• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Miss V Terasa Gatal Tak Tertahankan, Gejala Vaginitis?

Miss V Terasa Gatal Tak Tertahankan, Gejala Vaginitis?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Keputihan adalah hal wajar yang dialami oleh seorang wanita. Keputihan normal ditandai dengan cairan berwarna jernih atau sedikit keruh, tidak menyebabkan iritasi dan sedikit bau. Selama siklus menstruasi normal, jumlah dan konsistensi keputihan dapat berubah.

Pada satu waktu keputihan mungkin tipis atau berair. Namun, di lain waktu, keputihan bisa tebal dan lebih luas. Sedangkan keputihan abnormal, umumnya ditandai dengan bau yang tidak sedap dan menyebabkan iritasi.

Baca Juga: 4 Infeksi Miss V yang Perlu Diketahui Kaum Hawa

Iritasi biasanya ditandai dengan rasa gatal atau terbakar atau bahkan keduanya. Gatal bisa muncul kapan saja, tetapi gatal seringkali terasa hebat di malam hari. Nah, kondisi keputihan yang mengiritasi disebut vaginitis.

Vaginitis mengacu pada peradangan pada vagina dan vulva yang disebabkan oleh infeksi yang disebabkan oleh organisme seperti bakteri, ragi, atau virus. Selain gatal-gatal pada vagina, berikut ini gejala vaginitis yang perlu wanita ketahui.

Gejala Vaginitis yang Perlu Diketahui

Gejala vaginitis dapat berbeda-beda pada setiap orang tergantung pada penyebabnya. Melansir dari WebMD, gejala umum dari vaginitis, meliputi :

  • Gatal-gatal di area vagina;

  • Rasa terbakar di area vagina;

  • Kemerahan;

  • Pembengkakan;

  • Vagina menjadi kering;

  • Ruam, lepuh, atau benjolan di area vagina;

  • Ketidaknyamanan saat buang air kecil;

  • Rasa sakit saat berhubungan intim;

  • Pendarahan ringan (bercak).

Kalau kamu mengalami gejala-gejala seperti di atas, sebaiknya segera periksakan ke dokter agar mendapat perawatan lebih lanjut. Sebelum mengunjungi rumah sakit, kini kamu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc.

Baca Juga: Atasi Keputihan Abnormal dengan 6 Cara Berikut

Gejala Vaginitis Berdasarkan Penyebabnya

Cairan yang dikeluarkan dapat berbeda-beda pada setiap pengidap tergantung pada penyebab vaginitis. Melansir dari Mayo Clinic, berikut ini penyebab vaginitis serta gejala yang dapat muncul, yaitu:

1. Vaginosis Bakterialis

Vaginosis bakterialis merupakan infeksi vagina yang dipicu oleh terganggunya keseimbangan bakteri baik di dalam vagina. Kondisi ini ditandai dengan keluarnya cairan sedikit berwarna abu-abu dan berbau tak sedap. Kondisi ini disebabkan oleh bakteri gardnerella vaginalis.

2. Infeksi Jamur

Vaginosis kerap disebabkan oleh infeksi jamur candida albicans, yaitu salah satu jenis jamur yang normal ditemukan dalam vagina. Adanya perubahan kondisi ekosistem pada organ vagina, jamur ini akan membiak melampaui batas normal.

Gejala yang terjadi yaitu terdapat cairan kental dalam vagina yang berwarna putih dan berbau tidak sedap. Gejala lain muncul berupa rasa gatal, nyeri, dan panas saat buang air kecil atau berhubungan intim.

3. Trichomoniasis

Kondisi ini disebabkan oleh parasit trichomonas vaginalis yang menimbulkan cairan berbau, banyak, berwarna kuning kehijauan dan kadang berbusa. Ini merupakan jenis vaginitis yang paling parah karena menimbulkan rasa gatal, terasa perih dan bisa menular melalui hubungan intim.

Perawatan untuk Mengatasi Vaginitis

Selain mendapat obat yang diresepkan dokter, ada sejumlah perawatan lain yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa gatal dan gejala vaginitis lainnya. Tips perawatan ini bisa dilakukan sebagai langkah pencegahan vaginitis, yaitu:

  • Mengenakan pakaian dalam yang tidak ketat atau longgar dan pilih yang berbahan katun.

  • Jangan membasuh bagian dalam vagina.

  • Jangan gunakan sabun dengan pewangi buatan. Karena kadar pH pada sabun berbahan pewangi buatan dapat meningkatkan keasaman pada vagina. Kondisi tersebut dapat membuat bakteri berkembang biak di dalam vagina yang memicu keputihan berlebih.

  • Menjaga vagina dan area di sekitarnya tetap bersih dan kering. Hindari berendam air hangat selama infeksi belum sepenuhnya pulih.

Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Miss V Juga Butuh Perhatian Khusus

Vaginitis tidak berakibat fatal. Namun, gejala vaginitis yang timbul dan dibiarkan dapat menyebabkan komplikasi-komplikasi tertentu, contohnya penyakit menular seksual. Kondisi ini umum terjadi, dan kebanyakan wanita pernah mengalami vaginitis setidaknya sekali dalam hidup.

Wanita muda yang aktif secara seksual adalah individu yang berisiko mengidap vaginitis. Oleh sebab itu, wanita yang telah aktif secara seksual wajib menjaga area ini tetap bersih agar terhindar dari vaginitis.

Referensi :
Cleveland Clinic. Diakses pada 2019. Vaginitis.
WebMD. Diakses pada 2019. What Is Vulvovaginitis?.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Vaginitis.