Ad Placeholder Image

Liraglutide vs. Semaglutide: Mana yang Lebih Efektif untuk Menurunkan Berat Badan?

12 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD 20 Mei 2026

Semaglutide menawarkan efektivitas penurunan berat badan yang lebih tinggi dengan jadwal injeksi sekali seminggu dan perlindungan jantung yang kuat, sedangkan Liraglutide unggul dalam rekam jejak klinis jangka panjang dan opsi penggunaan bagi remaja.

Liraglutide vs. Semaglutide: Mana yang Lebih Efektif untuk Menurunkan Berat Badan?Liraglutide vs. Semaglutide: Mana yang Lebih Efektif untuk Menurunkan Berat Badan?

DAFTAR ISI


Liraglutide dan semaglutide adalah dua GLP-1 receptor agonist yang paling banyak digunakan dalam manajemen berat badan secara global.

Keduanya berasal dari perusahaan yang sama (Novo Nordisk), bekerja melalui mekanisme yang serupa, namun berbeda secara signifikan dalam hal potensial efektivitas, frekuensi pemberian, durasi data klinis, dan biaya.

Memahami perbedaan antara keduanya penting agar kamu dan doktermu dapat memilih terapi yang paling tepat sesuai kebutuhan.

Sekilas Perbandingan Liraglutide vs Semaglutide

Liraglutide dan semaglutide sering disebut sebagai generasi pertama dan generasi kedua dari GLP-1 receptor agonist untuk penurunan berat badan, keduanya lahir dari laboratorium Novo Nordisk.

Liraglutide hadir lebih dulu: dalam bentuk Victoza untuk diabetes tipe 2 sejak 2010, kemudian dalam bentuk Saxenda dosis lebih tinggi untuk obesitas sejak Desember 2014.

Semaglutide menyusul sebagai evolusi generasi berikutnya: pertama sebagai Ozempic untuk diabetes pada 2017, kemudian sebagai Wegovy dosis tinggi untuk obesitas pada Juni 2021.

Perbedaan terbesar antara keduanya dari sisi praktis adalah frekuensi injeks, liraglutide harus disuntikkan setiap hari karena waktu paruhnya yang pendek (~13 jam), sementara semaglutide cukup seminggu sekali berkat waktu paruhnya yang panjang (~7 hari).

Dari sisi efektivitas, semaglutide menghasilkan penurunan berat badan hampir dua kali lipat dibandingkan liraglutide dalam uji klinis masing-masing. Semaglutide juga memiliki bukti kardiovaskular yang lebih kuat untuk indikasi obesitas.

Namun liraglutide memiliki keunggulan berupa rekam jejak klinis yang sangat panjang (lebih dari 15 tahun) dan dalam beberapa pasar mungkin lebih mudah diakses dari sisi biaya.

Apa Itu Liraglutide?

Liraglutide adalah peptida sintetis yang dirancang untuk meniru hormon GLP-1 alami yang diproduksi oleh usus setelah makan.

Dikembangkan oleh Novo Nordisk, liraglutide pertama kali mendapat persetujuan FDA sebagai Victoza pada 2010 untuk pengobatan diabetes tipe 2.

Beberapa tahun kemudian, setelah penelitian klinis yang ekstensif, dosis yang lebih tinggi, 3 mg per hari, terbukti efektif untuk penurunan berat badan dan mendapat persetujuan FDA sebagai Saxenda pada Desember 2014.

Sebagai obat injeksi subkutan harian, liraglutide memiliki jadwal penggunaan yang lebih menuntut dibandingkan generasi berikutnya.

Namun kebutuhan injeksi setiap hari juga berarti kadar obat dalam darah lebih konsisten sepanjang waktu, tanpa fluktuasi yang mungkin terjadi pada regimen mingguan.

Liraglutide memiliki rekam jejak klinis yang sangat panjang, lebih dari 15 tahun, menjadikannya salah satu obat GLP-1 yang paling dipahami profilnya oleh komunitas medis global.

Apa Itu Semaglutide?

Semaglutide adalah GLP-1 receptor agonist generasi berikutnya yang juga dikembangkan oleh Novo Nordisk sebagai evolusi dari liraglutide.

Secara kimiawi, semaglutide dimodifikasi dengan penambahan gugus asam lemak rantai panjang yang memungkinkannya berikatan lebih erat dengan albumin dalam darah, sehingga tidak mudah terdegradasi oleh enzim tubuh.

