Ad Placeholder Image

Mudah, Ini Cara Mengatasi Cegukan pada Orang Dewasa

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   09 Juni 2026

Cara mengatasi cegukan dengan langkah sederhana di rumah hingga perawatan medis bila tak kunjung reda.

Mudah, Ini Cara Mengatasi Cegukan pada Orang DewasaMudah, Ini Cara Mengatasi Cegukan pada Orang Dewasa

DAFTAR ISI


Cegukan, atau dalam istilah medis disebut sebagai singultus, adalah kondisi yang hampir pernah dialami oleh semua orang. Meskipun sering kali dianggap sebagai gangguan kecil yang lucu, cegukan yang datang tiba-tiba di saat yang tidak tepat, seperti saat sedang presentasi atau makan malam romantis, tentu bisa sangat mengganggu. Secara biologis, cegukan terjadi karena adanya kontraksi involunter atau kejang pada otot diafragma, yaitu otot yang memisahkan rongga dada dan rongga perut serta berperan penting dalam proses pernapasan.

Setiap kontraksi diafragma ini diikuti oleh penutupan tiba-tiba dari pita suara (glotis), yang kemudian menghasilkan suara khas “hik” yang kita kenal. Sebagian besar kasus cegukan bersifat sementara dan akan hilang dengan sendirinya dalam hitungan menit. Namun, memahami cara hilangkan cegukan dengan efektif sangat penting agar aktivitas kamu tidak terganggu terlalu lama. Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari pola makan hingga kondisi psikologis tertentu.

Penting bagi kamu untuk mengetahui teknik-teknik yang tepat dan aman untuk menghentikan gangguan ini. Jika cegukan disebabkan oleh masalah pencernaan ringan seperti perut kembung atau asam lambung, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk membantu meredakan gejala yang menyertainya. Namun, jika cegukan berlangsung terus-menerus tanpa henti, hal tersebut bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang lebih serius yang memerlukan perhatian medis profesional.

Nah, mau tahu apa saja pilihan cara dan langkah yang tepat untuk mengatasi gangguan ini? Berikut ulasannya!

Memahami Mekanisme Terjadinya Cegukan

Sebelum membahas cara hilangkan cegukan, kamu perlu memahami mengapa tubuh bereaksi demikian. Diafragma adalah otot utama yang bekerja saat kamu bernapas. Saat kamu menarik napas, diafragma berkontraksi dan turun untuk memberi ruang bagi paru-paru mengembang. Sebaliknya, saat membuang napas, diafragma akan relaksasi dan naik kembali.

Cegukan terjadi ketika saraf yang mengontrol diafragma—yaitu saraf vagus dan saraf frenikus—mengalami iritasi. Iritasi ini menyebabkan diafragma berkontraksi secara tiba-tiba dan di luar kendali. Di saat yang bersamaan, otak memerintahkan katup tenggorokan untuk menutup rapat guna melindungi paru-paru, sehingga udara yang masuk tiba-tiba tertahan dan menciptakan suara “hik”.

Berbagai Penyebab Umum Cegukan

Ada banyak hal yang bisa memicu iritasi pada saraf diafragma. Mengetahui penyebabnya dapat membantu kamu memilih cara hilangkan cegukan yang paling relevan. Beberapa pemicu yang paling umum antara lain:

  • Makan Terlalu Cepat atau Terlalu Banyak: Lambung yang mengembang terlalu cepat dapat menekan diafragma dan memicu kejang otot.
  • Minuman Berkarbonasi: Gas dalam minuman bersoda dapat menyebabkan perut kembung dan menekan area diafragma.
  • Perubahan Suhu Mendadak: Mengonsumsi sesuatu yang sangat panas diikuti oleh minuman yang sangat dingin dapat mengejutkan saraf di area kerongkongan.
  • Emosi yang Kuat: Kegembiraan yang berlebihan, kecemasan, atau stres mendadak dapat mengganggu pola pernapasan normal.
  • Udara yang Tertelan: Mengunyah permen karet atau merokok sering kali membuat seseorang tanpa sadar menelan banyak udara (aerofagia).
Tips Mencegah Cegukan Berulang
  1. Kunyah makanan secara perlahan dan hindari makan dalam porsi yang terlalu besar sekaligus.
  2. Batasi konsumsi minuman berkarbonasi dan alkohol yang dapat mengiritasi saluran cerna.
  3. Hindari merokok dan penggunaan permen karet secara berlebihan untuk mengurangi udara yang tertelan.

Cara Hilangkan Cegukan secara Alami dan Ampuh

Untuk cegukan yang bersifat jangka pendek, ada beberapa teknik fisik yang telah terbukti secara turun-temurun dan didukung oleh logika medis untuk membantu merelaksasi diafragma atau memutus siklus saraf yang teriritasi.

1. Teknik Pernapasan dan Karbondioksida

Salah satu cara paling populer adalah menahan napas selama 10-20 detik. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kadar karbondioksida dalam darah. Kadar karbondioksida yang lebih tinggi dapat membantu merelaksasi otot diafragma dan menenangkan saraf yang kejang. Kamu juga bisa mencoba bernapas di dalam kantong kertas (bukan kantong plastik) untuk menghirup kembali karbondioksida yang kamu keluarkan.

