Licorice Candy: Manis, Unik, & Populer di Indonesia!

Ringkasan: Licorice atau akar manis adalah akar dari tanaman Glycyrrhiza glabra yang digunakan secara medis untuk meredakan gangguan pencernaan, batuk, dan peradangan kulit. Meskipun memiliki manfaat antiinflamasi dan antimikroba yang signifikan, konsumsi licorice harus dibatasi karena kandungan glisirizin dapat memicu peningkatan tekanan darah dan penurunan kadar kalium jika dikonsumsi berlebihan.
Daftar Isi:
Apa Itu Licorice (Akar Manis)?
Licorice adalah herba yang berasal dari akar tanaman Glycyrrhiza glabra yang telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional Asia dan Eropa. Tanaman ini mengandung lebih dari 300 senyawa kimia, termasuk flavonoid dan glisirizin (glycyrrhizin), yang memberikan rasa manis khas sekaligus efek farmakologis. Akar manis sering ditemukan dalam bentuk teh, suplemen kapsul, ekstrak cair, hingga komponen dalam produk perawatan kulit.
Secara medis, licorice dikenal karena sifat ekspektoran (pengencer dahak) dan demulsen (pelapis selaput lendir) yang efektif untuk saluran pernapasan dan pencernaan. Zat aktif glisirizin di dalamnya memiliki kekuatan manis 50 kali lipat dari gula, namun komponen ini juga bertanggung jawab atas sebagian besar efek samping jika terakumulasi dalam tubuh. Saat ini, tersedia varian DGL (Deglycyrrhizinated Licorice) yang telah diolah untuk membuang glisirizin guna meminimalkan risiko tekanan darah tinggi.
“Penggunaan obat herbal yang mengandung Glycyrrhiza glabra harus dilakukan dengan hati-hati, terutama pada individu dengan riwayat hipertensi atau gangguan ginjal karena potensi retensi natrium.” — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2023
Gejala Tubuh Kekurangan Kalium Akibat Licorice
Gejala konsumsi licorice berlebihan sering kali muncul dalam bentuk hipokalemia (kadar kalium rendah dalam darah) dan hipertensi mendadak. Pasien mungkin merasakan kelelahan yang ekstrem, kram otot yang tidak biasa, hingga gangguan irama jantung (palpitasi). Dalam kasus yang berat, rendahnya kadar kalium dapat menyebabkan kelemahan otot yang signifikan dan penumpukan cairan dalam jaringan tubuh (edema).
Selain gejala fisik, kelebihan senyawa glisirizin dapat memicu sakit kepala hebat akibat kenaikan tekanan darah (hipertensi). Beberapa individu juga melaporkan adanya pembengkakan pada area pergelangan kaki atau tangan. Identifikasi dini terhadap gejala-gejala ini sangat krusial untuk mencegah komplikasi kardiovaskular yang lebih serius akibat gangguan keseimbangan elektrolit.
Penyebab Efek Samping Licorice
Penyebab utama efek toksik dari akar manis adalah akumulasi senyawa glisirizin yang menghambat enzim 11-beta-hydroxysteroid dehydrogenase tipe 2 di dalam ginjal. Hambatan ini menyebabkan hormon kortisol meningkat dan berikatan dengan reseptor mineralokortikoid, yang secara keliru memerintahkan tubuh untuk menahan natrium dan membuang kalium. Kondisi ini secara medis dikenal sebagai pseudoaldosteronisme primer, yang memicu retensi air dan peningkatan volume darah.
Risiko efek samping ini meningkat pada individu yang mengonsumsi lebih dari 30 gram akar manis per hari secara rutin dalam jangka waktu lebih dari empat minggu. Faktor usia di atas 40 tahun dan riwayat penyakit jantung juga memperbesar peluang terjadinya komplikasi. Penggunaan licorice bersamaan dengan obat diuretik (obat peluruh kencing) juga menjadi penyebab sekunder yang memperparah pembuangan kalium melalui urine.
Manfaat Licorice untuk Kesehatan
Manfaat utama licorice terletak pada kemampuannya meredakan gangguan gastrointestinal seperti GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) dan tukak lambung dengan cara meningkatkan produksi mukus pelindung dinding lambung. Senyawa di dalamnya juga bekerja sebagai agen antiinflamasi yang efektif meredakan peradangan pada saluran pernapasan bagian atas. Selain itu, ekstrak licorice sering digunakan secara topikal untuk mengatasi eksim dan hiperpigmentasi kulit.
