• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ramai Oplas Challenge, Sebenarnya Apa Penyebab Seseorang Menjadi Narsis?

Ramai Oplas Challenge, Sebenarnya Apa Penyebab Seseorang Menjadi Narsis?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Ingin punya bentuk wajah yang cantik sempurna? Kamu tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk operasi plastik, karena sekarang sudah ada Faceapp. Aplikasi tersebut sedang digandrungi banyak orang karena bisa mengubah tampilan wajah menjadi lebih rupawan seolah telah melakukan operasi plastik

Para pengguna Faceapp pun beramai-ramai memamerkan hasil foto wajah mereka yang sudah disulap oleh aplikasi menjadi cakap rupawan ke media sosial yang dikenal juga dengan tantangan "Oplas Challenge”.

Keinginan untuk memiliki wajah yang cantik atau ganteng adalah hal yang wajar. Melakukan berbagai macam upaya untuk mempercantik diri juga tidak salah. Namun, sebagian orang terlalu larut dalam fantasi mengenai kesempurnaan fisik, hingga mereka memberikan perhatian dan penghargaan pada diri mereka sendiri secara berlebihan. Kondisi tersebut dikenal juga sebagai narcissistic personality disorder (NPD). Sebenarnya apa yang menyebabkan seseorang menjadi narsis? Yuk, cari tahu lebih lanjut di bawah ini.

Baca juga: Narsisistik Lebih Dari Sekadar Suka Selfie, Ketahui Faktanya

Apa Itu NPD?

Narcissistic personality disorder atau gangguan kepribadian narsistik adalah salah satu dari beberapa jenis gangguan kepribadian di mana seseorang memiliki perasaan yang tinggi akan kepentingan dirinya sendiri, kebutuhan yang dalam akan perhatian dan kekaguman yang berlebihan, hubungan yang bermasalah, dan kurangnya empati terhadap orang lain. Namun, di balik kepercayaan dirinya yang ekstrem ini, terdapat harga diri yang rapuh yang rentan terhadap kritik sekecil apapun.

Gangguan kepribadian narsistik akan menyebabkan masalah di banyak area kehidupan, seperti hubungan dengan orang lain, pekerjaan, sekolah, atau urusan keuangan. Orang-orang dengan NPD mungkin secara umum tidak bahagia dan kecewa ketika mereka tidak diberikan perhatian atau kekaguman khusus yang mereka yakini mereka pantas mendapatkannya. Mereka mungkin juga menemukan bahwa hubungan mereka dengan orang lain tidak memuaskan dan orang lain mungkin tidak senang berada di sekitar mereka.

Baca juga: Kepribadian Narsisistik Picu Depresi Hingga Keinginan Bunuh Diri, Kok Bisa?

Penyebab Gangguan Kepribadian Narsistik

Penyebab gangguan kepribadian narsistik (NPD) belum diketahui secara pasti. Seperti banyak gangguan kepribadian lainnya, penyebab NPD cenderung kompleks. Gangguan kepribadian narsistik dapat dikaitkan dengan:

  • Lingkungan, yaitu hubungan orangtua dan anak yang tidak wajar, dengan adorasi berlebihan atau kritik berlebihan yang tidak sesuai dengan pengalaman anak.

  • Genetika, yaitu karakteristik yang diturunkan dari orangtua.

  • Neurobiologi, yaitu hubungan antara otak dengan perilaku dan pemikiran.

Faktor yang Meningkatkan Risiko Seseorang Menjadi Narsis

Ternyata, gangguan kepribadian narsistik lebih banyak ditemukan pada pria daripada wanita, lho. Biasanya tanda-tanda gangguan ini dimulai pada masa remaja atau awal usia dewasa. Perlu diingat bahwa meskipun beberapa anak mungkin menunjukkan tanda narsisme, tetapi hal itu bisa saja hanya karakter yang biasa muncul pada usia mereka dan bukan berarti mereka pasti akan mengembangkan gangguan kepribadian narsistik.

Meskipun penyebab gangguan kepribadian narsistik belum diketahui, tetapi gaya pengasuhan dari orangtua diduga berperan besar dalam meningkatkan risiko seseorang menjadi narsis:

  • Gaya pengasuhan yang tidak sensitif.

  • Terlalu memuji dan memanjakan secara berlebihan ketika orangtua sangat berfokus pada bakat tertentu atau penampilan fisik anak mereka sebagai akibat dari masalah harga diri mereka sendiri.

  • Pengasuhan yang terlalu protektif atau lalai.

  • Memberikan kritik berlebihan.

  • Perilaku abuse dari keluarga.

  • Trauma

  • Ekspektasi yang sangat tinggi pada anak.

Itulah penjelasan mengenai faktor-faktor yang diduga dapat menjadi penyebab seseorang menjadi narsis atau memiliki gangguan kepribadian narsistik. Sekali lagi, mencintai dan memberikan perhatian pada diri sendiri tidak salah bila masih dilakukan dalam batas wajar. Namun, bila kamu mulai menunjukkan tanda gangguan kepribadian narsistik, ada baiknya coba bicarakan masalah tersebut dengan psikolog. 

Baca juga: Seberapa Perlu Psikoterapi pada Pengidap Narsistik?

Kamu juga bisa membicarakan masalah kesehatan mental kamu dengan psikolog melalui aplikasi Halodoc, lho. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa berdiskusi dengan psikolog terpercaya kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Narcissistic personality disorder.
Health Direct. Diakses pada 2020. Causes of narcissistic personality disorder (NPD).