• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 8 Komplikasi Radang Otak yang Harus Diwaspadai

8 Komplikasi Radang Otak yang Harus Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Penanganan medis yang tepat perlu diberikan pada orang yang mengidap penyakit radang otak. Pasalnya, radang otak yang tidak ditangani dengan tepat bisa meningkatkan risiko munculnya komplikasi. 

Radang otak alias ensefalitis merupakan penyakit yang terjadi karena ada peradangan pada jaringan otak. Peradangan yang muncul kemudian menyebabkan munculnya gejala gangguan saraf. 

Gangguan saraf yang terjadi akibat kondisi ini bisa menyebabkan pengidapnya mengalami penurunan kesadaran, kejang, hingga gangguan bergerak. Ada beberapa kondisi yang bisa menjadi pemicu seseorang mengalami penyakit ini. Radang otak bisa terjadi karena ada infeksi virus, bakteri, atau jamur. Kabar buruknya, radang otak paling sering terjadi pada anak-anak dan lansia. 

Baca juga: Awas, Ini Penyebab dan Gejala Radang Otak yang Perlu Diketahui

Komplikasi yang Muncul Akibat Radang Otak  

Orang yang memiliki kekebalan tubuh rendah, seperti anak-anak dan lansia disebut lebih rentan mengalami radang otak. Penyakit ini bisa terjadi karena infeksi virus, bakteri, atau jamur. Radang otak sebenarnya jarang terjadi, tetapi sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Sebab, penyakit ini bisa memicu komplikasi yang bersifat serius dan mengancam nyawa. 

Infeksi virus yang menjadi penyebab penyakit ini bisa langsung menyerang otak atau menyebar dari bagian tubuh lain. Infeksi yang langsung menyerang otak disebut dengan radang otak primer. Ada juga radang otak sekunder, yaitu radang otak yang disebabkan oleh infeksi virus yang berasal dari bagian atau organ tubuh lain yang kemudian menyerang otak. 

Kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Radang otak yang bersifat parah bisa meningkatkan risiko munculnya komplikasi. Ada faktor-faktor yang bisa meningkatkan kemungkinan munculnya komplikasi, di antaranya usia, penyebab infeksi, tingkat keparahan, dan tindak penanganan atau pengobatan yang diberikan pada pengidapnya. 

Baca juga: Radang Otak pada Anak Bisa Akibatkan Hidrosefalus?

Peradangan bisa menyebabkan kerusakan pada organ otak. Kerusakan yang terjadi bisa berlangsung selama berbulan-bulan, bahkan selamanya. Lokasi kerusakan pada otak juga dapat menentukan jenis komplikasi yang terjadi. Jenis komplikasi yang bisa muncul karena penyakit ini, di antaranya: 

  1. Kelumpuhan.
  2. Epilepsi.
  3. Gangguan bicara dan berbahasa.
  4. Gangguan pendengaran dan penglihatan.
  5. Kehilangan ingatan atau amnesia.
  6. Gangguan kecemasan umum.
  7. Gangguan kepribadian.
  8. Koma hingga kematian, kondisi ini umumnya muncul pada kondisi radang otak yang parah. 

Gejala penyakit ini umumnya bersifat ringan, yaitu gejala yang menyerupai flu. Radang tenggorokan bisa dimulai dari terjadinya demam, sakit kepala, muntah, tubuh mudah terasa lelah, serta nyeri otot dan sendi. Semakin lama, radang otak bisa bertambah parah dan menimbulkan gejala yang semakin beragam dan lebih serius. 

Pada kondisi yang parah, penyakit ini bisa menyebabkan pengidapnya mengalami demam tinggi hingga lebih dari 39 derajat Celsius, mulai berhalusinasi, merasa linglung, perubahan emosi menjadi tidak stabil, kelemahan otot. serta gangguan bicara, pendengaran, atau penglihatan. Kondisi ini juga bisa memicu gejala berupa kelumpuhan pada wajah atau bagian tubuh tertentu, kejang, hingga penurunan kesadaran. 

Kondisi ini juga bisa menyerang bayi dan anak-anak. Sayangnya, gejala radang otak pada bayi dan anak-anak bersifat umum sehingga tidak mudah dikenali. Gejala penyakit ini juga seringnya menyerupai penyakit lain, seperti mual dan muntah, penurunan nafsu makan, tubuh anak kaku, serta menjadi lebih rewel dan sering menangis. 

Baca juga: Penyebab Virus Herpes Bisa Sebabkan Infeksi Otak

Cari tahu lebih lanjut seputar radang otak dan apa saja komplikasinya dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dengan mudah dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
KidsHealth. Diakses pada 2020. Encephalitis.
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Encephalitis.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Meningitis and Encephalitis.
Web MD. Diakses pada 2020. Understanding Encephalitis – The Basics.