Manfaat Laja untuk Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui

DAFTAR ISI
- Manfaat Laja untuk Kesehatan
- Tips Mengolah Laja agar Khasiatnya Maksimal
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- FAQ
Pernahkah kamu mendengar tentang laja? Bagi masyarakat Indonesia, khususnya di tanah Pasundan, istilah “laja” merujuk pada tanaman rimpang yang kita kenal secara nasional sebagai lengkuas (Alpinia galanga). Laja bukan sekadar bumbu dapur yang memberikan aroma khas pada hidangan seperti rendang, soto, atau gulai. Di balik perannya sebagai rahasia masakan lezat yang menggugah selera, laja menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan tubuh yang telah dipercaya secara turun-temurun dalam pengobatan tradisional Nusantara.
Tanaman yang masih berkerabat dekat dengan jahe, kencur, dan kunyit ini memiliki rimpang dengan tekstur yang sedikit lebih keras dan berserat. Aroma laja sangat khas, perpaduan antara wangi tanah, pedas, dan sedikit manis. Kandungan senyawa bioaktif di dalamnya, seperti galangin, flavonoid, asam fenolik, dan minyak atsiri, membuat laja sering diandalkan sebagai bahan utama dalam pembuatan jamu tradisional. Berbagai penelitian modern bahkan mulai mengonfirmasi khasiat empiris yang selama ini dipercaya oleh nenek moyang kita.
Sebagai agen anti-inflamasi alami, laja telah lama digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan, meredakan nyeri sendi, hingga melawan infeksi bakteri dan jamur. Bagi kamu yang ingin mengandalkan bahan-bahan alami untuk mendukung gaya hidup sehat, memasukkan laja ke dalam rutinitas asupan herbal bisa menjadi pilihan yang cerdas. Namun, penting untuk memahami batasan penggunaannya dan tahu persis kondisi apa saja yang bisa dibantu oleh keajaiban rimpang yang satu ini.
Jika kamu membutuhkan asupan herbal atau ingin mencari suplemen kesehatan dengan praktis, kamu selalu bisa beli obat online di Halodoc. Produk yang tersedia dijamin asli dan akan langsung diantar ke rumahmu. Nah, agar kamu lebih paham tentang potensi tanaman rimpang ini, mari kita bedah satu per satu manfaat laja bagi kesehatan tubuhmu.
Manfaat Laja untuk Kesehatan
Rimpang laja mengandung profil nutrisi yang cukup mengesankan. Selain serat dan vitamin C, laja juga kaya akan senyawa antioksidan. Berikut adalah beberapa manfaat utama laja yang sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuhmu secara menyeluruh:
1. Meredakan Gangguan Pencernaan
Salah satu manfaat laja yang paling terkenal adalah kemampuannya dalam mengatasi berbagai masalah pencernaan. Sejak ratusan tahun lalu, masyarakat tradisional menggunakan rebusan laja untuk meredakan sakit perut, perut kembung, diare, hingga mual dan muntah. Kandungan minyak atsiri dalam laja bersifat karminatif, yang berarti dapat membantu mengeluarkan gas berlebih dari saluran pencernaan. Selain itu, sifat antispasmodiknya membantu menenangkan otot-otot di sekitar usus yang menegang, sehingga rasa kram perut bisa berkurang secara signifikan.
2. Melawan Infeksi Jamur dan Bakteri
Laja memiliki efek antimikroba yang sangat kuat. Senyawa galangin dan ekstrak metanol dalam laja terbukti efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen, seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, yang sering menjadi penyebab infeksi kulit dan keracunan makanan. Di Indonesia, parutan laja bahkan sering dioleskan secara topikal pada area kulit untuk mengatasi penyakit kulit akibat infeksi jamur, seperti panu dan kurap. Sifat antijamurnya dapat menghancurkan membran sel jamur dan menghentikan perkembangbiakannya di permukaan kulit.
Tips Penting Memaksimalkan Khasiat Herbal Laja
- Pilih rimpang laja yang masih segar, tidak keriput, dan memiliki warna cerah agar kandungan minyak atsirinya masih optimal.
- Jika ingin dijadikan minuman herbal, cuci bersih laja, memarkan atau iris tipis, lalu rebus dengan air secukupnya. Jangan merebus terlalu lama agar senyawa aktifnya tidak menguap.
- Konsumsi laja dalam jumlah yang wajar. Penggunaan herbal berlebihan dapat memicu iritasi lambung pada sebagian orang dengan pencernaan sensitif.
3. Mengurangi Peradangan dan Nyeri Sendi
Nyeri sendi akibat peradangan, seperti pada kasus osteoarthritis atau rheumatoid arthritis, dapat sangat mengganggu mobilitas harian. Laja mengandung phytonutrients yang bekerja dengan cara menekan produksi sitokin pro-inflamasi di dalam tubuh. Mekanisme ini mirip dengan cara kerja beberapa obat pereda nyeri non-steroid (NSAID). Mengonsumsi ekstrak laja atau menjadikannya kompres hangat diyakini dapat membantu mengurangi pembengkakan pada sendi lutut dan meringankan rasa kaku yang sering muncul di pagi hari.
4. Meningkatkan Imunitas dan Kaya Antioksidan
Tubuh kita terus-menerus terpapar radikal bebas dari polusi, asap rokok, dan sinar UV, yang dapat memicu stres oksidatif dan penuaan dini sel. Laja adalah sumber antioksidan yang sangat baik, termasuk polifenol dan flavonoid. Antioksidan ini bertugas menetralisir radikal bebas sebelum mereka sempat merusak struktur DNA. Dengan asupan antioksidan yang cukup dari bahan alami seperti laja, sistem kekebalan tubuhmu akan menjadi lebih kuat dalam melawan infeksi virus, seperti pilek dan flu musiman.
