• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kulit Bayi Akibat Gigitan Nyamuk, Ketahui 4 Hal Ini

Kulit Bayi Akibat Gigitan Nyamuk, Ketahui 4 Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Si Kecil mungkin tidak akan menyadari jika seekor nyamuk telah hinggap dan menggigit pahanya. Meskipun ada rasa gatal setelahnya yang akan mengganggunya. Bayi dan anak-anak kecil memang sering menjadi sasaran empuk nyamuk.

Reaksi terhadap sengatan atau gigitan nyamuk pada setiap bayi mungkin bisa berbeda-beda, tergantung pada sejumlah faktor. Di antaranya adalah bagian tubuh yang disengat atau gigitan, apakah racun atau iritasi yang disuntikan nyamuk cukup berbahaya, berapa banyak gigitan nyamuk, hingga seberapa kuat reaksi anak.

Baca juga: Bikin Ganggu, Ini Daftar Penyakit Akibat Nyamuk

Merawat Bekas Gigitan Nyamuk pada Bayi

Biasanya, sengatan atau gigitan akan menghasilkan reaksi lokal yang cepat dengan tanda-tanda peradangan seperti rasa panas, bengkak, gatal, dan nyeri. Kadang-kadang, seiring berjalannya waktu, ada tanda-tanda reaksi tertunda seperti demam, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri sendi, atau ruam seperti gatal-gatal.

Sebagian bayi, biasanya mereka yang memiliki riwayat alergi, akan mengembangkan reaksi anafilaksis yang serius terhadap sengatan atau gigitan serangga. Misalnya pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, dan tenggorokan, kesulitan bernapas, serta kegagalan sirkulasi darah. Sengatan atau gigitan di mulut dan leher juga dapat menyebabkan pembengkakan dan kesulitan bernapas dan menelan. Bicarakan segera pada dokter melalui aplikasi Halodoc jika itu terjadi. Sementara itu, cobalah untuk melakukan perawatan berikut:

  1. Cegah munculnya bengkak. Jika ibu melihat dan dapat menangkap nyamuk yang sedang menggigit Si Kecil, segera singkirkan nyamuk dari kulitnya. Bersihkan kulit yang tersengat, lalu oleskan es ke tempat yang digigit nyamuk untuk mencegah gatal dan bengkak. 

Baca juga: Karena Gigitan Nyamuk, Chikungunya Vs Malaria Lebih Bahaya Mana?

2. Cegah gatal. Oleskan losion kalamin atau krim hidrokortison untuk mengobati gigitan sesuai kebutuhan. 

3. Cegah terjadinya goresan. Kuku kecil Si Kecil yang tajam dapat mematahkan kulit sekitar gigitan dan membiarkan bakteri masuk. Selain melakukan semua yang ibu bisa untuk mencegah gatal, pastikan Si Kecil tidak menggaruk supaya bekas gigitan tidak semakin parah dan tidak membuka jalan masuknya bakteri. 

4. Waspadai gejala penyakit. Empat dari lima orang yang terinfeksi virus ini tidak sakit sama sekali, tetapi tetap saja ibu harus tetap waspada terhadap gejalanya. Gejala yang mungkin terjadi meliputi demam, sakit kepala, mual, dan muntah. 

Lebih Baik Mencegah Gigitan Nyamuk

Sebaik-baiknya perawatan adalah mencegah, karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Lakukan langkah-langkah berikut untuk mencegah bayi dari gigitan nyamuk:

  • Tutup dengan kelambu saat bayi tidur. Rentangkan jaring nyamuk halus di atas boks bayi dan kursi mobil. Ini melindungi kulit bayi dari kontak dengan serangga nyamuk.
  • Kenakan pakaian yang tertutup. Ibu harus selalu menjaga lengan dan kaki bayi dengan pakaian yang menutupi kaki dan tangan, terutama selama musim hujan. 
  • Gunakan krim anti-nyamuk. Jangan gunakan krim atau cairan penolak nyamuk ke kulit bayi. Sebaiknya gunakan pada pakaian bayi. Karena penolak nyamuk biasanya tidak aman untuk bayi dibawah dua tahun.
  • Jauhkan anak dari perairan. Akumulasi air dan area kayu adalah tempat berkembang biak yang ideal untuk nyamuk. Saat ibu mengajak bayi berjalan-jalan, sebaiknya hindari tempat-tempat seperti ini. 
  • Selalu tutup pintu. Jagalah pintu dan jendela agar selalu tertutup, terutama saat menjelang malam. Hal ini cukup efektif melindungi bayi dari gigitan nyamuk. 
  • Perhatikan warna. Nyamuk cenderung tertarik pada warna gelap seperti biru tua dan hitam. Sebaiknya kenakan pakaian yang berwarna terang pada bayi. Begitu juga dengan alas tidur dan bantal bayi.

Baca juga: Disebabkan Nyamuk, Ini Perbedaan Malaria dan DBD

Referensi:
What to expect. Diakses pada 2020. Treating and Preventing Mosquito Bites in Children
Parents. Diakses pada 2020. Treatment for Insect Stings and Bites