• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Sepelekan Lebam, Bisa Menandai Hematoma yang Serius

Jangan Sepelekan Lebam, Bisa Menandai Hematoma yang Serius

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
undefined

Halodoc, Jakarta - Pernah alami gejala aneh seperti lebam berwarna keunguan, terasa agak hangat, dan nyeri? Jika kondisi ini disertai dengan pembengkakan, ini bisa menjadi gejala dari hematoma yang tidak bisa dianggap sepele. Hematoma merupakan kumpulan darah tidak normal di luar pembuluh darah. Kondisi ini bisa terjadi saat dinding pembuluh darah arteri, vena, atau kapiler mengalami kerusakan sehingga darah keluar menuju jaringan yang bukan tempatnya. 

Di dalam keadaan normal, pembuluh darah dalam tubuh umumnya terus memperbaiki diri sehingga bisa dapat mengatasi luka yang kecil dengan membentuk bekuan darah. Jika lukanya besar dan tekanan pada pembuluh darah semakin meningkat, maka kebocoran darah terus terjadi dan hematoma semakin luas. Kondisi ini perlu diwaspadai karena kebocoran darah dan hematoma yang terus meluas mengakibatkan pengidapnya kehilangan darah dalam jumlah banyak dan mengalami syok.

Baca juga: Waspada, Epidural Hematoma Dapat Menyerang Tulang

Apa Saja yang Bisa Sebabkan Seseorang Alami Hematoma?

Hematoma umumnya terjadi saat seseorang alami cedera. Peristiwa seperti kecelakaan, terjatuh, terbentur, terkilir, patah tulang, luka tembak, atau bersin yang terlampau keras adalah hal yang bisa sebabkan hematoma. Sementara itu, terdapat hal yang bisa meningkatkan risiko seseorang alami hematoma, yaitu: 

  • Aneurisma, yaitu kondisi saat munculnya tonjolan atau pelebaran tidak normal pada pembuluh darah.

  • Penggunaan obat-obatan anti platelet seperti aspirin yang kerjanya adalah mengencerkan darah. Sehingga, ketika terjadi pendarahan di bawah kulit, pendarahan cenderung lebih luas karena proses pembekuan darah yang terlambat.

  • Konsumsi Obat-Obatan. Konsumsi obat penggumpalan darah bisa meningkatkan risiko terjadinya perdarahan dan meluasnya hematoma. Hal ini karena tubuh membentuk bekuan darah dan memperbaiki kerusakan pembuluh darah.

  • Penyakit Tertentu. Akibat kondisi medis atau penyakit tertentu, maka seseorang mengalami penurunan jumlah trombosit atau hilangnya fungsi trombosit, seperti infeksi virus dan anemia aplastik.

Jika kamu memiliki faktor risiko di atas, penting untuk menanyakan kepada dokter bagaimana cara mencegah agar hematoma tidak terjadi. Chat dengan dokter di Halodoc, dan dapatkan saran kesehatan yang tepat sesuai kondisi kesehatanmu.

Baca juga: Hematoma Subdural dan Subdural Empyema, Apa Perbedaannya?

Waspada, Ini Komplikasi dari Hematoma

Hematoma yang dibiarkan tanpa penanganan bisa memicu kondisi medis lainnya, seperti pembengkakan atau peradangan. Akibat kondisi ini, maka akan terjadi komplikasi seperti:

  • Rusaknya otot secara permanen. Kondisi ini bisa terjadi bila hematoma terjadi di rongga kepala dapat mengiritasi jaringan sekitar, seperti selaput otak dan otak. Hematoma yang menekan jaringan sekitar otak ini jika dibiarkan bisa menyebabkan herniasi batang otak. 

  • Iritasi, kondisi ini bisa terjadi pada organ dan jaringan tubuh.

Langkah Pengobatan Hematoma

Pengobatan hematoma bisa dilakukan berdasarkan tingkat keparahan, lokasi, serta kondisi anggota tubuh yang terganggu karena hematoma. Untuk hematoma yang muncul pada kulit dan jaringan lunak, biasanya hanya dianjurkan untuk istirahat, mengompres area hematoma dengan es batu, membalut atau melakukan penekanan untuk menghentikan perdarahan, dan mengangkat bagian tubuh yang terkena hematoma lebih tinggi dari jantung agar mengurangi aliran darah ke area yang mengalami perdarahan.

Pengidapnya bisa melakukan teknik yang dikenal dengan istilah RICE (rest, ice, compression, elevation) untuk meredakan gejala dan pembengkakan. Apabila dibutuhkan, maka akan diberikan obat pereda nyeri.

Penanganan hematoma pada bagian tubuh lainnya juga bergantung pada lokasi dan kondisinya. Untuk hematoma intrakranial yang meluas terkadang perlu ditangani dengan operasi. Tindakan yang bisa dilakukan adalah pengeluaran darah dengan membuka tulang tengkorak atau kraniotomi.

Referensi:
NIH, MedlinePlus. Diakses pada 2019. Epidural Hematoma.
MayoClinic. Diakses pada 2019. Intracranial Hematoma.