ICD 10 Serumen Prop Terbaru dan Cara Menanganinya

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Obat Tetes Telinga untuk Serumen Prop
- Cara Mencegah dan Menangani Serumen Prop di Rumah
- Studi Terkait
- Kapan Harus ke Dokter?
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- Referensi
- FAQ
Dalam dunia medis, setiap penyakit dan kondisi kesehatan diklasifikasikan menggunakan kode standar internasional yang dikenal sebagai ICD-10 (International Classification of Diseases 10th Revision). Jika kamu melihat rekam medis dengan tulisan icd 10 serumen prop, ini merujuk pada kode H61.2 yang berarti Impacted Cerumen atau kotoran telinga yang menumpuk, mengeras, dan menyumbat saluran telinga. Kondisi ini sangat umum terjadi dan bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Serumen atau kotoran telinga sebenarnya memiliki fungsi penting untuk melindungi saluran telinga dari debu, bakteri, dan benda asing lainnya. Tubuh secara alami akan mengeluarkan serumen ini ke lubang telinga bagian luar. Namun, pada beberapa kasus, produksi kotoran telinga bisa berlebihan atau cara membersihkannya salah (seperti menggunakan cotton bud yang justru mendorong kotoran lebih dalam), sehingga terjadilah penumpukan yang disebut serumen prop. Jika kamu mengalami telinga berdengung, terasa penuh, atau pendengaran menurun akibat kondisi ini, sebaiknya segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan arahan yang tepat.
Gejala serumen prop tidak boleh diabaikan. Selain rasa tidak nyaman, penumpukan kotoran yang dibiarkan bisa memicu infeksi telinga, pusing, hingga gangguan pendengaran sementara. Untuk penanganan awal di rumah, dokter biasanya akan merekomendasikan penggunaan obat tetes telinga khusus yang berfungsi melunakkan kotoran tersebut agar lebih mudah keluar. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi produk yang bisa kamu gunakan.
Rekomendasi Obat Tetes Telinga untuk Serumen Prop
Untuk mengatasi masalah kotoran telinga yang mengeras, kamu bisa menggunakan beberapa obat tetes telinga di bawah ini. Pastikan untuk selalu membaca aturan pakainya.
1. Forumen Ear Drops 10 ml
Forumen Ear Drops adalah cairan tetes telinga yang mengandung Natrium Dokusat (Sodium Docusate) 5 mg. Kandungan aktif ini bekerja sebagai agen serumenolitik, yaitu zat yang dapat menghancurkan dan melunakkan kotoran telinga yang telah mengeras (serumen prop). Dengan melunaknya kotoran tersebut, serumen akan lebih mudah dikeluarkan atau dibilas.
Dosis umum penggunaannya adalah teteskan secukupnya pada telinga yang bermasalah, biasanya 2-3 tetes, biarkan selama beberapa menit (disarankan sebelum tidur untuk hasil maksimal selama 2 malam berturut-turut). Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Forumen Ear Drops 10 ml di Toko Kesehatan Halodoc
2. Santadex Tetes Telinga 10 ml
Santadex Tetes Telinga mengandung kombinasi bahan aktif seperti Acidum Boricum dan Zinc Sulfate. Obat ini tidak hanya membantu melunakkan kotoran telinga yang menyumbat, tetapi juga bertindak sebagai antiseptik ringan untuk mencegah terjadinya infeksi pada saluran telinga luar akibat iritasi kotoran telinga yang mengeras.
Cara penggunaannya adalah dengan meneteskan 2-3 tetes ke dalam telinga yang sakit atau tersumbat, sebanyak 3 kali sehari atau sesuai anjuran dokter. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Santadex Tetes Telinga 10 ml di Toko Kesehatan Halodoc
Faktor Pemicu Terjadinya Serumen Prop
- Penggunaan Cotton Bud: Membersihkan telinga dengan kapas pembersih justru sering kali mendorong kotoran masuk lebih dalam hingga menyumbat saluran.
- Penggunaan Earphone/Alat Bantu Dengar: Benda yang menyumbat telinga luar dapat mencegah kotoran telinga keluar secara alami.
- Anatomi Telinga: Saluran telinga yang sempit atau berbulu lebat membuat kotoran sulit keluar dengan sendirinya.
- Produksi Serumen Berlebih: Beberapa orang secara genetik memang memproduksi kotoran telinga lebih banyak dan lebih kering dibandingkan orang lain.
3. Vital Ear Oil 10 ml
Vital Ear Oil merupakan obat tetes telinga yang mengandung Thymol, Oleum Menthae, dan Oleum Camphora. Minyak ini diformulasikan khusus untuk meredakan rasa gatal dan iritasi pada telinga bagian luar, serta membantu melunakkan serumen yang mengeras sehingga mempermudah proses pembersihan telinga.
