• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Fakta Vaksin Difteri pada Ibu Hamil

Ketahui Fakta Vaksin Difteri pada Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Menjaga kebersihan lingkungan tentunya menjadi salah satu cara yang cukup efektif untuk menghindari berbagai jenis penyakit, salah satunya difteri. Difteri merupakan salah satu penyakit dimana terjadi infeksi pada bagian hidung dan tenggorokan. Gejala umum yang ditimbulkan penyakit difteri munculnya selaput abu-abu yang melapisi bagian tenggorokan serta amandel.

Baca juga: Ini Alasan Mengapa Difteri Mematikan

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak hingga wanita hamil juga rentan terhadap penyakit difteri. Pencegahan perlu dilakukan agar terhindar dari penyakit yang cukup berbahaya ini. Vaksinasi menjadi salah satu pencegahan yang bisa dilakukan. Namun, bolehkah ibu hamil mendapatkan vaksin difteri?

Sekilas Tentang Penyakit Difteri

Melansir Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit difteri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae yang umumnya menginfeksi bagian tenggorokan dan saluran pernapasan bagian atas. Bakteri penyebab difteri dapat menghasilkan racun yang memengaruhi organ lain. 

Ada beberapa gejala utama yang dialami pengidap difteri, seperti sakit tenggorokan, demam, dan mengalami pembengkakan pada kelenjar di bagian leher. Racun yang dihasilkan menyebabkan selaput jaringan pada tenggorokan dan amandel mati sehingga menyebabkan munculnya selaput berwarna abu-abu pada kedua organ ini. Kondisi ini dapat menyebabkan pengidapnya mengalami kesulitan menelan dan kesulitan bernapas.

Selain itu, penyakit difteri dapat menyebar dari orang ke orang melalui kontak langsung dengan pengidap difteri dan paparan liur yang terkontaminasi bakteri penyebab difteri yang keluar dari pengidap saat batuk atau bersin. 

Melansir Mayo Clinic, ada beberapa pengidap yang mengalami gejala lebih ringan dari pengidap difteri yang lainnya. Beberapa pengidap difteri bahkan tidak menunjukkan gejala terhadap penyakit yang dialami. Inilah yang menyebabkan sebaiknya lakukan pencegahan dengan melakukan vaksinasi difteri, termasuk pada ibu hamil.

Baca juga: Begini Proses Penularan dari Difteri

Ketahui Fakta Vaksin Difteri pada Ibu Hamil

Ibu hamil berisiko mengalami difteri ketika kurang menjaga kebersihan lingkungan dan tinggal pada area yang yang padat penduduk. Selain itu, sebaiknya ibu hamil hindari bepergian menuju lokasi yang sedang mengalami kondisi wabah difteri untuk menurunkan risiko.

Berikut ini fakta mengenai vaksin difteri pada ibu hamil yang perlu diketahui, yaitu:

1. Ibu Hamil Boleh Menerima Vaksin Difteri

Ibu hamil dapat menerima vaksin difteri sebagai langkah pencegahan. Melansir Kids Health, melakukan vaksin difteri yang dikombinasikan dengan vaksin tetanus dan pertusis menjadi salah satu pencegahan yang paling utama dapat dilakukan termasuk pada ibu hamil. Jangan ragu untuk bertanya langsung pada dokter kandungan melalui aplikasi Halodoc mengenai vaksin difteri. Ibu hamil dapat lakukan vaksin difteri pada trimester kedua kehamilan.

2. Vaksin Difteri Tidak Berdampak pada Kehamilan dan Janin

Melansir Centers for Control Disease and Prevention, tidak ada dampak vaksin difteri pada kehamilan. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa tidak ada gangguan kehamilan, seperti kelahiran prematur atau gangguan pada bayi setelah dilahirkan akibat vaksin difteri yang diterima oleh ibu saat menjalani kehamilan. 

Umumnya, penyakit difteri lebih rentan dialami oleh seseorang yang belum pernah mendapatkan imunisasi DPT. Namun jangan khawatir, orang dewasa dapat menerima kembali vaksin ini dan melakukan suntik ulang setiap 10 tahun sekali.

Baca juga: 5 Gejala Difteri yang Harus Segera Ditangani

Itulah fakta mengenai vaksin difteri bagi ibu hamil. Ibu, jangan ragu untuk bertanya langsung pada dokter mengenai kesehatan selama menjalani kehamilan. Ibu bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk mengetahui rumah sakit yang memiliki dokter kandungan terbaik di sekitar lokasi tempat tinggal.

Referensi:
Centers for Control Disease and Prevention. Diakses pada 2020. Prevention of Pertussis, Tetanus, and Diphtheria Among Pregnant and Postpartum Women and Their Infants
Kids Health. Diakses pada 2020. Diphtheria
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diphtheria
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Which Vaccines During Pregnancy Are Recommended and Which One I Should Avoid?
World Health Organization. Diakses pada 2020. Diphteria