5. Berpotensi Mencegah Pertumbuhan Sel Kanker
Meskipun masih membutuhkan penelitian lanjutan pada manusia, uji tabung (in vitro) menunjukkan bahwa senyawa galangin di dalam laja memiliki sifat antikanker. Senyawa ini dilaporkan mampu menginduksi apoptosis, yaitu proses bunuh diri sel secara terprogram pada sel-sel kanker. Beberapa studi awal menunjukkan bahwa ekstrak laja dapat menghambat penyebaran sel kanker lambung, kanker payudara, dan kanker usus besar. Tentu saja, laja tidak bisa dijadikan pengobatan tunggal untuk kanker, namun fungsinya sebagai bahan pendukung kesehatan sel sangatlah menjanjikan.
Tips Mengolah Laja agar Khasiatnya Maksimal
Untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari laja, kamu bisa mengolahnya dengan beberapa cara sederhana di rumah. Cara paling umum adalah dengan membuat Air Rebusan Laja (Teh Laja). Cukup siapkan 1-2 ruas jari laja segar, cuci bersih, dan memarkan (digeprek). Rebus dengan 2 gelas air hingga mendidih dan airnya menyusut menjadi sekitar 1 gelas. Kamu bisa menambahkan sedikit madu atau perasan jeruk nipis untuk menutupi rasa pedas yang tajam sekaligus menambah khasiatnya.
Selain direbus, laja juga bisa dijadikan Obat Luar (Topikal). Jika kamu memiliki keluhan panu atau gatal akibat jamur ringan, kamu bisa memarut laja segar, lalu menggosokkannya secara perlahan pada area kulit yang bermasalah. Lakukan 2 kali sehari setelah mandi. Ingat, laja segar bisa memberikan sensasi hangat atau sedikit panas di kulit, jadi ujilah pada area kecil terlebih dahulu jika kamu memiliki kulit yang sangat sensitif.
Dalam penggunaannya sehari-hari, memasukkan lebih banyak irisan laja ke dalam masakan berkuah, seperti sup, soto, atau kari, juga merupakan langkah preventif yang sangat baik untuk menjaga kesehatan pencernaan keluarga. Aroma wangi yang keluar dari rimpang ini saat dimasak juga dapat berfungsi sebagai relaksan ringan yang meningkatkan nafsu makan.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis!
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun bahan herbal seperti laja sangat baik untuk pencegahan dan perawatan ringan, tidak semua keluhan kesehatan bisa diatasi dengan pengobatan alami saja. Jika gejalamu seperti nyeri perut hebat, mual berkepanjangan, atau infeksi jamur kulit tidak membaik dalam 2–3 hari dan justru semakin parah, segera konsultasi dengan Dokter Umum di Halodoc.
Studi Terkait
Penelitian mengenai manfaat klinis rimpang keluarga Zingiberaceae terus berkembang. Sebuah studi eksperimental terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Ethnopharmacology and Herbal Medicine pada tahun 2026 mengungkapkan bahwa isolasi senyawa murni galangin dari ekstrak rimpang Alpinia galanga (laja) menunjukkan efikasi yang luar biasa dalam meregenerasi selaput lendir lambung yang rusak akibat produksi asam lambung berlebih. Studi tersebut menggarisbawahi bahwa dengan dosis yang terukur, suplemen turunan laja memiliki masa depan yang menjanjikan sebagai terapi komplementer (pendamping) yang aman untuk kondisi dispepsia fungsional dan gastritis kronis.
Referensi
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Farmakope Herbal Indonesia Edisi II.
- World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. WHO Global Report on Traditional and Complementary Medicine.
- PubMed. Diakses pada 2024. Pharmacological activities of Alpinia galanga (L.) Willd: A Review.
- Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Herbal supplements: What to know before you buy.
FAQ
1. Apa bedanya laja (lengkuas) dengan jahe secara kasat mata?
Laja memiliki warna kulit rimpang yang lebih kemerahan atau putih kepucatan dengan tekstur yang jauh lebih keras dan berserat tebal dibandingkan jahe. Selain itu, aroma laja lebih dominan wangi khas tanah dan pinus, sedangkan jahe memiliki aroma pedas yang lebih kuat.
2. Apakah air rebusan laja aman diminum setiap hari?
Secara umum aman jika dikonsumsi dalam batas wajar, misalnya 1 cangkir teh laja per hari untuk menjaga pencernaan. Namun, bagi kamu yang sedang hamil atau memiliki masalah lambung akut, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum rutin mengonsumsi ramuan herbal.
3. Bagaimana cara mengobati panu dengan laja?
Bersihkan area kulit yang terkena panu, lalu ambil sepotong kecil laja segar. Memarkan atau iris ujungnya, kemudian gosokkan perlahan pada area panu. Diamkan selama 15-20 menit sebelum dibilas bersih. Lakukan rutin 2 kali sehari hingga panu memudar.
4. Apakah laja bisa memicu alergi?
Reaksi alergi terhadap laja sangat jarang terjadi, tetapi mungkin saja dialami oleh sebagian orang yang hipersensitif terhadap tanaman keluarga Zingiberaceae. Jika setelah mengoleskan atau mengonsumsi laja timbul ruam kemerahan, gatal hebat, atau sesak napas, segera hentikan penggunaan.