Hasilnya adalah molekul dengan waktu paruh sekitar tujuh hari, jauh lebih panjang dari liraglutide, yang memungkinkan injeksi cukup sekali seminggu.

Selain waktu paruh yang lebih panjang, semaglutide juga memiliki afinitas yang lebih tinggi terhadap reseptor GLP-1 dibandingkan liraglutide, yang berarti efek farmakologis yang lebih kuat pada dosis yang sebanding.

Semaglutide hadir dalam dua versi: Ozempic (0,5–2 mg untuk diabetes, disetujui 2017) dan Wegovy (2,4 mg untuk obesitas, disetujui Juni 2021).

Pencapaian klinisnya yang paling menonjol adalah studi SELECT pada 2023, yang membuktikan bahwa semaglutide menurunkan risiko kejadian kardiovaskular mayor sebesar 20% pada pasien dengan obesitas dan penyakit kardiovaskular, sebuah manfaat yang memperkuat posisi semaglutide sebagai standar terapi modern untuk manajemen berat badan.

Perbedaan Cara Kerja (Mekanisme Aksi)

Pada tingkat mekanisme dasar, liraglutide dan semaglutide bekerja melalui jalur yang identik: keduanya adalah GLP-1 receptor agonist yang mengikat reseptor GLP-1 di berbagai jaringan tubuh.

Ketika mengikat reseptor ini di otak (khususnya hipotalamus), keduanya menghasilkan sinyal rasa kenyang yang menekan nafsu makan.

Di lambung, keduanya memperlambat pengosongan sehingga makanan bertahan lebih lama dan rasa kenyang diperpanjang.

Di pankreas, keduanya merangsang sekresi insulin secara glukosa-dependen dan menekan produksi glukagon yang berlebihan.

Perbedaan mekanistik yang bermakna antara keduanya terletak pada farmakokinetik, bukan pada target reseptor.

Liraglutide, dengan waktu paruh ~13 jam, menghasilkan paparan reseptor yang relatif stabil namun memerlukan pengisian ulang harian.

Semaglutide, dengan waktu paruh ~7 hari, menghasilkan paparan yang sangat persisten dan memungkinkan regimen mingguan.

Selain itu, afinitas semaglutide terhadap reseptor GLP-1 lebih tinggi dibandingkan liraglutide, yang berkontribusi pada efek penekanan nafsu makan yang lebih kuat dan penurunan berat badan yang lebih besar.

Dalam hal ini, semaglutide dapat dipandang sebagai versi yang lebih poten dan lebih nyaman dari mekanisme yang sama.

Perbandingan Efektivitas Penurunan Berat Badan

Perbandingan efektivitas antara liraglutide dan semaglutide telah banyak dianalisis, dan hasilnya cukup konsisten: semaglutide menghasilkan penurunan berat badan yang lebih besar secara signifikan dalam uji klinis masing-masing, meski keduanya belum pernah dibandingkan langsung dalam satu studi head-to-head untuk indikasi obesitas.

Liraglutide diuji dalam program SCALE. Studi utamanya, SCALE Obesity and Prediabetes, melibatkan lebih dari 3.700 peserta dan melaporkan penurunan berat badan rata-rata 8,4% dari berat awal setelah 56 minggu pada dosis 3 mg, dibandingkan 2,8% pada kelompok plasebo.

Data dua tahun dari SCALE menunjukkan penurunan yang sedikit menurun menjadi sekitar 6% pada kelompok yang melanjutkan terapi, mencerminkan adanya plateau efek yang lebih cepat dibandingkan semaglutide.

Semaglutide diuji dalam program STEP. Studi STEP 1 melaporkan penurunan berat badan rata-rata 14,9% dalam 68 minggu pada dosis 2,4 mg, hampir dua kali lipat dibandingkan liraglutide.

Studi STEP 5 menunjukkan efektivitas yang dipertahankan secara konsisten hingga dua tahun tanpa penurunan yang berarti, menunjukkan kurva plateau yang lebih datar dan berkelanjutan dibandingkan liraglutide.

Perbedaan efektivitas yang paling konsisten adalah pada pencapaian target penurunan berat badan yang lebih besar: proporsi pasien semaglutide yang mencapai penurunan lebih dari 10%, lebih dari 15%, bahkan lebih dari 20% jauh lebih tinggi dibandingkan proporsi serupa pada studi liraglutide.