Berikut adalah beberapa manfaat spesifik dari licorice berdasarkan riset klinis:
- Meredakan gejala dispepsia dan nyeri ulu hati.
- Membantu mengencerkan lendir pada kondisi batuk berdahak.
- Mengurangi pertumbuhan bakteri Helicobacter pylori di lambung.
- Mencerahkan kulit dengan menghambat enzim tironase yang memicu melanin.
- Memberikan efek menenangkan pada tenggorokan yang teriritasi.
Diagnosis dan Interaksi Obat pada Penggunaan Licorice
Diagnosis gangguan akibat licorice biasanya ditegakkan melalui pemeriksaan kadar elektrolit dalam darah untuk mengukur kalium serta pemantauan tekanan darah secara berkala. Dokter akan mengevaluasi riwayat konsumsi suplemen atau teh herbal pasien jika ditemukan kondisi hipertensi yang tidak merespons obat standar. Tes darah tambahan mungkin dilakukan untuk memeriksa kadar renin dan aldosteron guna membedakan kondisi ini dari penyakit ginjal lainnya.
Interaksi obat adalah aspek kritis dalam diagnosis medis terkait licorice karena herba ini dapat menurunkan efektivitas obat anti-hipertensi. Licorice juga berinteraksi negatif dengan obat pengencer darah seperti warfarin, obat jantung digoxin, serta kontrasepsi hormonal. Interaksi ini dapat meningkatkan risiko toksisitas obat atau justru menghilangkan manfaat terapi primer yang sedang dijalani pasien.
Pencegahan dan Dosis Aman Konsumsi Licorice
Pencegahan efek samping dapat dilakukan dengan membatasi konsumsi akar manis tidak lebih dari 100 miligram glisirizin per hari, atau setara dengan satu cangkir teh licorice kecil secara tidak rutin. Bagi individu yang membutuhkan manfaat pencernaan dari licorice dalam jangka panjang, penggunaan jenis DGL (Deglycyrrhizinated Licorice) sangat disarankan. Produk DGL lebih aman karena tidak memengaruhi tekanan darah atau kadar elektrolit dalam tubuh.
Sangat penting untuk tidak mengonsumsi licorice secara berturut-turut lebih dari empat minggu tanpa pengawasan medis. Ibu hamil dan menyusui disarankan untuk menghindari produk yang mengandung akar manis karena potensi dampak negatif pada perkembangan otak janin. Membaca label komposisi pada produk pangan atau suplemen sangat diperlukan guna memastikan kadar glisirizin tidak melebihi ambang batas aman yang direkomendasikan.
“Konsumsi berlebihan produk yang mengandung licorice dapat menyebabkan aritmia jantung dan gagal jantung kongestif pada individu yang rentan.” — World Health Organization (WHO), 2022
Kapan Harus ke Dokter?
Individu harus segera menghubungi tenaga medis jika mengalami gejala jantung berdebar, sesak napas, atau pembengkakan tiba-tiba pada ekstremitas setelah mengonsumsi produk akar manis. Jika tekanan darah menunjukkan angka yang sangat tinggi secara persisten, intervensi medis segera diperlukan untuk mencegah komplikasi stroke. Pemeriksaan klinis mendalam akan membantu memastikan apakah gejala tersebut terkait dengan konsumsi herba atau kondisi medis tersembunyi lainnya.
Bagi yang sedang menjalani pengobatan kronis untuk diabetes atau penyakit jantung, konsultasi dengan profesional kesehatan sebelum memulai suplemen licorice bersifat wajib. Konsultasi ini bertujuan untuk melakukan penyesuaian dosis atau memilih alternatif terapi herbal yang lebih aman bagi profil kesehatan individu tersebut. Konsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat jika muncul keluhan pasca penggunaan obat herbal.
Kesimpulan
Licorice atau akar manis merupakan bahan alami dengan potensi terapeutik besar bagi pencernaan dan pernapasan, namun memiliki profil risiko yang signifikan jika digunakan tanpa aturan. Senyawa glisirizin di dalamnya menuntut kewaspadaan tinggi terutama terkait risiko hipertensi dan penurunan kadar kalium. Penggunaan yang bijak, pemilihan produk DGL, dan pembatasan durasi konsumsi adalah kunci utama mendapatkan manfaat licorice secara aman. Konsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.



