Ad Placeholder Image

Mengenal Kode ICD 10 ISK Infeksi Saluran Kemih Terlengkap

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 26 Juni 2026

Mengenal Kode ICD 10 ISK Adalah dan Gejala Penyakitnya

Mengenal Kode ICD 10 ISK Infeksi Saluran Kemih TerlengkapMengenal Kode ICD 10 ISK Infeksi Saluran Kemih Terlengkap

DAFTAR ISI


Bagi kamu yang pernah menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit atau klinik, mungkin kamu pernah melihat serangkaian kode kombinasi huruf dan angka pada rekam medis atau surat rujukanmu. Kode-kode ini bukan sekadar deretan angka acak, melainkan sistem klasifikasi penyakit internasional yang sangat penting dalam dunia medis. Salah satu kondisi yang sangat umum ditemui di fasilitas kesehatan dan memiliki kodenya tersendiri adalah Infeksi Saluran Kemih (ISK).

Banyak masyarakat atau bahkan mahasiswa kesehatan yang bertanya-tanya, sebenarnya icd 10 isk adalah apa? Mengapa kode ini penting untuk dicantumkan oleh dokter saat mendiagnosis pasien? Memahami kode diagnosis ini tidak hanya penting bagi tenaga kesehatan, tetapi juga bermanfaat bagi pasien untuk mengetahui secara pasti kondisi medis yang sedang dialaminya, terutama jika berkaitan dengan klaim asuransi kesehatan.

Infeksi Saluran Kemih (ISK) sendiri merupakan salah satu jenis infeksi bakteri yang paling sering terjadi pada manusia, menempati urutan kedua setelah infeksi saluran pernapasan. Kondisi ini dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga lansia, meskipun wanita diketahui jauh lebih rentan mengalaminya dibandingkan pria. Jika kamu mengalami keluhan seperti nyeri saat buang air kecil atau anyang-anyangan yang tak kunjung sembuh, segera konsultasi ke dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat waktu.

Pengertian ICD-10 dan ISK

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai kodenya, penting untuk memahami apa itu ICD-10. International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems 10th Revision (ICD-10) adalah sistem pengkodean yang disusun dan dikelola oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sistem ini digunakan oleh dokter, rumah sakit, asuransi kesehatan, dan lembaga kesehatan masyarakat di seluruh dunia untuk mengklasifikasikan penyakit, keluhan, gejala, temuan abnormal, dan penyebab eksternal dari cedera atau penyakit.

Sementara itu, Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah kondisi medis di mana terjadi pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroorganisme (biasanya bakteri) di dalam saluran kemih. Saluran kemih yang normal dan sehat seharusnya bersifat steril, artinya tidak ada bakteri, virus, atau jamur di dalamnya. Namun, ketika bakteri (paling sering Escherichia coli yang berasal dari saluran cerna) berhasil masuk melalui uretra dan berkembang biak di kandung kemih, infeksi pun terjadi.

Kode ICD-10 untuk Infeksi Saluran Kemih

Dalam sistem klasifikasi WHO, kode icd 10 isk adalah N39.0, yang secara medis diuraikan sebagai Urinary tract infection, site not specified (Infeksi saluran kemih, lokasi tidak spesifik). Kode ini berada di bawah Bab XIV yang mencakup penyakit-penyakit pada sistem genitourinari (N00-N99).

Kode N39.0 digunakan oleh dokter ketika pasien menunjukkan gejala klinis infeksi saluran kemih dan hasil urinalisis mendukung diagnosis tersebut, namun dokter belum atau tidak perlu menentukan secara spesifik bagian saluran kemih mana yang terinfeksi. Selain N39.0, terdapat beberapa kode ICD-10 lain yang lebih spesifik tergantung pada lokasi infeksinya, antara lain:

  • N30.0: Acute cystitis (Infeksi akut pada kandung kemih).
  • N30.9: Cystitis, unspecified (Infeksi kandung kemih yang tidak spesifik).
  • N34.1: Nonspecific urethritis (Peradangan pada uretra).
  • N15.9: Renal tubulo-interstitial disease, unspecified (Sering digunakan untuk infeksi ginjal atau pielonefritis yang tidak spesifik).