Di luar angka penurunan berat badan, semaglutide memiliki satu keunggulan yang belum dimiliki liraglutide untuk indikasi obesitas secara spesifik: studi SELECT membuktikan penurunan risiko kejadian kardiovaskular mayor sebesar 20% pada lebih dari 17.000 pasien, sebuah bukti manfaat klinis yang melampaui sekadar penurunan angka di timbangan.

Efek Samping: Liraglutide vs Semaglutide

Karena keduanya bekerja melalui reseptor GLP-1 yang sama, profil efek samping liraglutide dan semaglutide sangat mirip.

Efek samping gastrointestinal adalah yang paling dominan pada keduanya: mual, diare, konstipasi, muntah, dan nyeri perut.

Pada studi SCALE untuk liraglutide, mual dilaporkan pada sekitar 32–40% peserta, diare pada sekitar 17–21%.

Pada studi STEP untuk semaglutide, angka mual sedikit lebih tinggi, yakni sekitar 44%, dengan diare sekitar 30%.

Perbedaan angka ini mungkin mencerminkan perbedaan potensi farmakologis kedua obat, semaglutide dengan afinitas reseptor yang lebih tinggi menghasilkan stimulasi yang lebih kuat, termasuk pada saluran cerna.

Namun dalam praktik klinis, kedua obat ditoleransi dengan cukup baik ketika dosis ditingkatkan secara perlahan, dan efek samping gastrointestinal biasanya membaik setelah beberapa minggu tubuh beradaptasi.

Dari sisi keamanan jangka panjang, liraglutide sebenarnya memiliki rekam jejak yang sangat panjang.

Sebagai Victoza, liraglutide sudah digunakan sejak 2010, memberikan data keamanan real-world lebih dari 15 tahun pada populasi diabetes.

Semaglutide, sebagai Ozempic, sudah digunakan sejak 2017 dengan data lebih dari 8 tahun. Keduanya dapat dianggap memiliki profil keamanan yang sudah cukup mapan, dengan liraglutide memiliki basis data historis yang sedikit lebih panjang karena lebih dulu hadir.

Namun untuk indikasi spesifik penurunan berat badan (dosis tinggi), Saxenda sudah ada sejak 2014 dan Wegovy sejak 2021, sehingga data untuk penggunaan pada populasi obesitas lebih panjang untuk liraglutide.

Perbandingan Harga

Dari sisi harga, liraglutide (Saxenda) dan semaglutide (Wegovy) berada di rentang yang tidak terlalu jauh di pasar Amerika Serikat, dengan keduanya berkisar antara 1.300–1.400 dolar AS per bulan sebelum diskon asuransi.

Namun di beberapa pasar internasional, liraglutide cenderung lebih terjangkau karena telah ada lebih lama dan di beberapa negara sudah tersedia versi biosimilar atau kompetitor generik yang menurunkan harga secara keseluruhan.

Semaglutide masih relatif baru dan harganya lebih premium, terutama dalam formulasi Wegovy dosis tinggi yang spesifik untuk obesitas.

Di Indonesia, ketersediaan dan harga kedua obat ini perlu dikonfirmasi langsung kepada dokter atau apoteker, karena situasinya berbeda dari pasar AS.

Siapa yang Cocok Menggunakan Liraglutide?

Liraglutide (Saxenda) memiliki tempat yang jelas dalam beberapa skenario klinis. Pertama, liraglutide adalah salah satu dari sedikit obat penurun berat badan yang disetujui untuk remaja usia 12–17 tahun dengan obesitas, menjadikannya pilihan penting untuk populasi pediatrik di mana pilihan farmakologi sangat terbatas.

Kedua, pasien yang karena alasan tertentu tidak dapat menggunakan semaglutide, misalnya karena reaksi terhadap formulasi atau preferensi individu, dapat mempertimbangkan liraglutide sebagai alternatif GLP-1 yang sudah sangat teruji.

Ketiga, di wilayah atau situasi di mana semaglutide tidak tersedia atau tidak ditanggung oleh asuransi, liraglutide menjadi pilihan GLP-1 yang dapat diandalkan dengan rekam jejak klinis yang panjang.

Keempat, pasien yang terbiasa dengan injeksi harian (misalnya pengguna insulin) mungkin tidak mengalami hambatan berarti dari jadwal injeksi harian Saxenda.

Siapa yang Cocok Menggunakan Semaglutide?

