• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Makan Sembarangan Bisa Bikin Anak Alami Hepatitis A?

Makan Sembarangan Bisa Bikin Anak Alami Hepatitis A?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Hepatitis dapat berarti peradangan hati. Peradangan ini dapat disebabkan oleh berbagai macam racun, obat-obatan, penyakit metabolisme, dan infeksi. Setidaknya ada 5 virus hepatitis yang perlu diwaspadai. Hepatitis A tertular saat seorang anak makan makanan atau minuman dari air yang terkontaminasi virus atau memiliki kontak dekat dengan seseorang yang terinfeksi virus. 

Hepatitis A terdapat dalam tinja selama 1 hingga 2 minggu sebelum seseorang mengembangkan penyakit. Infeksi dapat menyebar di lingkungan penitipan anak ketika pengasuh tidak mencuci tangan setelah mengganti popok bayi yang terinfeksi atau dari bayi ke bayi. Itulah sebabnya sebaiknya hindari anak agar tidak makan sembarangan. 

Baca juga: Risiko yang Bisa Ditimbulkan oleh Hepatitis A

Penyebaran Hepatitis A Di Lingkungan Anak-Anak

Hepatitis A menyebar melalui kotoran orang yang terinfeksi. Seseorang dapat terinfeksi dari makanan, minuman, atau menyentuh sesuatu (seperti gagang pintu atau popok) yang telah terkontaminasi oleh kotoran. Penyebaran hepatitis A dapat berupa:

  • Ketika orang menelan sesuatu yang terkontaminasi oleh kotoran yang terinfeksi hepatitis A. Itulah sebabnya virus mudah menyebar dalam kondisi yang tidak bersih. 
  • Dalam air, usus, dan makanan (terutama kerang).
  • Hepatitis A dapat bertahan dalam tinja selama beberapa bulan setelah penyakit awal, terutama pada bayi dan anak kecil. 

Banyak dari gejala-gejala infeksi hepatitis A yang perlu dikenali, seperti flu, demam, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan kelelahan. Terkadang rasa sakit pada hati dan perut kanan atas. Infeksi hepatitis juga dikaitkan dengan penyakit kuning, perubahan warna kuning pada kulit dan warna kekuningan pada bagian putih mata.

Ini disebabkan oleh peradangan dan pembengkakan hati dengan penyumbatan cadangan empedu (bilirubin) ke dalam darah. Cadangan ini juga biasanya menyebabkan urin menjadi berwarna oranye gelap dan tinja berwarna kuning muda atau berwarna tanah liat. 

Baca juga: Jenis Imunisasi yang Harus Didapatkan Anak Sejak Lahir

Namun, banyak anak yang terinfeksi virus hepatitis hanya memiliki sedikit gejala, sehingga orangtua tidak tahu bahwa Si Kecil sedang sakit. Faktanya, semakin muda anak, semakin besar kemungkinan dia bebas dari gejala. Misalnya, di antara anak-anak yang terinfeksi hepatitis A, hanya sekitar 30 persen lebih muda dari 6 tahun yang memiliki gejala, dan kebanyakan dari mereka mengalami gejala ringan. Gejala lebih sering terjadi pada anak yang lebih tua dengan hepatitis A, dan mereka cenderung berlangsung selama beberapa minggu. 

Cegah Hepatitis A Dari Si Kecil

Untuk mencegah terjadinya hepatitis pada Si Kecil, pastikan semua orang orang di rumah mencuci tangan setelah pergi ke toilet atau mengganti popok, dan sebelum menyiapkan atau makan makanan. Jika orangtua tahu anak mengalami hepatitis A, jangan biarkan anak pergi ke sekolah setidaknya 1 minggu setelah penyakit dimulai. 

Jika orangtua dan anak bepergian ke negara di mana penyakit ini biasa terjadi, sebaiknya dapatkan vaksin sebelum meninggalkan negara ini. Untuk informasi lebih lanjut mengenai hepatitis A dan vaksin, tanyakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. 

Baca juga: Tips Menjalani Kehamilan dengan Hepatitis

Vaksin Hepatitis A direkomendasikan untuk semua anak di atas 1 tahun. Vaksin ini diberikan pada usia 12 bulan, diikuti dengan dosis kedua setidaknya 6 bulan kemudian. Dengan memberikan anak vaksin hepatitis A, penyebaran penyakit di suatu komunitas dapat dibatasi. 

Vaksin ini juga direkomendasikan untuk anak-anak yang lebih tua, remaja, dan orang dewasa yang belum pernah mendapatkannya. Selain itu, kapan dan di mana pun kamu berada, tetap biasakan untuk rajin mencuci tangan setelah atau sebelum melakukan apapun. 

Referensi:
Healthy Children. Diakses pada 2020. Hepatitis A.
Caring for Kids. Diakses pada 2020. Hepatitis A.