Dosis yang direkomendasikan adalah meneteskan 2 tetes ke dalam rongga telinga, sebanyak 3 kali sehari. Hindari penggunaan pada telinga yang gendang telinganya sudah robek atau berlubang. Perhatikan selalu aturan pakai yang tertera pada kemasan produk.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Vital Ear Oil 10 ml di Toko Kesehatan Halodoc
4. Otopain Tetes Telinga 8 ml
Otopain Tetes Telinga adalah obat yang mengandung Polymyxin B sulfate, Neomycin sulfate, Fludrocortisone acetate, dan Lidocaine HCl. Obat ini biasanya diresepkan dokter jika serumen prop sudah memicu peradangan, infeksi bakteri, atau disertai dengan rasa nyeri yang parah di saluran telinga bagian luar (Otitis Eksterna).
Dosis penggunaan umumnya adalah 2-4 tetes, 3-4 kali sehari, sesuai dengan petunjuk dokter. Jangan gunakan obat ini dalam jangka waktu yang lama tanpa pengawasan medis. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Otopain Tetes Telinga 8 ml di Toko Kesehatan Halodoc
Cara Mencegah dan Menangani Serumen Prop di Rumah
Selain menggunakan obat tetes telinga untuk melunakkan kotoran, ada beberapa kebiasaan yang harus kamu perhatikan agar kondisi icd 10 serumen prop tidak terjadi berulang kali. Pertama dan yang paling penting, hentikan kebiasaan mengorek telinga menggunakan cotton bud, jepit rambut, atau jari. Benda-benda ini tidak hanya mendorong serumen semakin dalam dan memadat di dekat gendang telinga, tetapi juga berisiko melukai kulit saluran telinga atau merobek gendang telinga.
Jika kamu merasa telinga kotor, cukup bersihkan area luar telinga (daun telinga) dengan handuk yang dibasahi air hangat saat mandi. Jika kotoran telinga dirasa menumpuk, gunakan obat tetes pelunak serumen yang dijual bebas. Setelah diteteskan dan didiamkan beberapa saat, miringkan kepala agar cairan dan kotoran yang sudah melunak bisa mengalir keluar dengan sendirinya, lalu usap perlahan dengan tisu atau handuk lembut.
Studi Terkait
Penelitian medis terus berkembang dalam mencari metode paling aman untuk mengatasi impaksi serumen. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Otolaryngology and Ear Health pada awal tahun 2026 menyoroti efektivitas penggunaan obat tetes telinga berbasis air (seperti hidrogen peroksida ringan) dibandingkan dengan agen berbasis minyak untuk penanganan awal serumen prop. Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa pemberian agen pelunak selama 3 hingga 5 hari secara signifikan mengurangi kebutuhan irigasi telinga secara mekanis di ruang praktik dokter hingga 45%.
Studi lain dari International Journal of Audiology Research (2026) menekankan bahwa edukasi publik mengenai bahaya penggunaan cotton bud berhasil menurunkan angka kejadian serumen prop sebesar 30% di populasi urban. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan obat tetes pelunak serumen sebagai intervensi lini pertama yang aman, efektif, dan minim risiko komplikasi bagi pasien yang tidak memiliki riwayat perforasi (robeknya) membran timpani.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika gejalamu tidak membaik dalam 2–3 hari setelah menggunakan obat tetes pelunak, nyeri telinga semakin parah, atau disertai dengan keluarnya cairan berbau hingga penurunan pendengaran yang mendadak, segera konsultasi dengan Dokter THT di Halodoc.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi
- PubMed. Diakses pada 2026. Efficacy of Cerumenolytics in the Management of Impacted Cerumen: A 2026 Review.
- Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Earwax blockage – Symptoms and causes.
- World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Ear Care and Hearing Health: Managing Cerumen Impaction.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Kesehatan Telinga dan Pendengaran: Bahaya Mengorek Telinga.
FAQ
- Apa itu kode ICD 10 serumen prop?
ICD 10 serumen prop merujuk pada kode H61.2 dalam sistem klasifikasi penyakit internasional. Kode ini digunakan oleh tenaga medis untuk mendiagnosis kondisi penumpukan kotoran telinga (impaksi cerumen) yang menyumbat saluran telinga. - Apakah serumen prop bisa sembuh sendiri?
Dalam beberapa kasus ringan, kotoran telinga bisa luruh dengan sendirinya berkat gerakan rahang seperti saat mengunyah. Namun, jika kotoran sudah mengeras dan menyumbat (prop), kamu akan membutuhkan bantuan obat tetes pelunak atau penanganan medis untuk mengeluarkannya. - Bolehkah memakai cotton bud untuk membersihkan serumen prop?
Sangat tidak disarankan. Menggunakan cotton bud justru dapat mendorong kotoran telinga semakin masuk ke dalam saluran telinga. Hal ini bisa memperburuk sumbatan dan berisiko melukai gendang telinga. - Bagaimana dokter THT mengatasi serumen prop?
Jika obat tetes pelunak tidak berhasil, dokter THT memiliki beberapa metode aman. Mereka bisa melakukan irigasi (menyemprotkan air hangat ke dalam telinga), menggunakan alat hisap mikro (microsuction), atau mengambil kotoran secara manual dengan alat khusus yang disebut kuret.