Semaglutide (Wegovy) adalah pilihan yang lebih sesuai untuk sebagian besar orang dewasa yang memenuhi kriteria terapi penurunan berat badan dengan obat.

Pasien dengan faktor risiko kardiovaskular atau riwayat penyakit jantung adalah kandidat ideal semaglutide, mengingat bukti kardiovaskular dari studi SELECT yang menurunkan risiko kejadian mayor sebesar 20%,sebuah manfaat yang belum terbukti setara untuk liraglutide dalam populasi obesitas.

Pasien yang menginginkan penurunan berat badan yang lebih signifikan akan lebih terlayani oleh semaglutide, mengingat efektivitasnya hampir dua kali lipat dibandingkan liraglutide dalam uji klinis.

Pasien yang kesulitan mempertahankan jadwal injeksi harian akan sangat diuntungkan oleh regimen mingguan semaglutide, yang jauh lebih mudah dijaga kepatuhannya dalam jangka panjang.

Terakhir, pasien yang menginginkan data klinis yang kuat dan panduan medis yang paling mutakhir akan menemukan semaglutide sebagai pilihan yang paling didukung oleh bukti terkini.

Mana yang Lebih Tepat untuk Kamu?

Jika harus disederhanakan, semaglutide (Wegovy) adalah evolusi yang lebih unggul dari liraglutide (Saxenda) dalam hampir semua aspek klinis yang relevan: lebih efektif, lebih nyaman (mingguan vs harian), dan memiliki bukti kardiovaskular yang lebih kuat.

Dalam panduan klinis modern, semaglutide telah menjadi pilihan yang lebih diutamakan dibandingkan liraglutide untuk sebagian besar pasien dewasa yang membutuhkan farmakologi untuk manajemen berat badan.

Liraglutide tetap memiliki peran yang valid, terutama untuk remaja, atau sebagai alternatif ketika semaglutide tidak dapat diakses karena keterbatasan ketersediaan atau biaya.

Bagi pasien yang pernah menggunakan Saxenda dan merespons dengan baik, diskusi dengan dokter tentang kemungkinan beralih ke Wegovy untuk hasil yang lebih optimal bisa menjadi langkah yang layak dipertimbangkan.

Yang paling penting, keputusan ini selalu harus melibatkan dokter yang memahami kondisi kesehatan, tujuan terapi, dan situasi praktis kamu secara menyeluruh.

Pilihan Obat Diet Efektif Menurunkan Berat Badan

Meski umumnya aman, penggunaan obat diet atau obat kurus perlu kehati-hatian khusus karena dapat menimbulkan risiko efek samping yang serius.

Kamu harus berkonsultasi dengan dokter terkait dengan efek samping dan durasi penggunaannya. 

Berikut ini rekomendasi obat diet yang efektif menurunkan berat badan:

1. Wegovy 0.25 mg/dosis Pen 1.5 ml

Pilihan pertama obat yang efektif untuk menurunkan berat badan adalah Wegovy 0.25 mg/dosis Pen 1.5 ml. 

Obat ini merupakan anti-obesitas pertama dan satu-satunya di Indonesia yang disetujui BPOM. 

Sangat mudah digunakan karena bentuknya yang injeksi dan digunakan seminggu sekali dengan program pengaturan berat badan yang komprehensif. 

Wegovy telah teruji klinis membantu pasien menurunkan berat badan secara signifikan, dikombinasikan dengan diet rendah kalori dan peningkatan aktivitas fisik. 

Obat obesitas ini mengandung semaglutide 0.68 mg per tiap ml. 

Dosis penggunaan obat (ikuti dosis yang dianjurkan dokter): 

  • Dimulai dengan dosis 0.25 mg, 1 kali seminggu. 
  • Dosis pemeliharaan: 2.4 mg, 1 kali seminggu. 

Nomor registrasi: DKI2464605443A1

Mulai dari: Rp3.139.100 per pen. 

Dapatkan Wegovy 0.25 mg/dosis Pen 1.5 ml di Toko Kesehatan Halodoc.

Wegovy juga hadir dalam beberapa pilihan dosis dan hanya digunakan sesuai anjuran dokter: 

Obesitas bisa teratasi! Kamu bisa mendapatkan solusi medis teruji yang sudah diawasi oleh dokter, mulai konsultasi dari Rp10.000 di Halofit yang hanya tersedia di aplikasi Halodoc!

