• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui 5 Komplikasi Sifilis yang Harus Diwaspadai

Ketahui 5 Komplikasi Sifilis yang Harus Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Melakukan hubungan intim yang sehat penting untuk menjaga kesehatan baik kamu maupun pasangan. Hal ini untuk mencegah penyakit menular seksual, seperti penyakit sifilis. Sifilis atau dikenal dengan penyakit raja singa adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Umumnya, penyakit sifilis ditandai dengan munculnya luka pada area kelamin.

Baca juga: Jangan Salah, Sifilis Tak Hanya Menular Lewat Kontak Seksual

Jika tidak segera diatasi dengan baik, sifilis membuat kesehatan tubuh semakin memburuk. Bahkan, sifilis yang tidak tertangani meningkatkan risiko HIV. Selain itu, ibu hamil yang terpapar bakteri penyebab sifilis berisiko menularkan bakteri sifilis pada bayi dalam kandungan. Hal ini meningkatkan risiko keguguran, kematian dalam kandungan, atau kematian pada bayi setelah dilahirkan.

Kenali Sifilis yang Dapat Mengancam Kesehatan

Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri dan menyebar melakukan kegiatan seksual. Umumnya, luka yang menjadi gejala penyakit sifilis tidak menyebabkan rasa sakit sehingga membuat pengidapnya tidak menyadari adanya luka tanda dari penyakit sifilis. 

Treponema pallidum adalah jenis bakteri yang menjadi penyebab sifilis. Penyakit sifilis sangat mudah menular dari orang ke orang lain selama aktivitas seksual. Bakteri penyebab sifilis juga dapat menyebar melalui luka yang terdapat pada tubuh seseorang.

Melansir Mayo Clinic, meskipun jarang terjadi, berciuman dengan pengidap sifilis juga dapat meningkatkan risiko tertular. Selain itu, ibu hamil juga dapat menularkan sifilis pada bayi dalam kandungan.

Baca juga: Inilah 3 Aktivitas Seksual yang Bisa Menularkan Sifilis

Ada beberapa gejala dari sifilis yang perlu kamu ketahui agar kamu dapat menghentikan penyebaran maupun penularan penyakit ini. Gejala yang muncul akan disesuaikan dengan tahapan sifilis, seperti:

  1. Sifilis primer ditandai dengan munculnya luka pada area kelamin, mulut, maupun dubur pengidap sifilis.

  2. Masuk pada tahap sifilis sekunder, pengidap akan mengalami ruam merah pada tubuh.

  3. Sifilis laten tidak akan menimbulkan gejala yang lebih buruk, namun, dalam tahap ini bakteri sudah masuk dalam tubuh.

  4. Sifilis tersier yang tidak diatasi dengan baik nyatanya dapat menyebabkan bakteri menyebar pada organ lainnya, seperti otak, saraf, dan jantung. Hal ini berpotensi meningkatkan risiko terjadinya komplikasi.

Jika mengalami beberapa gejala tersebut, jangan ragu untuk gunakan aplikasi Halodoc dan bertanya langsung pada dokter mengenai keluhan kesehatan yang dialami berkaitan dengan penyakit sifilis.

Inilah Komplikasi Sifilis

Sifilis yang tidak segera ditangani bisa mengakibatkan komplikasi yang membahayakan kesehatan, seperti:

1. Gumma

Benjolan kecil atau tumor yang dikenal juga dengan istilah gumma menjadi salah satu komplikasi yang muncul akibat sifilis. Gumma berkembang pada kulit, tulang, hati, dan organ lain dalam tubuh.

2. Gangguan Neurologis

Sifilis dapat menyebabkan kamu mengalami gangguan neurologis yang dapat mengakibatkan kamu mengalami beberapa gangguan kesehatan lainnya, seperti sakit kepala, stroke, meningitis, gangguan pendengaran, demensia, impotensi pada pria, inkontinensia kandung kemih, dan gangguan penglihatan.

3. Masalah Kardiovaskular

Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan pada pembuluh darah dan juga katup jantung.

4. Penyakit HIV

Sifilis juga meningkatkan risiko seseorang alami HIV.

5. Komplikasi Kehamilan dan Persalinan

Melansir Web MD, tidak ada salahnya untuk memeriksa kesehatan saat merencanakan kehamilan. Ibu hamil yang mengidap sifilis dapat menyebabkan komplikasi pada bayi yang berada dalam kandungan. Kematian bayi dalam kandungan dan kematian bayi setelah dilahirkan menjadi risiko yang dialami oleh ibu hamil. 

Baca juga: Waspada, Sifilis Bisa Sebabkan Kelumpuhan

Itulah komplikasi yang dapat dialami oleh pengidap sifilis. Tidak ada salahnya untuk melakukan hubungan intim yang sehat dengan menggunakan alat kontrasepsi, seperti kondom dan hindari berganti-ganti pasangan ketika melakukan hubungan intim.

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2020. Syphilis
Very Well Health. Diakses pada 2020. Syphilis
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Syphilis