2. Manuver Valsalva

Cara hilangkan cegukan ini dilakukan dengan menutup mulut dan menjepit hidung, lalu mencoba mengembuskan napas dengan kuat seolah-olah sedang meniup balon. Tindakan ini meningkatkan tekanan di dalam rongga dada dan dapat merangsang saraf vagus untuk menghentikan siklus cegukan.

3. Menarik Lutut ke Dada

Cobalah duduk dan tarik lutut kamu ke arah dada, lalu peluk lutut tersebut selama kurang lebih satu menit. Posisi ini memberikan tekanan fisik pada area diafragma, yang dapat membantu menghentikan kontraksi otot yang tidak normal.

4. Stimulasi Nasofaring dan Saraf Vagus

Meminum segelas air dingin dengan cepat, berkumur dengan air es, atau menelan satu sendok teh gula pasir dapat memberikan stimulasi pada saraf di belakang tenggorokan. Gangguan sensorik yang tiba-tiba ini sering kali cukup untuk “menyetel ulang” sinyal saraf yang menyebabkan cegukan.

5. Menutup Telinga

Memasukkan jari ke telinga selama 20-30 detik atau menekan area lunak di belakang daun telinga dapat mengirimkan sinyal relaksasi melalui saraf vagus, yang juga terhubung ke sistem pendengaran.

Kapan Cegukan Menjadi Tanda Bahaya?

Meskipun sebagian besar cegukan akan hilang dengan cara-cara di atas, kamu harus waspada jika cegukan berlangsung lebih dari 48 jam (cegukan persisten) atau bahkan lebih dari satu bulan (cegukan yang tidak terkendali). Kondisi kronis ini bisa menjadi gejala dari penyakit yang mendasari, seperti:

  • Gangguan sistem saraf pusat (seperti tumor, stroke, atau trauma kepala).
  • Iritasi pada saraf di area leher atau dada.
  • Masalah metabolisme atau gagal ginjal.
  • Gangguan pencernaan yang parah seperti GERD yang sudah kronis.

Jika kamu mengalami hal ini, sangat disarankan untuk segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam. Diagnosis dini sangat penting untuk memastikan tidak ada komplikasi serius yang sedang terjadi dalam tubuh kamu.

Studi Mengenai Mekanisme Cegukan

The American Journal of Gastroenterology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa cegukan sering kali berhubungan erat dengan gangguan pada sfingter esofagus bagian bawah. Studi tersebut menyoroti bahwa banyak pasien dengan cegukan kronis ternyata memiliki indikasi refluks asam lambung yang signifikan, di mana asam yang naik mengiritasi saraf frenikus.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa stimulasi pada titik-titik saraf tertentu, seperti saraf vagus, melalui manuver fisik memang efektif dalam menghentikan siklus singultus pada lebih dari 60% kasus ringan. Hal ini mengonfirmasi bahwa teknik fisik seperti menahan napas bukan sekadar mitos, melainkan memiliki dasar fisiologis yang kuat.

Secara keseluruhan, cara hilangkan cegukan yang paling efektif adalah dengan memadukan relaksasi pernapasan dan stimulasi saraf sensorik. Jangan meremehkan cegukan yang berlangsung lama, karena tubuh mungkin sedang mencoba mengirimkan sinyal tentang adanya gangguan kesehatan lain.

Kamu bisa mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kesehatan saluran cerna melalui berbagai artikel edukasi lainnya. Pastikan kamu selalu menjaga pola makan yang sehat untuk meminimalkan risiko terjadinya gangguan diafragma ini.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc untuk mendapatkan saran medis yang akurat dan terpercaya.

Punya Keluhan Cegukan Tak Kunjung Berhenti? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti cegukan yang mengganggu, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Hiccups: Symptoms and Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. How to Get Rid of Hiccups.
National Institutes of Health (NIH). Diakses pada 2026. Chronic Hiccups: An Underestimated Problem.
WebMD. Diakses pada 2026. Why Do We Hiccup?

FAQ

1. Apakah minum air terbalik benar-benar bisa hilangkan cegukan?

Minum air dengan posisi membungkuk atau dari sisi gelas yang jauh memaksa kamu untuk berkonsentrasi pada koordinasi menelan dan pernapasan. Stimulasi fisik ini dapat membantu mengalihkan sinyal saraf yang menyebabkan cegukan.

2. Mengapa bayi sangat sering mengalami cegukan?

Bayi sering cegukan karena sistem saraf mereka belum matang sepenuhnya. Selain itu, bayi sering menelan udara saat menyusu atau menangis, yang dapat memicu kontraksi diafragma.

3. Apakah cegukan bisa menyebabkan kematian?

Cegukan itu sendiri tidak mematikan. Namun, cegukan yang berlangsung berhari-hari tanpa henti dapat menyebabkan kelelahan ekstrem, sulit tidur, dan penurunan berat badan, yang memerlukan penanganan medis segera.

4. Bisakah stres menjadi penyebab utama cegukan?

Ya, stres dan kecemasan dapat memicu pernapasan cepat (hiperventilasi) atau ketegangan otot yang mengiritasi diafragma, sehingga mengakibatkan cegukan.