2. Orlistat 120 mg 10 Kapsul

Orlistat 120 mg merupakan obat diet yang bekerja dengan cara menghambat enzim lipase lambung dan pankreas. Alhasil, hidrolisis trigliserida terhambat dan menyebabkan penurunan penyerapan lemak dari makanan. 

Obat ini direkomendasikan sebagai terapi tambahan pada pasien obesitas dengan Index Massa Tubuh (Body Mass Index/BMI) 30 kg/m2 atau pasien yang memiliki risiko terkait. 

Cara mengonsumsi Orlistat 120 mg 10 Kapsul: 

  • Dewasa: pasien dengan BMI 30 kg/m2 dan di atasnya, atau 27 kg/m2 yang memiliki risiko terkait hipertensi, diabetes, dan dislipidemia minum 120 mg 3 kali sehari saat makan berat.  
  • Dewas: pasien dengan BMI 28 kg/m2 tanpa faktor risiko: 60 mg 3 kali sehari saat makan berat. 

No registrasi BPOM: GKL2033548701A1 (No registrasi bisa berbeda tergantung dari stok di apotek)

Mulai dari: Rp88.800 per strip. 

Dapatkan Orlistat 120 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc.

Sebelum menggunakannya, simak dulu Review Orlistat 120 mg, Obat Diet untuk Turunkan Berat Badan.

3. Halofit

Halofit adalah obat diet inovatif yang hadir melalui program Halofit Transform. Dengan metode injeksi GLP-1 yang aman dan minim rasa sakit, Halofit membantu mengontrol nafsu makan, mengurangi craving, serta memberikan rasa kenyang lebih lama.

Halofit tidak hanya menawarkan obat, tetapi juga pendampingan dokter dan dietisien selama 30 hari, meal plan, serta coaching intensif untuk memastikan penurunan berat badan efektif, aman, dan sesuai kebutuhan tubuh.

Halofit menjadi solusi terbaik bagi kamu yang ingin menurunkan berat badan secara medis, efisien, dan terjamin kualitasnya. Bisa turun berat badan hingga 12kg!*

Tunggu apa lagi?  Kamu bisa klik di sini untuk mulai coba program Halofit!

Referensi:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Diakses pada 2026. Liraglutide.
National Institute of Health. Diakses pada 2026. Liraglutide Injection.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. GLP-1 Agonists: Diabetes Drugs and Weight Loss. Liraglutide.
Medscape. Diakses pada 2026.Liraglutide (Rx).
MIMS Indonesia. Diakses pada 2026. Liraglutide.
Drugs. Diakses pada 2026. Liraglutide.
Patient. Diakses pada 2026. Liraglutide for Diabetes.
Drugs. Diakses pada 2025. Semaglutide.
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Semaglutide Subcutaneous Route.
NCBI. Diakses pada 2025. Semaglutide.
Obesity Reviews. Diakses pada 2025. Semaglutide as a promising antiobesity drug.
MedlinePlus. Diakses pada 2025. Semaglutide Injection.

FAQ

1. Apakah liraglutide dan semaglutide bisa dikombinasikan?

Tidak. Keduanya bekerja pada reseptor yang sama dan tidak boleh digunakan bersamaan. Pilih salah satu berdasarkan rekomendasi dokter.

2. Apakah semaglutide lebih baik dari liraglutide untuk diabetes?

Untuk diabetes, semaglutide (Ozempic) umumnya menghasilkan kontrol glikemik dan penurunan berat badan yang lebih baik dibandingkan liraglutide (Victoza) dalam beberapa studi. Namun keduanya adalah pilihan yang valid tergantung pada situasi klinis individual.

3. Mana yang lebih aman: liraglutide atau semaglutide?

Keduanya memiliki profil keamanan yang sudah mapan. Liraglutide memiliki data yang sedikit lebih panjang (lebih dari 15 tahun sejak Victoza), sementara semaglutide memiliki bukti kardiovaskular yang lebih kuat melalui studi SELECT. Keamanan jangka panjang keduanya secara umum dianggap baik oleh komunitas medis.

4. Bisakah berpindah dari liraglutide ke semaglutide?

Ya. Peralihan dari Saxenda ke Wegovy adalah hal yang umum dalam praktik klinis, terutama ketika pasien ingin meningkatkan efektivitas atau menyederhanakan jadwal injeksi. Konsultasikan dengan dokter untuk protokol peralihan yang tepat.