• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta, 3 Bahan Kimia Ini Bisa Percepat Pubertas

Mitos atau Fakta, 3 Bahan Kimia Ini Bisa Percepat Pubertas

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Pubertas adalah suatu tahap di mana seorang anak mengalami perkembangan seksual sebagai pertanda bahwa ia sudah dewasa. Pada laki-laki, pubertas terjadi pada kisaran usia 12–16 tahun, sedangkan pada perempuan pubertas terjadi pada rentang 10–14 tahun.

Namun, sejak awal tahun 2000-an, para peneliti menemukan “tren” baru yang mencemaskan dalam perkembangan wanita, yaitu banyak perempuan yang memasuki masa pubertasnya (payudara yang sudah berkembang, memiliki rambut kemaluan dan mendapatkan menstruasi) di usia yang lebih muda. Lantas, apa yang menyebabkan “tren” tersebut terjadi? Beberapa peneliti sudah lama menduga bahwa bahan-bahan kimia yang terdapat dalam produk kecantikan atau produk mandi yang dipakai sehari-hari dapat memengaruhi hormon, sehingga mempercepat pubertas. Yuk, simak lebih lanjut di bawah ini.

Baca juga: Ini Tanda Pubertas pada Remaja Perempuan

Penelitian tentang Pengaruh Bahan Kimia Terhadap Pubertas

Sebuah studi baru yang diterbitkan di jurnal Human Reproduction turut mendukung kemungkinan bahwa bahan kimia yang terdapat dalam produk perawatan pribadi, seperti sampo, makeup, dan lain-lain dapat membuat pubertas terjadi lebih awal. Dalam studi tersebut, para peneliti memantau sekelompok wanita hamil dan anak-anak mereka selama 13 tahun, dan secara berkala mengukur kadar tiga jenis bahan kimia dalam urine partisipan. Hasilnya menunjukkan bahwa pubertas anak-anak perempuan, bahkan sudah bergeser sebelum mereka dilahirkan. Dengan kata lain, paparan kimiawi terhadap wanita hamil berperan dalam terjadinya pubertas lebih awal.

Namun, seorang peneliti kesehatan masyarakat di University of California, Kim Harley juga mengungkapkan bahwa bukan apakah seseorang terpapar bahan kimia atau tidak, tetapi seberapa banyak mereka terpapar bahan kimialah yang menjadi masalahnya.

Dalam studi tersebut, berikut ini 3 jenis bahan kimia yang dianggap sebagai pengganggu hormon oleh para peneliti:

  1. Ftalat, yang sering ditemukan dalam wewangian.

  2. Paraben, yang merupakan pengawet yang digunakan dalam kosmetik.

  3. Fenol, yang selama periode penelitian, digunakan dalam sabun anti mikroba.

Baca juga: Waspada, 5 Bahan Kimia dalam Produk Kosmetik Ini Berbahaya

Dampak Buruk Bahan Kimia Terhadap Pubertas Perempuan

Lebih lanjut, studi ini juga menemukan bahwa wanita dengan kadar ftalat yang tinggi dalam urin mereka selama masa kehamilan, berpotensi melahirkan anak perempuan yang mengembangkan rambut kemaluan lebih awal daripada anak daripada anak perempuan yang dilahirkan oleh wanita dengan kadar bahan kimia yang lebih rendah dalam urine mereka.

Demikian pula, wanita dengan kadar fenol yang tinggi dalam urine mereka selama masa kehamilan berpotensi melahirkan anak perempuan yang mengalami menstruasi lebih cepat. Ketika para peneliti meneliti anak-anak perempuan itu sendiri, mereka menemukan bahwa anak perempuan usia 9 tahun dengan kadar paraben lebih tinggi dalam urinenya memasuki ketiga tahap pubertas lebih awal daripada mereka yang kadar kimianya lebih rendah.

Jadi, para peneliti menyimpulkan bahwa semakin besar paparan kimia, semakin dini pubertas terjadi. Contohnya, ibu hamil yang terpapar ftalat dua kali lebih banyak dikaitkan dengan majunya pertumbuhan rambut kemaluan pada anak perempuannya sekitar 1,3 bulan. Mungkin pergeseran masa pubertas tersebut tampak tidak begitu besar. Namun, ada beberapa bahan kimia pengganggu hormon yang dapat bereaksi sekaligus dan meningkatkan semua tahap pubertas. 

Bahkan, perubahan kecil dalam masa pubertas dapat meningkatkan risiko kanker tertentu, seperti kanker payudara dan kanker ovarium. Selain itu, ada juga kekhawatiran bahwa pubertas yang terlalu dini bisa memberi tekanan pada gadis-gadis yang secara fisik sudah tampak dewasa, tetapi sebenarnya secara mental masih anak-anak.

Jadi, ibu hamil dianjurkan untuk menghindari 3 bahan kimia tersebut yang dapat memengaruhi hormon pubertas pada anak perempuannya nanti. Bahan yang paling mudah dihindari adalah fenol, karena tidak terlalu banyak ditemukan dalam produk sehari-hari. Untuk menghindari bahan paraben, ibu bisa mencari produk kecantikan yang berlabel “bebas paraben”. Namun, bahan ftalat agak susah dihindari, karena mereka sering dirahasiakan oleh beberapa merk dagang.

Baca juga: 4 Alasan Perlu Beralih ke Produk Skincare Organik

Bila ibu memiliki anak perempuan yang mengalami masa pubertas lebih awal, coba saja bicarakan saja pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat untuk minta saran kesehatan kapan dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Live Science. Diakses pada 2019. Common Chemicals in Toiletries May Lead to Early Puberty.