• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Menolak Vaksinasi Corona, Apa Efeknya pada Tubuh dan Lingkungan?

Menolak Vaksinasi Corona, Apa Efeknya pada Tubuh dan Lingkungan?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Indonesia menjadi salah satu negara yang siap menerima vaksinasi corona. Pada awal Desember 2020 lalu, gelombang pertama vaksin dari Sinovac sudah masuk ke Indonesia. Hingga saat ini, vaksin masih disimpan sambil menunggu kebijakan pemerintah terkait pemberian vaksin dan kelompok mana saja yang menjadi prioritas. Lantas, bagaimana jika banyak orang kemudian menolak vaksinasi corona? Apa efeknya pada tubuh dan lingkungan? 

Melansir Kompas.com, ada sekitar 9 persen warga Jawa Barat yang menolak vaksinasi corona. Hal itu diketahui dari survei yang dilakukan pada warga. Meski jumlahnya tergolong kecil, penolakan vaksin COVID-19 nyatanya bisa berpengaruh cukup besar. Vaksin diberikan untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus tertentu, sehingga tidak mudah sakit. Nah, menolak vaksin bisa saja meningkatkan risiko seseorang terpapar virus dan menularkannya pada orang lain di sekitar. 

Baca juga: Tunggu Vaksin Corona Siap, Ketahui 3 Syarat Vaksinasi Ini

Alasan Penolakan Vaksin Corona 

Pada survei yang dilakukan di Jawa Barat, ada 9 persen warga yang menolak vaksinasi. Selain itu, ada 43,8 persen warga yang belum memutuskan mau divaksin atau tidak dan 47,1 persen sudah yakin mau menerima vaksin. Namun, menurut survei, 93 persen warga Jawa Barat sebenarnya sudah mengetahui apa itu vaksin corona. Alasan warga yang belum memutuskan adalah ingin mengetahui lebih lanjut seputar vaksin COVID-19 sebelum akhirnya mau atau tidak menerimanya. 

Lantas, adakah dampak jika seseorang tidak mau menerima vaksin? Jawabannya ada. Efek menolak vaksin bisa terjadi pada tubuh maupun lingkungan sekitar. Seperti dikatakan sebelumnya, vaksinasi dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan menurunkan risiko infeksi virus. Sebab, hal ini bisa menyebabkan penularan pada orang lain yang berada di lingkungan sekitar. 

Baca juga: Rencana Tata Laksana Vaksin Corona, Begini Tahapannya

Vaksinasi sendiri hingga kini masih diperdebatkan, terkait efektivitas dan seberapa penting vaksin untuk melindungi tubuh. Terlebih, di tengah pandemi seperti virus corona, produksi vaksin terkesan dilakukan dengan cepat bahkan beberapa belum teruji efektivitasnya. Ada alasan yang mungkin mendasari seseorang menolak vaksin, di antaranya: 

  • Merasa Aman dari Serangan Virus 

Ada orang yang menolak vaksin karena merasa dirinya aman dan tidak mungkin terinfeksi. Hal ini harus diluruskan. Vaksin bisa menginfeksi siapa saja dan orang tersebut berpotensi menularkan virus pada orang lain di lingkungan sekitar. Hal ini juga bisa terjadi karena menganggap sebuah penyakit atau infeksi virus tidak mematikan. Maka dari itu, penting untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya vaksinasi. Manfaat vaksin corona juga harus disampaikan dengan tepat untuk menurunkan penularan penyakit berisiko. 

  • Takut dengan Kandungan Vaksin 

Vaksin terbuat dari virus yang sudah dilemahkan atau dimatikan. Nah, kandungan virus ini bisa membuat orang salah paham sehingga merasa takut dan akhirnya menolak vaksinasi. Padahal, jumlah dan kondisi virus yang dimasukkan dalam vaksin sudah dikontrol dan melalui sejumlah tahap sampai akhirnya dinyatakan aman untuk tubuh manusia. Tidak hanya itu, informasi terkait kandungan lain dalam vaksin juga kerap membuat seseorang menolak vaksin. 

Terlepas dari informasi yang beredar, vaksinasi corona nyatanya bisa menjadi harapan dalam menghadapi pandemi saat ini. Meskipun begitu, vaksin tidak akan serta-merta menghentikan pandemi. Penting untuk selalu menjaga kebersihan, rajin mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak agar terhindar dari infeksi virus corona. Selain itu, jaga selalu kebugaran tubuh agar tidak mudah terinfeksi virus penyebab penyakit. 

Baca juga: Penjelasan tentang Jalur Vaksinasi COVID-19

Cari tahu lebih lanjut seputar vaksin COVID-19 dengan membaca artikel di aplikasi Halodoc. Kamu juga bisa menggunakan aplikasi ini untuk menyampaikan masalah kesehatan yang dialami pada dokter melalui Video/Voice Call atau Chat. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Kompas.com. Diakses pada 2020. Menurut Survei, 9 Persen Warga Jabar Menolak Vaksinasi Covid-19. 
El-lipse. Diakses pada 2020. What if… there is a coronavirus vaccine and people don’t want to get vaccinated?