Ketepatan penggunaan kode ini sangat krusial karena akan memengaruhi rencana pengobatan pasien, pemantauan epidemiologi penyakit oleh pemerintah, serta kelancaran proses administrasi pembiayaan kesehatan.

Anatomi Saluran Kemih dan Jenis ISK

Untuk memahami bagaimana ISK terjadi, kamu perlu mengetahui bagian-bagian dari saluran kemih. Sistem perkemihan manusia terdiri dari dua ginjal yang berfungsi menyaring darah dan memproduksi urine, dua ureter (saluran pipa yang membawa urine dari ginjal), satu kandung kemih (tempat menampung urine), dan uretra (saluran pembuangan akhir urine ke luar tubuh).

Berdasarkan lokasinya, Infeksi Saluran Kemih dibagi menjadi dua jenis utama:

1. ISK Bawah (Lower UTI)
Ini adalah jenis infeksi yang paling umum terjadi. Infeksi ini terbatas pada uretra (uretritis) dan kandung kemih (sistitis). Gejalanya biasanya lebih terpusat pada area panggul dan masalah saat buang air kecil. Walaupun mengganggu, ISK bawah umumnya tidak membahayakan nyawa jika diobati dengan cepat.

2. ISK Atas (Upper UTI)
Kondisi ini terjadi ketika bakteri berhasil naik melewati kandung kemih dan ureter, lalu mencapai ginjal (pielonefritis). ISK atas jauh lebih berbahaya dibandingkan ISK bawah. Jika bakteri berkembang biak di ginjal, infeksi tersebut dapat merusak jaringan ginjal secara permanen atau menyebar ke dalam aliran darah (sepsis), yang merupakan kondisi darurat medis.

Faktor Pemicu Infeksi Saluran Kemih (ISK)
  1. Kurang minum air putih yang menyebabkan aliran urine lambat, sehingga bakteri lebih mudah menempel di dinding saluran kemih.
  2. Kebiasaan menahan buang air kecil dalam waktu yang lama.
  3. Cara membersihkan area genital yang salah setelah buang air (dari arah belakang ke depan), yang memindahkan bakteri dari anus ke uretra.
  4. Aktivitas seksual yang intens atau kurang higienis, yang dapat mendorong bakteri masuk ke uretra.
  5. Penggunaan kateter urine dalam jangka waktu lama di rumah sakit.

Gejala Utama ISK yang Pantang Diabaikan

Meskipun kode diagnosisnya mungkin hanya kombinasi huruf dan angka, penderita ISK merasakan gejala fisik yang sangat nyata dan seringkali sangat tidak nyaman. Gejala yang muncul bisa bervariasi tergantung pada bagian saluran kemih mana yang terinfeksi dan seberapa kuat sistem kekebalan tubuh pasien.

Pada ISK Bawah (infeksi kandung kemih dan uretra), gejala yang paling sering dikeluhkan meliputi:

  • Disuria: Sensasi perih, panas, atau terbakar saat buang air kecil. Ini adalah keluhan paling klasik dari ISK.
  • Poliuria/Frekuensi: Rasa ingin buang air kecil yang terus-menerus (anyang-anyangan), meskipun urine yang keluar hanya sedikit-sedikit.
  • Urgensi: Dorongan buang air kecil yang datang tiba-tiba dan sangat sulit untuk ditahan.
  • Perubahan karakteristik urine: Urine tampak keruh, pekat, atau memiliki bau yang menyengat dan tidak sedap.
  • Hematuria: Ditemukannya darah dalam urine, membuat urine tampak kemerahan, merah muda, atau berwarna seperti teh.
  • Nyeri panggul: Terutama pada wanita, nyeri sering terasa di area tengah panggul atau di atas tulang kemaluan.

Jika infeksi telah menyebar menjadi ISK Atas (infeksi ginjal), pasien akan mengalami gejala sistemik yang lebih berat, seperti:

  • Demam tinggi yang datang tiba-tiba.
  • Menggigil dan tubuh gemetar.
  • Nyeri pada punggung bagian bawah atau panggul bagian samping (flank pain).
  • Mual dan muntah-muntah.
  • Tubuh terasa sangat lelah dan lemas (malaise).

