air mengalir dan sabun berbahan lembut, terutama di area lipatan bawah kulup bagi pria yang tidak disunat.

Studi Mengenai Tren Penyakit Menular Seksual pada Pria

World Health Organization (WHO) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa lebih dari 1 juta infeksi menular seksual (IMS) didapatkan setiap hari di seluruh dunia, yang sebagian besar tidak bergejala. Pada pria, infeksi gonore dan klamidia adalah yang paling mendominasi dan menjadi penyebab utama terjadinya radang uretra (uretritis) yang memicu keluarnya nanah dari alat kelamin.

Studi ini menekankan pentingnya deteksi dini. Keterlambatan dalam mendiagnosis infeksi menular seksual pada pria tidak hanya meningkatkan risiko transmisi secara global, tetapi juga memicu komplikasi jangka panjang pada organ reproduksi seperti penyumbatan saluran sperma yang bisa berujung pada infertilitas.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2024. Urethritis and Cervicitis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Chlamydia trachomatis.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Urethritis: Causes, Symptoms, and Treatment.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Sexually Transmitted Infections (STIs).
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pedoman Nasional Penanganan Infeksi Menular Seksual.

FAQ

1. Apakah keputihan pada laki laki bisa sembuh dengan sendirinya?

Tidak. Keluarnya cairan dari penis pria karena infeksi bakteri seperti gonore atau klamidia tidak dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan medis. Jika dibiarkan, infeksi bisa menyebar ke organ reproduksi lain dan menyebabkan kerusakan permanen.

2. Berapa lama pengobatan hingga cairan berhenti keluar dari penis?

Jika pengobatan menggunakan antibiotik yang tepat, gejala biasanya akan mulai membaik dalam waktu 2 hingga 3 hari. Namun, sangat penting untuk tetap mengonsumsi antibiotik hingga habis sesuai anjuran dokter untuk mencegah bakteri kembali berkembang biak atau menjadi kebal.

3. Apakah saya boleh berhubungan intim selama proses pengobatan?

Sangat dilarang. Pasien harus menghindari segala bentuk aktivitas seksual, bahkan dengan kondom, hingga masa pengobatan benar-benar selesai dan dokter menyatakan infeksi telah bersih. Pasangan seksual juga disarankan untuk ikut diperiksa guna mencegah fenomena ping-pong (infeksi bolak-balik).

4. Apakah masturbasi bisa menyebabkan keluarnya cairan abnormal ini?

Masturbasi sendiri tidak menyebabkan uretritis atau keluarnya cairan yang terinfeksi bakteri. Namun, masturbasi secara kasar dapat menyebabkan iritasi ringan pada uretra. Jika cairan yang keluar berwarna kuning, hijau, dan berbau, itu pasti disebabkan oleh infeksi, bukan karena masturbasi.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang