• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Lansia Ingin Berpuasa, Perhatikan Hal Ini

Lansia Ingin Berpuasa, Perhatikan Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Tak lama lagi, bulan Ramadan segera menyambut. Sudahkah kamu mempersiapkan diri untuk berpuasa dan menjalankan segala aktivitas yang wajib dilakukan selama Ramadan nanti? Ya, puasa diwajibkan untuk semua umat muslim. Jika tidak bisa dilakukan, kamu dapat menggantinya dengan puasa di waktu lain atau membayar dengan sedekah. 

Biasanya, puasa bisa ditangguhkan untuk ibu hamil dan ibu menyusui. Lalu, bagaimana dengan lansia? Sebenarnya, sama dengan ibu hamil dan menyusui, lansia yang tidak sanggup berpuasa tidak dianjurkan untuk melakukannya, terlebih jika memiliki riwayat medis tertentu, seperti masalah pencernaan, penyakit jantung atau diabetes. 

Lalu, Bagaimana Jika Lansia Ingin Tetap Berpuasa?

Sebenarnya, kondisi fisik lansia sudah pasti berbeda dengan dewasa muda. Inilah mengapa, banyak hal yang perlu diperhatikan oleh lansia yang ingin berpuasa, salah satunya adalah faktor keseimbangan tubuh.

Baca juga: 3 Cara agar Cairan Tubuh Terpenuhi saat Puasa

Studi yang dipublikasikan pada The Journal of Nutrition Health and Aging mengungkapkan, lansia yang menjalankan ibadah puasa berisiko mengalami gangguan pada keseimbangan tubuh, dalam hal ini rentan membuat keadaan lansia memburuk. Bahkan, sekitar 3 minggu setelah puasa di bulan Ramadan, efeknya masalah keseimbangan ini pun masih terasa. 

Hal lain yang perlu mendapatkan perhatian adalah kondisi medis, salah satunya adalah riwayat penyakit kardiovaskular. Penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Aging Research & Lifestyle, ditemukan bahwa puasa menimbulkan dampak positif pada lansia dengan kondisi mengidap penyakit kardiovaskular pada periode awal. 

Baca juga: Ini Manfaat Puasa bagi Kesehatan Mental dan Jiwa

Risiko lain yang tidak kalah pentingnya untuk diketahui para lansia yang ingin berpuasa adalah munculnya gangguan psikis. Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam World Journal of Nursing Sciences, ditemukan adanya risiko masalah mental pada orang-orang lanjut usia yang menjalankan ibadah puasa. 

Jadi, lansia dapat menjalankan ibadah puasa jika tidak ada hal-hal yang menjadi penghambat, salah satunya adalah kondisi medis. Jika masih belum yakin, kamu bisa mendapatkan informasi yang lebih akurat lagi dengan langsung chat dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Jadi, lansia yang ingin berpuasa pun tetap bisa menunaikannya dengan aman. 

Baca juga: Ketahui Manfaat Puasa untuk Kesehatan Otak

Tips Lancar Puasa untuk Lansia

Tanpa adanya kondisi medis yang menyertai dan membuat lansia dianjurkan untuk tidak menunaikan ibadah puasa, ada tips yang bisa dilakukan agar puasa lebih lancar. Dilansir dari laman Islamway, berikut ini di antaranya:

  • Tetap pastikan tubuh terhidrasi dengan baik. Perbanyak minum saat sahur dan setelah berbuka agar tidak dehidrasi.

  • Menu sahur harus memiliki nutrisi yang seimbang, rendah kalori, rendah lemak, dan mudah dicerna. 

  • Makan sahur sangat penting untuk memberi energi pada tubuh. Namun, jangan makan sahur terlalu cepat. 

  • Jangan lupa untuk mengonsumsi susu, yogurt, dan buah-buahan.

  • Lakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki setelah berbuka puasa.

Puasa tetap aman dilakukan oleh siapa saja kok, asalkan tubuh berada dalam kondisi sehat. Jadi, sudah siap menyambut bulan Ramadan tahun ini?

Referensi: 
The Journal of Aging Research & Lifestyle. Diakses pada 2020. Ramadan Fasting Effects on Metabolic Parameters in Elderly Persons with Cardiovascular Risk Factors. The Journal of Aging Research & Lifestyle.
The Journal of Nutrition Health and Aging. Diakses pada 2020. Effects of Ramadan Fasting on Postural Balance and Attentional Capacities in Elderly People. The Journal of Nutrition Health and Aging.
The Elderly and Fasting. Diakses pada 2020. Effect of Ramadan Fasting on Physical and Mental Health of Elderly People. World Journal of Nursing Sciences.