Penyebab dan Faktor Risiko Infeksi Saluran Kemih

Penyebab utama dari mayoritas kasus ISK adalah bakteri Escherichia coli (E. coli). Bakteri ini sebenarnya merupakan flora normal yang hidup secara damai di dalam usus besar manusia dan berfungsi membantu proses pencernaan. Namun, masalah timbul ketika bakteri E. coli keluar bersama tinja dan bermigrasi ke area uretra.

Wanita memiliki risiko yang jauh lebih tinggi terkena ISK dibandingkan pria karena faktor anatomi. Uretra wanita jauh lebih pendek daripada uretra pria, sehingga jarak tempuh bakteri untuk mencapai kandung kemih sangat singkat. Selain itu, letak muara uretra wanita sangat berdekatan dengan vagina dan anus, memudahkan perpindahan bakteri.

Beberapa faktor risiko lain yang dapat meningkatkan peluang seseorang terkena ISK meliputi:

  • Kehamilan: Perubahan hormon dan tekanan rahim yang membesar pada kandung kemih menghambat pengosongan urine secara total.
  • Menopause: Penurunan kadar hormon estrogen memicu penipisan dinding uretra dan perubahan tingkat keasaman (pH) vagina, yang membuat bakteri lebih mudah berkembang biak.
  • Sumbatan saluran kemih: Kondisi seperti batu ginjal atau pembesaran prostat (BPH) pada pria dapat menjebak urine di dalam kandung kemih.
  • Sistem imun yang melemah: Penyakit seperti diabetes melitus membuat tubuh lebih sulit melawan bakteri, ditambah lagi tingginya kadar gula dalam urine merupakan makanan yang baik bagi bakteri.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis ISK?

Ketika kamu berkunjung ke dokter dengan keluhan yang mengarah pada ISK, dokter tidak akan langsung menuliskan kode N39.0 tanpa melakukan pemeriksaan. Proses diagnosis umumnya melibatkan beberapa langkah:

Pertama, dokter akan melakukan anamnesis (tanya jawab) mengenai gejala yang dirasakan. Selanjutnya, dokter akan meminta sampel urine untuk dilakukan Urinalisis. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan sel darah putih (leukosit), sel darah merah, atau bakteri (nitrit) dalam urine yang menandakan adanya infeksi.

Jika infeksi sering kambuh atau tidak merespons antibiotik standar, dokter mungkin akan melakukan Kultur Urine. Tes ini membiakkan bakteri dari sampel urine di laboratorium untuk mengetahui jenis bakteri secara spesifik dan menentukan jenis antibiotik apa yang paling efektif untuk membunuhnya (uji resistensi).

Komplikasi Jika ISK Tidak Segera Ditangani

Banyak orang meremehkan ISK bawah dan berharap kondisinya sembuh sendiri hanya dengan banyak minum air. Meskipun kasus ringan terkadang bisa membaik dengan hidrasi yang cukup, ISK bakteri yang dibiarkan tanpa pengobatan medis yang memadai dapat menyebabkan komplikasi serius.

Komplikasi yang paling ditakutkan adalah penyebaran infeksi ke ginjal (pielonefritis akut atau kronis), yang berisiko merusak fungsi ginjal secara permanen. Pada ibu hamil, ISK yang tidak diobati meningkatkan risiko bayi lahir prematur atau berat badan lahir rendah (BBLR). Pada kasus yang ekstrem, bakteri dapat menembus pembuluh darah ginjal dan menyebabkan urosepsis—infeksi aliran darah yang mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan intensif (ICU).

Tips dan Cara Alami Mencegah ISK

Mencegah selalu lebih baik dan lebih murah daripada mengobati. Berikut adalah beberapa perubahan gaya hidup sederhana yang terbukti secara medis dapat menurunkan risiko terkena Infeksi Saluran Kemih:

  • Hidrasi optimal: Minum air putih minimal 8 gelas (sekitar 2 liter) setiap hari. Air berfungsi membilas saluran kemih dan “menyapu” bakteri keluar sebelum mereka sempat berkembang biak.
  • Jangan menunda buang air kecil: Segera pergi ke toilet jika sudah terasa dorongan untuk buang air kecil. Urine yang tertahan terlalu lama di kandung kemih adalah media yang sempurna untuk bakteri berlipat ganda.
  • Perhatikan teknik membasuh: Bagi wanita, pastikan selalu membasuh area intim dari arah depan (vagina) ke belakang (anus) setelah buang air, bukan sebaliknya.
  • Buang air kecil setelah berhubungan intim: Ini membantu membilas bakteri yang mungkin masuk ke dalam uretra selama aktivitas seksual.
  • Hindari produk iritatif: Kurangi atau hentikan penggunaan sabun pembersih kewanitaan yang mengandung parfum kuat, bedak tabur di area genital, atau douche, karena dapat mengiritasi uretra dan merusak flora normal pelindung vagina.
  • Pakaian dalam yang tepat: Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat dan hindari celana yang terlalu ketat agar area genital tidak lembap.

Studi Terkait

Penelitian terkini dalam Journal of Antimicrobial Chemotherapy and Resistance tahun 2026 menyoroti peningkatan kasus resistensi antibiotik pada pasien dengan kode diagnosis ICD-10 N39.0 secara global. Studi tersebut menemukan bahwa penggunaan antibiotik empiris yang tidak tepat sasaran pada kasus ISK tanpa komplikasi telah menyebabkan bakteri E. coli bermutasi. Peneliti menekankan pentingnya dokter untuk melakukan kultur urine pada pasien dengan riwayat ISK berulang sebelum meresepkan antibiotik spektrum luas, guna mencegah terjadinya resistensi antimikroba yang lebih parah di masa depan.

Sering Nyeri Saat Buang Air Kecil? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti nyeri saat buang air kecil, anyang-anyangan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejalamu tidak membaik dalam 2–3 hari setelah memperbanyak minum air, atau kamu mulai mengalami urine berdarah, demam, mual, serta nyeri punggung yang tajam, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Halodoc. Penanganan medis yang cepat sangat dibutuhkan untuk mencegah infeksi menyebar ke organ ginjal.

Referensi

  • Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Diakses pada 2024. ICD-10 Version:2019 – N39.0 Urinary tract infection, site not specified.
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Urinary tract infection (UTI) – Symptoms and causes.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Pedoman Penatalaksanaan Infeksi Saluran Kemih dan Genitalia Pria.
  • PubMed Central (PMC). Diakses pada 2024. Pathogenesis, Diagnosis, and Management of Urinary Tract Infections.

FAQ

1. Apa itu kode ICD-10 N39.0?
N39.0 adalah kode diagnosis standar internasional yang digunakan oleh dokter untuk mengklasifikasikan penyakit Infeksi Saluran Kemih (ISK) di mana lokasi spesifik infeksinya (apakah di kandung kemih, uretra, atau ginjal) belum dikhususkan.

2. Apakah ISK bisa sembuh sendiri tanpa minum obat?
Pada beberapa kasus yang sangat ringan, ISK bisa sembuh dengan sendirinya jika penderita memperbanyak minum air putih. Namun, sebagian besar kasus infeksi bakteri memerlukan terapi antibiotik dari dokter agar kuman mati sepenuhnya dan mencegah komplikasi ke ginjal.

3. Kenapa wanita jauh lebih rentan terkena ISK dibandingkan pria?
Secara anatomi, uretra (saluran pembuangan urine) wanita jauh lebih pendek daripada pria. Selain itu, posisi uretra wanita sangat berdekatan dengan vagina dan anus, sehingga bakteri dari area tersebut lebih mudah berpindah dan masuk ke dalam kandung kemih.

4. Apakah tes urine wajib dilakukan untuk memastikan diagnosis ISK?
Ya, tes urine (urinalisis) sangat penting. Meskipun dokter bisa mencurigai ISK dari gejala yang kamu keluhkan, tes urine diperlukan untuk mengonfirmasi adanya sel darah putih, bakteri, atau darah dalam urine, sehingga diagnosis menjadi pasti dan pengobatan lebih akurat.